Thursday, August 27, 2026

Pengajian Bulanan Universitas Muhammadiyah Riau, Ustadz Dr. H. Mawardi M. Saleh, M.A. Jum'at/28 Agustus 2026

 Pengajian Bulanan Universitas Muhammadiyah Riau, Ustadz Dr. H. Mawardi M. Saleh, M.A. Jum'at/28 Agustus 2026






Kepada Yth. Bapak/Ibu

Dosen dan Tenaga Kependidikan

Se-Lingkungan Universitas Muhammadiyah Riau

di –       Tempat

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Doa dan harapan mudah-mudahan kita semua senantiasa berada dalam lindungan dan Inayah Allah SWT., serta sukses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, Aamiin.

Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir pada Pengajian Bulanan Universitas Muhammadiyah Riau, yang Insya Allah dilaksanakan pada :  

Hari/Tanggal : Jum'at/28 Agustus 2026

Pukul : 08:00 WIB s.d selesai

Tempat : Masjid Baitul Hikmah Universitas Muhammadiyah Riau

Tema : Membangun Insan Cendekia Berakhlak Mulia dalam Spirit Keteladanan Rasulullah

Penceramah : Ustadz Dr. H. Mawardi M. Saleh, M.A.

Demikian undangan ini disampaikan, atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tertanda

Rektor

Dr. H. Saidul Amin, MA

CATATAN:

REKTOR UMRI :Dr. H. Saidul Amin, MA

  • menurut keputusan majelis tarjih, maulid bukan ibadah mahdhah, maka tidak ada hadits dan nash yang melarang-dan menyuruh maka muhammadiyah tidak menyuruh dan tidak melarang melakukannya, harus acara tsb terhindar dari membawa kerusakan 

Ustadz Dr. H. Mawardi M. Saleh : 

Membangun Insan Cendekia Berakhlak Mulia dalam Spirit Keteladanan Rasulullah

  • 3 peristiwa besar : Rabiul awwal nabi lahir hari senin 12 rabiul awwal kalender tahun gajah , rasulullah puasa senin-kamis, karena senin beliau dilahirkan
  • kalender hijriyah baru terbit masa kalifah ummar bin khattab setelah 4 tahun menjabat
  • 4 pendapat tentang tanggal lahir rasulullah, tanggal 8-10-12-18, namun lebih banyak menuliskan 12 Rabiul Awwal.
  • peristiwa besar kedua bulan rabiul awwal: hijrahnya rasullullah SAW ke Madinah
  • namun kenapa kalender hijriyah dimulai bulan Muharram? bukan bulan rabiul awwal?
  • tahun rasulullah pindah ke madinah dimulainya tahun pertama kalender hijriyah pada saat beliau berusia 53 tahun (1448 tahun yang lalu), maka maulid nabi ke -1501 
  • dasar tahun kalender hiriyah berdarakan kesepakatan ijma' sahabat rasulullah SAW, 
  • hijrah adalah proses yang erat, meninggalkan yang negatif menuju yang positif, alhijrah-aljihad, yang didasari tekad yang kuat. tekad untuk berubah, tekad untuk memeperbaiki diri menjadi lebih baik. tekad bulat rasulullah untuk hijrah ke madinah, persiapan rasulullah SAW sudah matang di bulan Muharram , maka hal ini yang disepakati sebagai bulan pertama dalam kalender hijriyah. walaupun realisasi pelaksanaannya hijrah rasulullah bulan rabiul awwal.
  • niat: maknanya apapun amalan tak ada yang tak bisa dilakukan, karena semuanya tergantung ada niat untuk melakukannya
  • peristiwa besar yang ketiga bulan rabiul awwal : wafatnya rasulullah SAW.
  • nikmat paling besar yang hadir di alam semesta adalah kelahiran rasulullah SAW, dan tidak ada musibah yang paling besar di alam semesta ini adalah wafatnya rasulullah SAW
  • tujuan hadirnya rasulullah SAW , kampus adalah salah satu sarana untuk mencerdaskan anak anak bangsa, 
  • saat ini terjadi krisis akhlaq, krisis keteladanan, jadikan UMRI sebagai tumpuan untuk membentuk cendekia -cendekia yang berakhlaq rasulullah SAW (ULUL ALBAB) dengan karakter : cendekiawan muslim yang ilmunya bersandar pada yang diridhai Allah SAW, cendekia (fokus utama bagaimana cara melakukan sesuatu ,memiliki kapabilitas, juga mempertanyakan apakah sesuatu yang dilakukannya bermanfaat , jangan hanya sekedar pintar hanya menguasai teknis dan jangan hanya penguasaan materi, tapi juga harus terkait dengan kebenaran dan kehalalan). PENDIDIKAN ILMU-KEAHLIAN HARUS DIPEGANG OLEH ORANG YANG SUCI JIWANYA SEHINGGA TERPANCAR AKHLAQ YANG MULIA
  • mahasiswa Jangan hanya  saja yang cerdas, tapi ditopang dengan akhlaq yang mulia
  • karena kalau tidak ilmu bisa menjadi alat kerusakan, sehingga banyak yang korupsi besar besaran
  • jangan pintar dengan memanipulasi data, sehingga akan menjadi koruptor, kalau cendekia pintarnya selalu dikawal dengan iman dan akhlaq yang mulia
  • QS . "membacakan kepada mereka", yang merupakan bagian dari ayat Al-Qur'an, salah satunya terdapat dalam Surat Al-Jumu'ah Ayat 2. 
  • Kandungan: Menjelaskan tugas utama Nabi Muhammad SAW di utus oleh Allah SWT kepada kaumnya untuk membimbing manusia keluar dari kesesatan melalui pembacaan ayat, penyucian hati, serta pendidikan agama. Frasa serupa juga muncul dalam beberapa surah lain seperti Al-Baqarah ayat 129 dan 151, serta Ali 'Imran ayat 164.
  • Bunyi potongan ayat: "...yatlu 'alaihim āyātihī wa yuzakkīhim wa yu'allimuhumul-kitāba wal-ḥikmah..." 
  • Artinya: "...yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah)."
  • rasulullah membangun insan cendekia yang berakhlaq. QS. Al alaq yang membuat beliau resmi menjadi rasul
  • akhlaq empati : susah melihat orang susah, akhlaq rasulullah azizun alim, 
  • akhlaq peduli : harisun alim
  • akhlaq kasih sayang/lembut belas kasihan : rahman dan rahim

اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,

خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍ‌ۚ‏
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ
Yang mengajar (manusia) dengan pena.

عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

كَلَّاۤ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَيَطۡغٰٓىۙ
Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,

اَنۡ رَّاٰهُ اسۡتَغۡنٰىؕ
apabila melihat dirinya serba cukup

اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجۡعٰىؕ
Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).

اَرَءَيۡتَ الَّذِىۡ يَنۡهٰىؕ
Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?

عَبۡدًا اِذَا صَلّٰىؕ‏
seorang hamba ketika dia melaksanakan shalat

اَرَءَيۡتَ اِنۡ كَانَ عَلَى الۡهُدٰٓىۙ
bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang shalat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk), 

اَوۡ اَمَرَ بِالتَّقۡوٰىۙ‏
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

اَرَءَيۡتَ اِنۡ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىؕ
Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?

اَلَمۡ يَعۡلَمۡ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىؕ
Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?

كَلَّا لَٮِٕنۡ لَّمۡ يَنۡتَهِ ۙ لَنَسۡفَعًۢا بِالنَّاصِيَةِۙ
Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ‌
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.

فَلۡيَدۡعُ نَادِيَهٗ
Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

سَنَدۡعُ الزَّبَانِيَةَ
Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),

كَلَّا ؕ لَا تُطِعۡهُ وَاسۡجُدۡ وَاقۡتَرِبْ
sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

  • Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 21:"Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."
  • Selain melekat pada diri Nabi Muhammad SAW, Al-Qur'an juga menyebutkan bahwa sifat keteladanan yang baik (uswatun hasanah) ini ada pada diri Nabi Ibrahim AS (QS. Al-Mumtahanah ayat 4 dan 6)
Uswatun Hasanah (أسوة حسنة) adalah istilah bahasa Arab yang berarti "suri teladan yang baik" atau "contoh yang patut ditiru". Dalam konteks ajaran Islam, istilah ini merujuk kepada sifat, perilaku, dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW yang wajib dijadikan pedoman hidup oleh setiap Muslim. 
Dasar Hukum dalam Al-Qur'an
Gelar ini secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 21: "Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."
Ruang Lingkup Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Sebagai uswatun hasanah, keteladanan Nabi Muhammad SAW mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, di antaranya:
  • Aspek Ibadah: Konsistensi, kekhusyukan, dan ketaatan total kepada Allah SWT.
  • Aspek Akhlak: Sifat jujur (Al-Amin), pemaaf, adil, rendah hati, dan kasih sayang.
  • Aspek Sosial & Keluarga: Menjadi kepala keluarga yang penyayang, tetangga yang baik, serta sahabat yang setia.
  • Aspek Kepemimpinan: Bijaksana dalam mendidik umat, adil dalam menegakkan hukum, serta tangguh dan sabar menghadapi masa-masa sulit (seperti saat Perang Ahzab)
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
  • Pendidikan Anak: Orang tua wajib mempraktikkan perilaku jujur dan santun agar menjadi figur uswah bagi anak di rumah.
  • Lingkungan Sekolah: Guru dan staf menunjukkan sikap disiplin, berpakaian rapi, dan bertutur kata sopan sebagai model bagi peserta didik. 
Catatan: Selain melekat pada diri Nabi Muhammad SAW, Al-Qur'an juga menyebutkan bahwa sifat keteladanan yang baik (uswatun hasanah) ini ada pada diri Nabi Ibrahim AS (QS. Al-Mumtahanah ayat 4 dan 6). 
Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah merupakan tonggak sejarah terbesar umat Islam yang kemudian ditetapkan sebagai titik awal Kalender Hijriyah. Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan strategi besar untuk membangun peradaban baru yang berkeadilan.
1. Kronologi Kejadian Hijrah Nabi Muhammad SAW
Peristiwa ini terjadi pada tahun 622 Masehi akibat meningkatnya tekanan, boikot, dan ancaman pembunuhan dari kaum kafir Quraisy di Makkah.
  • Perencanaan Rahasia: Nabi Muhammad SAW menunjuk Ali bin Abi Thalib untuk tidur di ranjang beliau guna mengelabui para pengepung Quraisy.
  • Persembunyian di Gua Tsur: Nabi SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi selama tiga malam di Gua Tsur untuk menghindari kejaran kaum Quraisy.
  • Perjalanan dan Tiba di Quba: Didampingi penunjuk jalan bernama Abdullah bin Uraiqit, Nabi SAW menempuh rute tidak biasa. Mereka tiba di Quba dan mendirikan Masjid Quba (masjid pertama dalam Islam).
  • Tiba di Yatsrib (Madinah): Nabi SAW tiba di Yatsrib yang kemudian diubah namanya menjadi Madinah Al-Munawwarah (Kota yang Bercahaya). Kedatangan beliau disambut meriah dengan penuh sukacita oleh kaum Anshar.
  • . Sejarah Penetapan Kalender Hijriyah
    Kalender Hijriyah tidak ditetapkan pada masa hidup Nabi Muhammad SAW, melainkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab (tahun 17 Hijriyah / 638 Masehi).
    • Latar Belakang: Pemerintahan Islam yang makin luas membutuhkan sistem penanggalan resmi untuk merapikan administrasi surat-menyurat, dokumen negara, dan pengumpulan pajak agar tidak membingungkan.
    • Penentuan Titik Awal: Para sahabat sempat mengusulkan tahun kelahiran Nabi SAW atau tahun turunnya wahyu pertama sebagai awal penanggalan. Namun, Ali bin Abi Thalib mengusulkan agar peristiwa Hijrah dijadikan acuan karena momen tersebut memisahkan antara yang hak (kebenaran) dan yang bathil (keburukan). Usul ini disepakati oleh Khalifah Umar dan seluruh sahabat.
    • Penetapan Bulan Pertama: Bulan Muharram dipilih sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah karena pada bulan inilah umat Islam pertama kali membulatkan tekad untuk berhijrah setelah menyelesaikan ibadah Haji di bulan Dzulhijjah.
    • 3. Perbedaan Kalender Hijriyah (Qamariyah) dan Masehi (Syamsiyah)
      Sistem perhitungan Kalender Hijriyah murni berbasis pada siklus bulan, yang membuatnya berbeda secara struktur dengan kalender internasional.

    Urutan 12 Bulan dalam Kalender Hijriyah
    1. Muharram
    2. Safar
    3. Rabiul Awal (Bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW)
    4. Rabiul Akhir
    5. Jumadil Awal
    6. Jumadil Akhir
    7. Rajab
    8. Sya'ban
    9. Ramadhan (Bulan ibadah puasa wajib)
    10. Syawal (Bulan perayaan Idul Fitri)
    11. Dzulqa'dah
    12. Dzulhijjah (Bulan ibadah Haji dan Idul Adha)

No comments:

Post a Comment

PENGAWAS LOKAL UKOM KEPERAWATAN IKTA AL INSYIRAH PEKANBARU JUMAT-SENIN 21-24 AGUSTUS 2026

 PENGAWAS LOKAL UKOM KEPERAWATAN IKTA AL INSYIRAH PEKANBARU  SENIN 24 AGUSTUS 2026 AHAD 23 AGUSTUS 2026 JUMAT-SENIN 21-24 AGUSTUS 2026      ...