KTI MAHASISWA ANGKATAN TAHUN 2023 NOVEMBER 2025 - OKTOBER 2026
SIDANG HASIL KTI MAHASISWA ANGKATAN TAHUN 2023
HAIKAL AZZAM
PEMBIMBING: Ns. SILVIA ELKI
PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
KETUA PENGUJI : Ns. PRATIWI
GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR,
S.Kep,M.Kep
PENGUJI 2 : WIWIK NORLITA,
A.Kep,S.Kep.,M.Kes
JUDUL : PENERAPAN TERAPI MUSIK ISLAMI UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA
LANSIA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS TENAYAN RAYA PROVINSI RIAU
CATATAN: PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
·
Kalau mau kirim file KTI ubah dulu
dalam bentuk pdf, supaya tidak berubah format pengetikan saat dibuka di laptop
yang berbeda
·
Abstrak 1 spasi, perbaiki sesuai
panduan KTI
·
Abstrak English 1 spasi dan rata kiri
dan kanan, silahkan perbaiki
·
Kata pengantar : masukkan nama seluruh
penguji dalam no yang berbeda jangan disatuin, Ganti tanggal di halaman depan
menjadi Juli 2026
·
Daftar isi belum lengkap sesuai isi
KTI, masih bentuk daftar isi proposal
·
BAB 3 : masukkan tanggal penelitian
sesuai yang sudah dilakukan, perbaiki defenisi operasional ambil yang kecemasan
saja, delete penerapan
·
BAB 1: rumusan masalah sederhanakan
lagi , ✅di laporan hasil belum diperbaiki
·
Perbaiki semua penulisan yang masih
banyak kesalahan pengetikan, di semua halaman ✅ di laporan hasil belum diperbaiki
·
Proposalnya kacau balau tak ada yang
rapi , simpan dalam bentuk pdf sebelum dikirim untuk bimbingan revisi ✅ di laporan hasil belum diperbaiki
·
Waktu penelitian 30 juni 2026? Hanya 1
hari?
·
BAB hasil : tabel 4.1 masukkan umur kelima
responden , tidak usah dikelompokkan. Tabel 4.3, 4.4. , 4.5 , 4.6, 4.7, masukkan
data yang terisi saja,
·
Masukkan data kuesioner dalam master
tabel, untuk koreksi hasil perhitungan
SIDANG HASIL KTI KAMIS 2 JULI 2026
SIDANG HASIL KTI KAMIS 2 JULI 2026
1.
MIROSDA NILAI AKHIR PROPOSAL 80
PEMBIMBING: CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
KETUA PENGUJI : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K : 80
PENGUJI 2 : Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB: 80
JUDUL : TERAPI BLOWING BALON UNTUK
MENGURANGI SESAK
NAFAS PADA PASIEN ASMA DI RSUD ARIFIN ACHMAD
PROVINSI RIAU
CATATAN:
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K :
·
Penelitian 13-15 juni 2026, surat etik
24/6/26?
·
Acc revisi bu adek? Acc penelitian
kapan?
·
Alat spirometri milik sendiri? Pasien
sama dengan rahmatul akmalia?
·
Intervensi dilakukan pasien sesak
sedang 25x/i?
·
Spirometry 150, 180 normalnya 350
·
Jelaskan proses penelitian yang sudah
dilakukan? pre tes (ukur pernafasan , saturasi oksigen oksimetri dan spirometri
-intervensi tiup balon – post test
·
Ganti kata proposal menjadi hasil di
BAB 3
·
Cara penyajian berbeda dengan andi
darmawati, namun pasien sama
·
Hibahkan spirometry dan oksimetri
sebagai pengganti buku untuk prodi syarat wisuda
·
Surat keterangan sudah penelitian dari
RT/RW silahkan masukkan, ttd dan stempel
PENGUJI 2 : Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB:
·
Tujuan penelitian?
·
Pasien sedang kambuh atau tidak
asmanya?
·
Pastikan dalam 1-2 minggu responden
mengalami Riwayat kekambuhan asma, tidak sedang konsumsi obat asma,
·
Defenisi operasional masih salah, harus
disesuaikan dalam pengambilan data
·
Saturasi O2 pasien masih dalam kondisi
normal
·
Kekambuhan asma apakah saturasi
oksigennya normal?
·
Andi dengan penelitian yang sama,
diminta untuk ambil data ulang
·
Atau ambil responden pasien pasca
perawatan
·
Apakah responden ada konsumsi obat
obatan? Salbutamol, berobat di RS Awal Bross.
·
Defenisi operasional skor dan hasil
ukur masih salah
·
Status penyakit responden dapat data
dari mana? Jelaskan
·
Tabel masih salah , silahkan perbaiki
·
Sesuaikan dengan kategori dengan
defenisi operasional
RAJA SYAFNA ANWAR
PEMBIMBING: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
KETUA PENGUJI : Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
PENGUJI 1 : CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
CATATAN:
PENGUJI 1 : CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
FAZILATUN NISA
PEMBIMBING: Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
KETUA PENGUJI : Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PENGUJI 2 : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
CATATAN: PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
SIDANG HASIL KTI SENIN 29 JUNI 2026
SIDANG HASIL KTI MSH 2023 SENIN 29 JUNI 2026
DIVA NABILA
ALFIZA FERNANDES
ZAHRA ATIKAH
DEVIANA AGUSTINA
REVIDA MURNI
1.
ALFIZA FERNANDES : PENGUJI 1 NILAI 83
NILAI HASIL 88
PEMBIMBING: WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
KETUA PENGUJI : Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PENGUJI 2 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K NIALI HASIL 85
JUDUL : EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK DALAM
PENCEGAHAN POSTPARTUM BLUES PADA IBU PRIMIPARA DI TEMPAT PRAKTEK MANDIRI BIDAN (TPMB)
PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
CATATAN:
·
ABSTRAK:
Tujuan: Mengetahui
efektivitas penerapan terapi musik dalam
pencegahan postpartum
blues pada ibu primipara. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain
studi kasus deskriptif dengan melibatkan 3 (tiga) responden ibu primipara di
TPMB Bd. Dince Safrina. Terapi musik dilakukan di rumah masing-masing responden
selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit per sesi. Pengukuran
tingkat risiko depresi dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi
menggunakan instrumen Edinburgh
Postnatal Depression Scale (EPDS). Hasil: Hasil pengkajian awal (pre-test) menunjukkan
bahwa 2 responden berada dalam kategori kemungkinan
depresi rendah (skor 9 dan 10) dan 1 responden dalam kategori
kemungkinan depresi
tinggi (skor 12). Setelah diberikan intervensi terapi musik selama 3 hari (post-test), seluruh
responden mengalami penurunan skor EPDS sebesar 2 hingga 3 poin; Ny. E menurun
dari 9 menjadi 7 (kategori tidak depresi), Ny. J dari 10 menjadi 7 (kategori
tidak depresi), dan Ny. O dari 12 menjadi 9 (kategori kemungkinan depresi rendah).
Selain penurunan skor, responden juga melaporkan peningkatan rasa nyaman dan
ketenangan psikologis.
·
Kata pengantar dan halaman depan ganti
menjadi bulan juni 2026
·
BAB 3 : kapan tanggal penelitian
dilakukan (Penelitian ini telah dilaksanakan dari tanggal 19 juni – 21 juni
2026). kapan acc penelitian dari penguji
didapatkan (19 januari 2026/20 mei 2026) but tiwi acc 12 juni 2026?
·
Jelaskan makna G1P0A0H1?
·
Tabel 4.3 tambahkan keterangan makna
dari nilai skor setiap responden
·
Lampiran informed consent respondent td
:15/6/26, acc pembimbing
·
Lampiran bimbingan pembimbing: ? LAMPIRKAN
FORM SKOR DEPRESI YANG MANUAL SUDAH DIISI SAAT PENELITIAN, dan masukkan dalam
master tabel excel
2.
DIVA NABILA
PEMBIMBING: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
KETUA PENGUJI : Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
PENGUJI 1 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
JUDUL : PENERAPAN METODE MOIST WOUND
HEALING (ZINC
CREAM) UNTUK MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA
ULKUS DIABETIKUM
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
CATATAN:
·
Isi abstrak
Tujuan: Mengetahui efektivitas
penerapan metode moist wound healing menggunakan zinc cream dalam mempercepat
penyembuhan luka ulkus diabetikum. Metode: Studi kasus deskriptif pada tiga
responden (Tn. Y, 61 tahun; Tn. T, 66 tahun; Ny. S, 60 tahun) dengan ulkus
diabetikum ekstremitas bawah di ISMA Wound Care Center. Intervensi dilakukan
empat kali selama dua minggu menggunakan metode moist wound healing dengan zinc
cream. Evaluasi dilakukan dengan instrument
BJWAT (Bates-Jensen Wound Assessment Tool). Hasil: Terdapat penurunan skor
BJWAT pada Tn. Y dari 23 menjadi 20, Tn. T dari 26 menjadi 22, dan Ny. S dari
26 menjadi 17. Perbaikan kondisi luka ditandai dengan berkurangnya eksudat,
perbaikan tepi luka, peningkatan jaringan granulasi, dan perbaikan epitelisasi
pada ketiga responden. Simpulan: Metode moist wound healing menggunakan zinc
cream efektif dalam mempercepat penyembuhan luka ulkus diabetikum dan dapat
menjadi pilihan perawatan luka yang aman dan nyaman bagi pasien diabetes
melitus.
·
Kata pengantar masukkan nama ketua dan
penguji 1-2 dalam no yang berbeda, jangan disatukan. Ganti tanggal di halaman
depan menjadi juni 2026
·
BAB 3 : Hal 26 masih ada kata akan
dilakukan , silahkan delete karena sudah melakukan penelitian. Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 Februari sampai dengan 2 Juni 2026?
Tanggal acc penelitian kedua penguji tanggal berapa? Ujian proposal di bulan
januari 2026?
·
BAB 4 : Pelaksanaan penelitian ini
berlangsung pada periode Februari hingga Juni 2026,? Kapan penelitian
sebenarnya dilakukan?
·
Buat master tabel untuk skor BJWAT yang
telah diisi untuk memastikan perhitungan skor tidak salah untuk setiap harinya
dan setiap responden, kirimkan ke ibu dan masukkan ke dalam lampiran KTI
·
Lampiran informed consentrespon den
penelitian : 16/2/26, 28/2/26, 18/5/26, acc penguji 1 dan 2 tanggal 24/6/26,
bimbingan dengan pembimbing 26/6/26. Surat ket penelitian 2/6/26?
·
Tambah dokumentasi penelitian dan
kelompokkan untuk setiap pasien dan setiap hari turun melakukan perawatan luka.termasuk
hambatan yang ditemukan pada responden yang ada di slide yang ditayangkan dlaam
ujian
3.
REVIDA MURNI
PEMBIMBING: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep NILAI HASIL 98
KETUA PENGUJI : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K NILAI
PENGUJI 2 : Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes NILAI
CATATAN:
PENGUJI 1 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
·
Ambil data kapan? 24-8 april 2026
(4-5-6 april 2026) pasien anak? Di ruangan edelweiss RSUD Arifin Achmad
Provinsi Riau, pasien dewasa 17-18 Mei 2026? Pre test dan tindakan untuk kedua
responden 22/5/26 , 23/5/26, 24/5/26, post test. Perawat ka. Tim ruangan
edelweis kak hendri
·
Acc
bu Via 19 mei 2026? Acc RSUD 24 mei 2026?
·
Etik 5 juni 2026? Kenapa bisa ambil
data di tanggal 22/5/26 , 23/5/26, 24/5/26? Karena ada revisi judul dari
penguji 22/5/26. responden post op responden hari ke 2, kenapa skala nyeri
berbeda untuk kedua responden
·
Akhir dinas akhir 17 mei 2026
·
Apa hubungan Riwayat penyakit penyerta
dengan skala nyeri responden
·
Lampirkan hasil kuesioner yang diisi
saat penelitian, untuk membantu menjelaskan skala nyeri yang berbeda untuk
kedua responden, tuangkan dalam format dan lampirkan dalam lampiran yang sudah
diisi manual
·
Jam melakukan implementasi hari 1-2-3
(mulai jam 13.00 wib seling jam 10-15 menit untuk setiap responden )
·
Tambahkan keterbatasan penelitian :
jenis kelamin responden keduanya laki laki, jadi tidak bisa mengeskplore untuk
JK Perempuan,
PENGUJI 2 : Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
·
Lembar observasi silahkan buat dan
ceklist dan lampirkan, untuk skala nyeri setiap pre dan post tindakan, sebagai
bukti penelitian sudah dilakukan
·
BAB Pembahasan : melihat bagaimana
tehnik ini bisa menurunkan nyeri, tuangkan dalam pembahasan, hubungkan dengan
karakteristik jenis kelamin, hari pertama … hari kedua berkurang, kenapa
berkurang dan untuk hari ketiga kenapa skala nyerinya sudah berkurang, uraikan
secara detail temuan waktu penelitian dilakukan. intervensi dilakukan pada hari
kedua post op , tuliskan dalam pembahasan bahwa skala nyeri tsb yang didapatkan
dan penurunan skala nyeri setelah dilakukan tindakan
·
Lengkapi lampiran,
·
Lampiran dokumentasi sudah bagus
·
Konsisten dalam menuliskan waktu
penelitian sesuai yang dilakukan.
4.
DEVIANA AGUSTINA
PEMBIMBING: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep NILAI 95
KETUA PENGUJI : Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
JUDUL : EDUKASI PENGELOLAAN DIET 3 J
UNTUK MENGONTROL KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS
CATATAN:
PENGUJI 1 : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
·
Acc penelitian 15 juni 2026? Penelitian
dilakukan 18 juni 2026? 18-19-20 juni 2026 3 hari berturut turut, surat etik 19
juni 2026?
·
Jelaskan bagaimana peneliti cara
memberikan diet 3 j pada responden? Uraikan jadwal pemberian diet 3J, Sarapan
19/6/26 jam 7.00 wib, siang
·
Uraikan dalam lampiran dan dokumentasi
diet 3J (jenis, jumlah, jadwal) untuk setiap turun dalam melakukan penelitian,
kelompokkan untuk setiap responden dan sesuai pelaksanaan yang telah dilakukan
·
Pasien apakah bersedia melakukan diet 3
J? dengan menyediakan sendiri?
·
Menurut peneliti GDS yang telah
diperiksa , pemeriksaan GDS kapan dilakukan? 2 jam setelah makan siang, apa
alasan mengambil GDS 2 PP di siang hari sama untuk semua responden?
·
Untuk mengatasi ketidaksabilan , kapan
GDS stabil? Hari ketiga
·
Obat yang dikonsumsi responden
metformin? Pastikan obat apa saja yang dikonsumsi?
·
Untuk menurunkan GDS untuk DM Tipe 2
tidak susah dan sederhana
·
Hari ketiga belum ada hasil GDS?
·
Apakah menu sama untuk setiap
responden.
·
Jelaskan kenapa responden 1 dan 2 ada
yang lebih cepat penurunan GDS nya dibandingkan responden lainnya. Apakah
perubahan ini karena minum obat? Bukan hanya metformin ada obat lainnya, atau
apakah benar juga dibantu dengan pola makan diet 3 J? antara percaya dan tidak,
atau ada factor lainnya
·
Pastikan obat lainnya yang dikonsumsi
oleh kedua responden
·
Masukkan dalam pembahasan, kapan
diminum obatnya? Metformin jarang diberikan siang hari. Silahkan tambahkan
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
·
Etika : peneliti yang menyediakan
makanannya, secara psikologis responden yang akan mengikuti
·
Biaya yang dibutuhkan juga cukup besar
·
Hasil penelitian: biasnya banyak
sekali, bagaimana cara peneliti mengontrol dan memastikan responden memang
melakukan diet 3 J
·
Lauk goreng menggunakan minyak goreng
apa?
·
Halaman 38 penurunan total? Di lampiran
post tes ke 3, yang mana sebenarnya? Tabel penurunan total Adalah hasil
pemeriksaan post tes hari ke 3?perbaiki
·
Banyak factor bias, dan peneliti
seharusnya mengontrol bias tsb, seharusnya menu disediakan oleh peneliti.
Sebagai keterbatasan studi, tanggal dan jam pemberian diet 3 J (muncul di BAB 2
dan harus muncul juga di lampiran)
·
Tidak mungkin rasanya hasil peneltian
yang didapatkan penurunannya sangat jauh. Buktikan dengan dokumentasi.
·
Tambahkan jumlah gram
·
Hal 57-59 mana untuk responden
·
Rapikan lampiran untuk dokumentasi foto
masing masing responden, perwaktu hari 1-2-3 dan jam pagi-siang sore-malam
5.
ZAHRA ATIKAH
PEMBIMBING: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep NILAI HASIL 90
KETUA PENGUJI : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
PENGUJI 2 : WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
JUDUL : PENGARUH EDUKASI KESEHATAN
TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG
DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI
CATATAN:
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
·
Suara kecil, lemes saat presentasi
kenapa?
·
Penelitian kapan dilakukan ? 19-23 Juni
2026 di puskesmas rumbai
·
Jelaskan system pelaksanaan penelitian
yang telah dilakukan
·
Apa alasan memberikan edukasi dalm 5
hari? Dokumentasi hanya 1 , lengkapi foto dokumentasi untuk edukasi selama 3
hari, kelompokkan sesuai hari dan untuk setiap responden, foto untuk selama
tindakan edukasi
·
Buktikan bahwa penelitian sudah
dilakukan
·
Buktikan video sudah melakukan
penelitian
·
Surat keterangan sudah penelitian dari
Lokasi penelitian puskesmas/ pimpinan puskesmas?
·
Lampirannya 1 persatu lembar jangan
kecil, perbaiki
·
Materi yang diberikan setiap penelitian
: hari 1 PPT, hari kedua leaflet, hari ketiga PPT, materi yang sama diberikan
berulang ulang selama 3 hari
·
Selama 3 hari apakah efektif dengan
materi yang berbeda
·
Jelaskan kategori tekanan darah .
masukkan hasil pemeriksaan tekanan darah awal penelitian saat menentukan
kriteria inklusi responden
·
Tuliskan saja hasil penelitian sesuai
data yang sudha didapatkan tidak usah dikategorikan
·
Buktikan dokumentasi video yang ada
kepada penguji
PENGUJI 2 : WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
·
Setuju dengan masukan dari penguji 1
·
Abstrak perbaiki
·
Semua responden memang sengaja pasien
Perempuan?
·
Saat proposal : tambahkan data
Pendidikan dan pekerjaan, pernah dapat informasi atau tidak, darimana informasi
yang diperoleh responden? Waktu revisi belum dimasukkan
·
Sehingga di karakteristik responden
masih sangat sedikit data yang didapatkan
·
Hasil pemeriksaan sangat naik sekali,
kenapa tidak melakukan pemeriksaan tekanan darah? Dengan bertambahnya
pengetahuan apakah memberikan pengaruh pada tekanan darah
·
Apakah Lokasi penelitian merupakan yang
disarankan dari data dinkes?
·
Surat keterangan penelitian harus ada
kop surat puskesmas
·
Mana lembar bimbingan hasil dengan
pembimbing? Masukkan semua masukan dari pembimbing ke dalam lembar bimbingan
·
SAP penyuluhan dimasukkan dalam
lampiran
·
Informed consent harus responden yang
mengisi dan ttd, tidak boleh dilakukan oleh peneliti.
BIMBINGAN SABTU 27/6/26
BIMBINGAN JUMAT 26/6/26
ZAHRA ATIKAH
JUMAT 26 JUNI 2026
SIDANG HASIL KTI MSH 2023 JUMAT 26 JUNI 2026
1.
LARASSATI
2.
RANI MAISYARAH
1.
LARASSATI
PEMBIMBING: WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
KETUA PENGUJI : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI
GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K nilai proposal 81
JUDUL : PENERAPAN EFFLEURAGE MASSAGE
TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA IBU POST PARTUM
CATATAN:
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI
GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
·
Kapan melakukan penelitian? 19-31 Mei
2026
·
Acc penelitian 26/5/26? Melakukan
penelitian sebelum ACC? jelaskan
·
Ujian proposal Januari 2026? Kenapa
tidak revisi dulu sebelum penelitian? jelaskan
·
Kaji etik ? 22/6/26?
·
BAB 3 penelitian februari? Belum
diperbaiki, sesuaikan dengan tanggal penelitian yang dilakukan MEI-JUNI 2026
·
Jelaskan proses penelitian yang
dilakukan
·
Surat keterangan sudah penelitian?
Dokumentasi belum lengkap?
·
Bukti melakukan penelitian belum
lengkap?
·
Dibutuhkan kejujuran, karena riskan
penelitian dilakukan atau tidak?
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
·
Kalau sesuai arahan pembimbing maka
tidak aka nada kendala saat semhas
·
Acc penelitian 26/5/26
·
Responden yang diakui hanya 1 dari
tanggal ACC penelitian, karena banyak revisi setelah sempro
·
Kalau bisa dibuktikan benar melakukan
penelitian hanya 1 responden yang bisa diakui
Kembali tambah 1 responden batas waktu 30 juni 2026 sudah dapat 1 responden lagi
2.
RANI MAISYARAH
KETUA PENGUJI :
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PEMBIMBING: WIWIK
NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
PENGUJI 1: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 2: Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
KETUA PENGUJI :
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PEMBIMBING: WIWIK
NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
PENGUJI
1: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 2: Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
JUDUL : EDUKASI POSISI SLEEP ON SIDE
UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI TEMPAT
PRAKTIK MANDIRI BIDAN HASNA DEWI FS PEKANBARU
CATATAN:
PENGUJI
1: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes NILAI UJIAN HASIL: 82
·
Masih bingung dengan apa yang ditulis dalam KTI
·
Karena semua tulisan yang dibuat dalam semua BAB
mulai dari judul sampai halaman akhir tak ada yang connect.
·
Judul dan tujuan tidak nyambung, dan hasil
penelitian ada kualitas tidur tidak nyambung.
·
Mana yang betul ? apa yang dilakukan?
·
Untuk apa mengukur pengetahuan?
·
Ada 2 variabel independent? Tapi di judul tak ada.
Di isi ada kualitas PSQI? Apakah ini mengukur atau observasi? Apakah bisa
melakukan observasi pada malam hari, apa buktinya? Apakah ada jaminan suami
bisa melakukan observasi dan tidak tidur?
·
Bagaimana memastikan apakah ada perubahan posisi
sleep onside atau tidak yang dapat di observasi oleh suaminya sebagai observer?
·
KTI amburadul, tidak sesuai judul-tujuan-hasil taka
da yang nyambung
·
Kalau seperti ini judul jadi diganti
·
Peningkatan dan pengetahuan kualitas tidur
·
Sebenarnya penelitian edukasi untuk meningkatkan
pengetahuan saja? Atau edukasi untuk meningkatkan kualitas tidur?
·
Apakah ada bimbingan revisi dengan kedua penguji?
·
Sesuaikan judul dengan hasil penelitian saja.
Karena masih ragu dengan cara memastikan kualitas tidur?
·
Apakah memang sampai melakukan observasi? Atau
hanya melakukan edukasi saja ?
·
Hasilnya hanya sampai pre dan post pengetahuan
setelah melakukan edukasi, jadi tidak sampai pada pengukuran PSQI, dikeluarkan
saja
·
Pembahasan : apa yang mempengaruhi edukasi dan
hambatan dalam mempengaruhi edukasi, masih dangkal sekali.
·
Edukasi dan penerapan dalam judul. Tapi harus
menguatkan penerapan dan edukasi dalam latar belakang dan pembahasannya, factor
factor apa saja yang dapat meningkatkan kualitas tidur
PENGUJI 2: Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB NILAI UJIAN HASIL: 86
·
Laporan hasil sudah rapi , namun isinya
yang melebihi yang disepakati pada sidang proposal. Karena dikhawatirkan akan
bias kalau dipaksakan untuk sampai pengukuran kualitas tidur
·
Penelitian sesuai judul hanya sampai
pengetahuannya saja, tidak perlu sampai ke PSQI
·
Perbaiki dan buang yang kualitas tidur,
hanya focus sama edukasi saja
·
Karena kita tidak bisa memastikan
observernya benar benar betul untuk melakukan observasi dalam penelitian
·
Jelaskan proses penelitian yang
dilakukan? apa saja yang diberikan saat edukasi?
·
Kapan dilakukan post tes? 10 hari
setelah dilakukan edukasi
·
Mana bukti melakukan pre dan post test?
· Nanti kelompokkan dokumentasi untuk setiap harinya dan untuk setiap pasien?lengkapi
- Seharusnya evaluasi post tes dilakukan segera setelah edukasi dilakukan
JUMAT 19 JUNI 2026
MELNIS ISMON PUTRI
GUSTI MARDALENA
SIDANG HASIL KTI MSH 2023 JUMAT 19 JUNI 2026
RARA RINDU RESKI
MELNIS ISMON PUTRI
GUSTI MARDALENA
MAHARANI NABILA
1.
RARA RINDU RESKI
PEMBIMBING: Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
KETUA PENGUJI : WIWIK NORLITA,
A.Kep,S.Kep.,M.Kes
PENGUJI 1 : Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR,
S.Kep,M.Kep
JUDUL : PENERAPAN PIJAT TUI NA UNTUK MENINGKATKAN BERAT BADAN BALITA DI
RW 007 KELURAHAN TOBEKGODANG
KECAMATAN BINAWIDYA KOTA PEKANBARU
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR,
S.Kep,M.Kep
CATATAN:
·
Di laporan hasil KTI : Hasil penelitian
menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami peningkatan berat badan setelah
diberikan pijat Tui Na selama 6 hari berturut-turut. Responden An. S mengalami
peningkatan berat badan dari 13 kg menjadi 15 kg (2 kg), An. L dari 12,5
kg menjadi 13,5 kg (1 kg), dan An. B dari 11 kg menjadi 14 kg (3 kg).
(catatan : Peningkatan berat badan (BB) yang wajar untuk usia 1-5 tahun adalah
sekitar 150–250 gram per bulan. Kenaikan BB dalam waktu 1 minggu
sangatlah sedikit (sekitar 30-60 gram saja)?jelaskan
·
Abstrak Bahasa inggris perbaiki
penulisan miring italic
·
Kata pengantar, nama penguji letakkan
di no berbeda jangan disatuin dalam 1 tempat
·
Pengambilan data studi kasus dilakukan
pada tanggal 18 Mei hingga 24 Mei 2026.
·
Lampiran foto tidak terlalu jelas ,
perbaiki
·
Lampiran ceklist belum ada tanggal
turun hari 1-2-3-4. Silahkan perbaiki
·
Masukkan peningkatan nafsu makan
dibuktikan dengan tambahan porsi makan yang dihabiskan hari ke berapa setelah
pemijatan tuina
2.
MELNIS ISMON PUTRI
PEMBIMBING: Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
KETUA PENGUJI : WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
JUDUL : PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI
NAPAS DALAM UUNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA PASIEN PRE-OPERASI DI RSUD ARIFIN
AHMAD PEKANBARU PROVINSI RIAU
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR,
S.Kep,M.Kep NILAI 78
·
Cover : perbaiki 1 spasi saja
·
Revisi : lembar bimbingan revisi
penguji belum ada di KTI?
·
Kata proposal masih ada di laporan
hasil, perbaiki di kata pengantar
·
Perbaiki semua tabel yang ada di
laporan hasil dalam format tabel terbuka
·
Tabel bab hasil masih mentah diambil
dari SPSS, silahkan perbaiki
·
Tabel 4.3 : skor sesuaikan dengan
defenisi operasional untuk keterangan Tingkat kecemasan
·
Lampiran pengisian format DASS yang
manual diisi saat penelitian belum ada dilampirkan, silahkan lampirkan
·
Lembar observasi juga yang manual diisi
saat penelitian belum ada dilampirkan, silahkan lampirkan
·
Lampiran foto dokumentasi lengkapi
untuk semua responden, dan kelompokkan sesuai waktu penelitian, belum ada di
lampiran
·
Lembar bimbingan pembimbing dan penguji
belum ada di lampiran satupun, lengkapi sebagai bukti
·
Buat master tabel data yang didapatkan
saat penelitian dengan format yang digunakan, untuk membuktikan kebenaran
penghitungan skor, banyak data yang belum ada data identitasnya. Pengisian
format instrument penelitian tidak lengkap? Kenapa tidak diisi semuanya?
·
Uraikan proses yang dilakukan pada
responden
·
Mhs tidak ada bimbingan revisi dengan
kedua penguji dan tidak ada bimbingan dengan pembimbing (1 kali )
·
Abstrak belum ada
3.
GUSTI MARDALENA : PENGUJI 1
NILAI PROPOSAL 90 NILAI AKHIR 90
CATATAN:
KETUA PENGUJI : Dr. Ns. TRI SIWI KUSUMANINGRUM, S.Kep,M.Kes
PEMBIMBING: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep 90 (PROPOSAL) HASIL 88
PENGUJI 2: Ns. PRATIWI GASRIL ,S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K 90
JUDUL: PENERAPAN CAIRAN ANTISEPTIK Polyhexamethylene Biguanide
(PHMB) TERHADAP PENURUNAN BIOFILM PADA LUKA KAKI DIABETIK (Studi
Kasus Di Praktik Keperawatan Mandiri Ns. Maria Septiyanti, S. Kep. (ISMA Wound
Care Center))
PENGUJI 1: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
·
Cover : perbaiki susunan kalimat menjadi piramida
terbalik, rapikan
·
Kata proposal masih di temukan dalam laporan hasil
: di kata pengantar. Perbaiki
·
Kata pengantar, nama penguji letakkan
di no berbeda jangan disatuin dalam 1 tempat
·
Perbaiki tabel 4.1 penulisan SD
·
Perbaiki tabel 4.3 sehingga bisa dipahami pembaca
apa maknanya
·
Ukuran huruf di BAB hasil apakah sudah sesuai
panduan ? font 12, time new roman
·
antiseptik Killbac? Hanya ada di bab hasil?
Jelaskan penelitian menggunakan PHMB. Tidak adad lama BAB 2?
·
Master tabel. Silahkan input data dalam excel
·
Lampiran pengisian BJWAT belum ada yang manual
dilakukan saat penelitian
·
Lampirkan foto dan kelompokkan sehingga terlihat 4
kali melakukan perawatan luka.
4.
MAHARANI NABILA
KETUA PENGUJI : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PEMBIMBING: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1: CHAIRIL, SKM,M.KL
PENGUJI 2: Dr. Ns. TRI SIWI KUSUMANINGRUM, S.Kep,M.Kes
JUDUL: PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PERAWATAN LUKA MODERN “MOIST WOUND
HEALING” DAN TERAPI KOMPLEMENTER”NaCL 0,9% + MADU ASLI” TERHADAP PENYEMBUHAN
LUKA DIABETIK DERAJAT II
CATATAN:
PEMBIMBING: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
· Gunakan apa yang diajarkan oleh narasumber nurul kemarin dalam Menyusun
bab hasil, % granulasi dan repitelisasi
· Perawatan luka tidak harus berdarah, kalau bisa tanpa muncul berdarah,
karena kalau berdarah akan memperlambat proses penyembuhan
· Masukkan gambar sesuai tanggal jadi mudah dipahami jangan diletakkan
terpisah, masukkan dalam tabel yang sama. Deskripsikan gambar eksudat? Epitel?
Menyatu dengan skor BJWAT
PENGUJI 1: CHAIRIL, SKM,M.KL
·
Tampilkan jurnal utama dan abstrak KTI, apa
perbedaan antara keduanya
·
Jelaskan perbedaan hasil penelitian di jurnal utama
dengan penelitian yang dilakukan
·
3 responden di KTI di jurnal utama 2 responden
·
4 pertemuan di KTI
·
Kenapa menampilkan Lokasi penelitian di cover?
Apakah sudah benar
·
Lokasi penelitian belum dimasukkan dalam latar
belakang, silahkan tambahkan.
·
Bukti sudah melakukan penelitian? Lampirkan
·
Jelaskan pelaksanaan penelitian
·
Abstrak : cara penulisan diperbaiki, dan lengkapi
·
Jelaskan patofisiologis terjadinya penyumbatan vena
pada penderita DM
PENGUJI 2: Dr. Ns. TRI SIWI KUSUMANINGRUM, S.Kep,M.Kes
·
BAB Hasil : tabel buat bisa dipahami oleh semua
pembaca, buat per pasien sehingga hasilnya terlihat
·
Pembahasan mengikuti
KAMIS 11 JUNI 2026
KAMIS 11 JUNI 2026
1. PENGUJI 2 OLGA FITRIANI NAZRI PUTRI
FEVI NUR SANJAYA
KETUA PENGUJI : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PEMBIMBING: Ns. PRATIWI GASRIL ,S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
PENGUJI 1: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PENGUJI 2: Ns. YENI YARNITA ,S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.MB
JUDUL: PENERAPAN TERAPI PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI UPT PSTW HUSNUL KHOTIMAH DINAS SOSIAL PROVINSI RIAU
CATATAN:
• Abstrak Bahasa inggris perbaiki pengetikan miring/italic
• BAB 3 : delete kata akan karena sudah dilakukan penelitian
• Perbaiki penulisan istilah asing menjadi italic /miring untuk semua halaman jigsaw puzzle
• BAB 4 : penuangan data hasil penelitian maish mentah langsung ambul dari SPSS? Perbaiki
• Buat master tabel untuk menggambarkan cara mendapatkan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah, nilai yang diambil yang mana sesuai format dituangkan dalam tabel untuk semua responden. Sehingga dapat dipahami oleh pembaca
NUR AULIA
PENGUJI 2: CHAIRIL, S.Kep,SKM,M.KL
• Uraikan pelaksanaan penelitian
• Jelaskan persiapan dalam menghadapi responden
• Bagaimana peneliti menentukan responden lansia depresi atau tidak?
• Lampiran : lengkapi lembar penulisan dari responeden berikan tanda yang jelas
• Tunjukkan jurnal utama yang digunakan dalam studi kasus ini
• Jurnal utama yang digunakan tidak pas dengan penelitian yang dilakukan? karena bukan studi kasus
• Cari jurnal utama yang menyerupai penelitian yang sudah dilakukan
• Hasil penelitian yang sudah didapatkan apa?
• Jelaskan bagaimana peneliti menentukan responden
• Mana yang benar responden : depresi atau gejala depresi?
• Rapikan lampiran susun secara runut dan sistematis
SIDANG PROPOSAL KTI MAHASISWA ANGKATAN TAHUN 2023 JANUARI 2026
JUMAT 6 FEBRUARI 2026
RABU 11 FEBRUARI 2026
JUMAT 6 FEBRUARI 2026
1.
ALFIZA FERNANDES : PENGUJI 1
PEMBIMBING: WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
KETUA PENGUJI : Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PENGUJI 2 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
JUDUL :
PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
CATATAN:
·
Cover rapikan, susunan piramida
terbalik
·
Daftar isi 1 spasi saja
·
Rapikan pengetikan dan format penulisan
proposal untuk semua halaman
·
Perbaiki penulisan yang masih banyak
kesalahan penulisan typo
·
Music apa yang digunakan untuk terapi
musiknya?
·
Jelaskan instrument EPDS yang
digunakan? Cara pengisian dan cara perhitungannya
·
Perbaiki defenisi operasional, sesuai
Analisa data apa yang akan diukur dalam penelitian ini
·
Apakah post partum blues merupakan
depresi? Jelaskan
·
Pre dan post tes NRS? Jelaskan, kenapa
ada skala nyeri?
·
Tabel defenisi operasional : 1 spasi
saja. Kenapa jadi lampiran? Yang mana yang akan digunakan?
·
Rapikan instrument penelitian di
lampiran
Catatan revisi proposal KTI Senin 18 Mei 2026:
kata pengantar untuk poin 10 jangan digabung untuk tiga dosen pecah jadi 3 poin maisng masing dosen penguji
perbaiki dan delete bagian di daftar lampiran, ada yang salah ketik
format pengetikan untuk hal 16 belum diperbaiki
Rapikan pengetikan dan format penulisan proposal untuk semua halaman (belum diperbaki)
perbaiki format pengetikan ini juga, perhatikan margin setiap halaman 4-3-3-4 untuk semua halaman
perbaiki halaman 29 terpisah antara judul tabel dan tabel.
sebelum kirim revisi ke ibu save dalam bentuk pdf dulu supaya saat ibu buka file di laptop ibu tak berubah
kenapa harus ada yang warna kuning?Hal 30 perbaiki dan perbaiki format pengetikan untuk hal ini belum diperbaiki
defenisi operasional variabelnya bukan terapi musik, apa yang mau diukur dalam penelitian ini?
Perbaiki defenisi operasional, sesuai Analisa data apa yang akan diukur dalam penelitian ini (belum diperbaiki)
Pre dan post tes NRS? Jelaskan, kenapa ada skala nyeri? yang mau dipakai NRS atau EPDS?, perbaiki
Pre dan post tes NRS? Jelaskan, kenapa ada skala nyeri? (belum diperbaiki)
Rapikan instrument penelitian di lampiran (belum diperbaiki)
2.
RUDI HARTONO
PEMBIMBING: Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
KETUA PENGUJI : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PENGUJI 1 : Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 2 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
JUDUL : PENERAPAN CLAPPING DAN BATUK
EFEKTIF
TERHADAP PENGELUARAN SPUTUM PADA PASIEN
GANGGUAN BERSIHAN JALAN NAFAS
CATATAN:
PENGUJI 1 : Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes NILAI PROPOSAL 85
RABU 11 FEBRUARI 2026
·
Pahami tentang clapping dan batuk
efektif
·
Apa yang dilakukan sebelum melakukan
penelitian?
·
Lakukan pemeriksaan auskultasi bunyi
nafas untuk memastikan kebersihan jalan nafas yang akan diberikan intervensi
·
Planning : 3 hari berturut turut
·
Teknis melakukan penelitian di RS
seperti apa? Persiapan , pelaksanaan dan evaluasi ?
·
Ukur: berapa cc sputum, warna sputum,
mendeskripsikan hasil sputum yang dikeluarkan
·
Planning responden 3 orang, ukur jumlah
sputum setiap sesudah clapping dan batuk efektif
·
Penulisan dirapikan, susun denga rapi, beberapa belum ada referensi kuripan
dalam paragraph
UJIAN AWAL
·
Berapa kali jumpa bimbingan dengan
pembimbing?
·
Tidak ada pernah bimbingan untuk
proposal
·
Baru tadi pagi di print
·
Baru ujian setelah jadwal dikeluarkan
bu tiwi tanpa prersiapan
·
Daftar Pustaka perbaiki, pakai
Mendeley, kenapa diletakkan di halaman awal?
·
Ikuti panduan KTI dari prodi
·
Daftar isi tak ada, malah berisi daftar
Pustaka
·
Kalang kabut, karena dadakan sehingga
banyak kesalahan dalam proposal
·
Ukuran font, dan huruf dalam proposal
belum seragam
·
Planning penelitian di jasmin, belum
melakukan studi pendahuluan, lakukan survey
·
Belum memahami tentang tindakan
penelitian yang akan dilakukan
·
Jelaskan teknis pelaksanaan prosedur,
masukkan gambar
·
Defenisi operasional perbaiki,
·
Instrument yang digunakan masukkan
dalam proposal
·
Lakukan pengkajian data awal untuk
memastikan kriteria inklusi responden memenuhi syarat sebagai responden
·
Pahami penelitian baru bisa dilakukan,
kalau belum mahir belajar lagi baru ke pasien
·
Lokasi RSUD Arifin achmad
PENGUJI 2 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K NILAI 82
RABU 11 FEBRUARI 2026
·
Saat ini sudah layak proposalnya untuk
diujiankan , sudah ada progress yang baik, dan mau kembali hadir
·
Masukkan foto di SOP dengan tangan rudi
dan modelnya harus rudi dan teman sebagai pasien
·
Rambut rapikan
·
Tambahkan kriteria eklusi : pasien
kanker paru
·
Hasil penelitian : hasil sputum, harus
ada dokumentasi foto sputum yang keluar, untuk semua responden,
·
Harus acc perbaikan proposal, uji etik
dulu baru penelitian
·
Perbaiki sesuai coretan yang diberikan
dalam proposal
UJIAN AWAL
·
Ujian hari ini tidak harus lulus kalau
tidak layak lulus
·
Karena saat ini merupakan jadwal
paksaan
·
Apakah sudah bimbingan?
·
Apakah layak atau tidak rudi ujian hari
ini? Apakah proposal layak untuk diujikan?
·
Proposal belum layak diuji
·
Kami sebagai tim penguji akan merasa
malu kalau bentuk proposalnya seperti ini
·
Harus selalu menyediakan waktu dengan
pembimbing
·
Harus menguasai SOP dan jangan hanya
SOP Praktek
·
Jurnal utamanya mana?
·
Sesuaikan dengan jurnal utama sebagai
acuan pelaksanaan penelitian
·
Jangan sampai menghilang lagi
·
Kriteria inklusi : pakai acuan apa?
·
Lakukan sesuai jurnal utama, jangan
menurut permintaan perawat di ruangan
·
Kapan akan di revisi proposalnya? SOP
nya harus ada.
·
Rabu ujian lagi 11/2/26? Harus bagus
isi proposalnya
· Pastikan bisa memenuhi perbaikan segera
Senin 9/2/26 temui bu tiwi, sabtu 7/2/26 temui bu naning
3.
MELNIS ISMON PUTRI
PEMBIMBING: Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
KETUA PENGUJI : WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
JUDUL :
4.
ELFIA ZAHRA WAHYUNI
PEMBIMBING: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
KETUA PENGUJI : Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
PENGUJI 2 : Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
JUDUL :
KAMIS 5 FEBRUARI 2026
KAMIS 5 FEBRUARI 2026
1.
DIVA NABILA
PEMBIMBING: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
KETUA PENGUJI : Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
PENGUJI 1 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
JUDUL : PENERAPAN METODE MOIST WOUND
HEALING (ZINC
CREAM) UNTUK MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA
ULKUS DIABETIKUM
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep NILAI PROPOSAL 90
Catatan:
· Perbaiki cover, susunan piramida terbalik
· Penelitian mirip dengan temannya
· Daftar isi 1 spasi saja
· BAB 1 : penelitian terkait judul belum ada di latar belakang, silahkan
tambahkan
·
Rumusan masalah dan tujuan penelitian
belum sesuai judul , harus konsisten dalam penggunaan kata setiap halaman di
proposal (mempercepat proses penyembuhan luka)
·
Daftar Pustaka 1 spasi saja
· Jelaskan pengisian instrument BJWAT
2.
REVIDA MURNI
PEMBIMBING: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
KETUA PENGUJI : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
PENGUJI 2 : Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
JUDUL : IMPLEMENTASI TEKNIK EFFLEURAGE
UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST-APPENDECTOMI
OPONEN:
1.
RINDY: kenapa memilih tehnik ini untuk
penelitian? Apakah perlu dilakukan tehnik ini?
2.
AMALYA : kriteria nyeri responden
dibatasi skala 4-6 untuk tehnik ini?
CATATAN:
KETUA PENGUJI:
· Perlu meyakinkan penguji bahwa tehnik ini komplemeter, bahwa ini bisa
dilakukan untuk pasien post op
· Skala nyeri berat juga bisa diberikan ini, dengan kombinasi dengan
farmakologi
· Bisa dilakukan setelah 2 jam kemudian setelah minum obat, tidak perlu 3
hari , bisa dilakukan dalam 1 hari 3 kali dengan interval
· Lakukan studi pendahuluan
· Jangan persempit kriteria inklusi, jangan Batasi bentuk anastesinya,
PENGUJI 1 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
·
Kata pengantar sederhanakan
·
Jangan ada hambatan dalam studi.
·
10-15 menit , posisi pasien saat tindakan.
Intervensi pre dan post dilakukan setelah tindakan selama 3 hari, pre dan post
dilakukan 3 kali. Belum dijelaskan proses pelaksanaan intervensi
·
Kenapa skala nyeri ringan tidak
diberikan intervensi?
·
Non farmakologis bisa diberikan mulai
skala nyeri ringan sampai sedang
·
Daftar Pustaka perbaiki dan rapikan
walapun sudah pakai Mendeley
·
Hari rawatan post appendiktomi biasanya
3 hari, kapan akan dimulai? Apakah yakin bisa dilakukan? jelaskan bagaimana
melakukan post test, jika pasien sudah pulang ?apa yang dilakukan oleh
peneliti?
·
Kriteria inklusi responden :
pertimbangkan pasien di RSUD AA banyak dari luar daerah? Keberhasilan pelaksanaan
metode agak diragukan, karena pendeknya hari rawatan
·
Pastikan posisi pelaksanaan tindakan
sama untuk semua responden : duduk tidak boleh dibedakan untuk setiap
responden, jangan sampai menambah intensitas nyeri pada responden
·
Harus uji etik di RSUD AA, pertimbangan
proses waktu yang lama, pastikan administrasi ?
·
Studi pendahuluan belum dilakukan?
silahkan lakukan
·
Pastikan ada responden dengan post
appendiktomi, sebagai dasar memilih Lokasi penelitian
·
Silahkan perbaiki sesuai coretan dan
masukan yang diberikan, praktekkan
tindakan saat revisi
PENGUJI 2 : Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
·
Pastikan apakah akan dilakukan di RS
·
Post op SC hanya 3 hari di RS
·
Lakukan studi pendahuluan di Lokasi penelitian
untuk memastikan apakah ada responden yang bisa diberikan intervensi
·
Dilakukan pada hari pertama sampai hari
ketiga, skala nyeri 3-6, jelaskan cara mengukur nyeri, mana yang akan digunakan
untuk penelitian?
·
Delete kuesioner karena tak perlu untuk
penelitian ini, perbaiki BAB 3 untuk poin instrument penelitian.
·
Kalau mau penelitian di tipe C
· Kalau mau post op appendictomi diganti menjadi post op saja . Perbaiki sesuai saran yang telah diberikan
3.
PUTRA DARMAWAN
PEMBIMBING: CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
KETUA PENGUJI : Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
JUDUL :
4.
HAIKAL AZZAM
PEMBIMBING: Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
KETUA PENGUJI : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PENGUJI 2 : WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
JUDUL :
5.
RAJA SYAFNA ANWAR
PEMBIMBING: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
KETUA PENGUJI : Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
PENGUJI 1 : CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
JUDUL :
SELASA 2 FEBRUARI 2026
SELASA 2 FEBRUARI 2026
1.
DEVIANA AGUSTINA
PEMBIMBING: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
KETUA PENGUJI : Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
OPONEN :
1.
BINTANG: alasan memilih topik
diet 3 J untuk penelitian?
2.
SAFITRI: bagaimana cara
menentukan bahwa perubahan glukosa darah dengan diet 3 J
CATATAN:
PENGUJI 1 : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
·
Apa yang mau diteliti sebenarnya?
·
Untuk apa meneliti ini?
·
Jelaskan teknis pelaksanaan
penelitiannya bagaimana?
·
Edukasi untuk mendapatkan pengetahuan,
case study, menerapkan edukasi 3 J dan akhirnya untuk mengontrol kadar gula
darah
·
Edukasi – pengukuran pengetahuan-pastikan
responden dapat menerapkan pengetahuan- bagaimana kontrolnya? Karena instrument
hanya pengetahuan
·
Evaluasi mengontrol kadar gula darah,
jelaskan bagaimana caranya
·
Instrumennya mana untuk mengontrol gula
darah dan instrument control diet 3 J, silahkan tambahkan
·
Kalau cuma hanya sebatas pengetahuan
ini penelitian primer
·
Bagaimana cara mengontrolnya? Apa yang
harus dilakukan nanti
·
Perbaiki penulisan yang tak memakai
acuan penulisan, ada 2 spasi dan 1,5 spasi. Format pengetikan belum mengikuti
sistematika penulisan
·
Beri Solusi menu yang sebanding dengan
contoh menu, dan bisa menurunkan kadar gula darah
·
Apalagi untuk responden dengan Tingkat
ekonomi
·
Masih banyak pilihan menu, asal cara
penyajiannya tepat untuk penderita DM dan memenuhi kriteria diet 3 J
·
Pre test-edukasi-penerapan diet dengan
daftar menu diet 3 j- diterapkan – cek gula darah, kapan dan berapa hari?
·
Sederhana: penerapan diet 3 J
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
· Daftar Pustaka , manakah jurnal utama yang digunakan?
· Apakah sudah dibaca jurnalnya? Adalah jurnal penelitian bukan jurnal
pengabdian Masyarakat. Tidak boleh digunakan karena bukan penelitian, hanya menerapkan
· Cari jurnal utama lainnya,
cantumkan jurnal utama
· Apakah sudah Lokasi penelitian? Apakah sudah sampai ke responden?
·
Belum ada bukti studi pendahuluan?
Belum ada surat puskesmas, BAB 3 belum ada planning responden? Wajib lakukan
studi pendahuluan, sudah ada calon responden, ada data pendukung terkait
pengetahuan
·
Masukkan ke dalam lampiran
·
Berapa lama penelitian dilakukan?
·
Jelaskan teknis selama melakukan
penelitian
·
Hari 1-5 pre test, cek gula darah
sekalian, edukasi berapa kali?
·
Pastikan step-step pelaksanaan
penelitian
·
Cari dulu jurnal utama dan lakukan
jurnal utamanya
·
Ikuti ujian sempro supaya tau apa
penelitian yang akan dilakukan
·
Konsisten dengan judul. Apa yang mau
diteliti
·
Kalau diet 3 J , bisa penerapan diet 3
J dengan control gula darah. Dan wajib pastikan responden melakukan diet 3 J,
·
Mana yang mau dilakukan?
·
Penerapan diet 3 J untuk menurunkan
kadar gula darah pada penderita DM
·
Pastikan diet 3 J yang mampu responden
menerapkan, keluarga yang menyediakan, bagaimana peneliti bisa memastikan ini
dilakukan, perbaiki bentuk menunya. Sesuaikan dengan kondisi responden.
Pastikan dan diskusi dengan keluarga mengenai menu yang akan diberikan contoh.
·
Beri Solusi menu yang sebanding dengan
contoh menu, dan bisa menurunkan kadar gula darah
·
Apalagi untuk responden dengan Tingkat
ekonomi
·
Buat menu diet yang sesuai dengan
kemampuan responden, perhatikan kandungan gizinya, masih level responden bisa
penuhi sesuai kadar gizi seimbang untuk penderita DM/ Responden
·
Kadar gula darah menjadi defenisi
operasional, cari gambar yang sudah tepat menunya, narasikan berapa gram jumlah
makanan yang akan diberikan
·
Pastikan responden : usia dewasa dalam
kriteria inklusi
·
Uji etik silahkan lakukan
·
Revisi sesuai yang dipilih oleh
peneliti, perbaiki cara penulisan dan format pengetikan, jurnal utama belum
ditunjukkan
· Masih banyak
1.
FAZILATUN NISA
BBIMBINGAN REVISI SABTU 27 JUNI 2026
Penguji 1, buk isnaniar :
1. Media video animasi 3D konten video : merawat diri
2. Lansia hipertensi : merawat diri
3. Durasi : 5 - 10 menit
4. Kuesioner kepatuhan merawat diri
5. Judul kop di kuesioner
Penguji 2, pak juli widianto
1. Tidak konsisten antar variabel dengan kuesioner
2. Tujuan khusus
3. Jurnal utama : tentang pengetahuan dan motivasi diet hipertensi
4. Video 3D : diet hipertensi
5. Daftar pustaka
Izin ibu mengirimkan nya ibuππ»
Waalaikum salam
Kirimkan ke ibu file pdf proposal ke wa dan email ibu
Dan catatan ibu saat ujian proposal
Mana file nya nak?
Izin ibu zila mengirimkan file nya ibuππ», maaf yaa ibuuππ»
CATATAN: PENGUJI 1 SELASA 2 FEBRUARI 2026
• Cover 1 spasi saja, perbaiki format pengetikan piramida terbalik
• Hipertensi pada lansia perlu ditangani secara komprehensif melalui edukasi, perubahan gaya hidup, pemantauan rutin, dan manajemen terapi, yang tepat untuk mencegahan terjadinya komplikasi jangka Panjang. edukasi Kesehatan yang berkelanjutan sangat berperan dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet dan pengendalian tekanan darah
• informasi, video animasi 3D juga berperan dalam meningkatkan motivasi lansia untuk menerapkan pola makan yang sesuai anjuran kesehatan. Rangsangan visual dan audio yang menarik dalam animasi dapat memicu keterlibatan emosi, meningakatkan daya ingat, serta menumbuhkan minat lansia terhadap materi yang disampaikan. Ko…
CATATAN: PENGUJI 1 SELASA 2 FEBRUARI 2026
• Cover 1 spasi saja, perbaiki format pengetikan piramida terbalik
• Hipertensi pada lansia perlu ditangani secara komprehensif melalui edukasi, perubahan gaya hidup, pemantauan rutin, dan manajemen terapi, yang tepat untuk mencegahan terjadinya komplikasi jangka Panjang. edukasi Kesehatan yang berkelanjutan sangat berperan dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet dan pengendalian tekanan darah
• informasi, video animasi 3D juga berperan dalam meningkatkan motivasi lansia untuk menerapkan pola makan yang sesuai anjuran kesehatan. Rangsangan visual dan audio yang menarik dalam animasi dapat memicu keterlibatan emosi, meningakatkan daya ingat, serta menumbuhkan minat lansia terhadap materi yang disampaikan. Ko
silahkan beri tanda ✅ untuk poin yang sudha diperbaiki
Baik ibuππ»
Assalamualaikum ibu, maaf mengganggu waktunya dimalam hari ini ibuππ»izin ibu zila mengirimkan kti zila yg sudah zila revisi ibuππ»
Izin ibu untuk kuesioner nya seperti ini ibu saat zila gabung kan di KTI masi berantakan ibuππ» insyaallah besok zila tapi kan lagi menggunakan laptop ibuππ»
KTI Edukasi Hipertensi zila FIX 3.docx • 62 halaman
jadikan pdf supaya tak berantakan
kirim ke email ibu juga ya
silahkan beri tanda untuk poin yang sudha diperbaiki
lakukan ini dulu ya
jadikan pdf supaya tak berantakan
Baik ibu
lakukan ini dulu ya
CATATAN: PENGUJI 1 SELASA 2 FEBRUARI 2026
• Cover 1 spasi saja, perbaiki format pengetikan piramida terbalik✅
• Hipertensi pada lansia perlu ditangani secara komprehensif melalui edukasi, perubahan gaya hidup, pemantauan rutin, dan manajemen terapi, yang tepat untuk mencegahan terjadinya komplikasi jangka Panjang. edukasi Kesehatan yang berkelanjutan sangat berperan dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet dan pengendalian tekanan darah✅
• informasi, video animasi 3D juga berperan dalam meningkatkan motivasi lansia untuk menerapkan pola makan yang sesuai anjuran kesehatan. Rangsangan visual dan audio yang menarik dalam animasi dapat memicu keterlibatan emosi, meningakatkan daya ingat, serta menumbuhkan minat lansia terhadap materi yang disampaikan. …
CATATAN: PENGUJI 1 SELASA 2 FEBRUARI 2026
• Cover 1 spasi saja, perbaiki format pengetikan piramida terbalik
• Hipertensi pada lansia perlu ditangani secara komprehensif melalui edukasi, perubahan gaya hidup, pemantauan rutin, dan manajemen terapi, yang tepat untuk mencegahan terjadinya komplikasi jangka Panjang. edukasi Kesehatan yang berkelanjutan sangat berperan dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet dan pengendalian tekanan darah
• informasi, video animasi 3D juga berperan dalam meningkatkan motivasi lansia untuk menerapkan pola makan yang sesuai anjuran kesehatan. Rangsangan visual dan audio yang menarik dalam animasi dapat memicu keterlibatan emosi, meningakatkan daya ingat, serta menumbuhkan minat lansia terhadap materi yang disampaikan.
Izin ibu ini sudah ibuππ»
kirim ke email ibu juga ya
Baik ibuππ»
Izin ibu mengirimkan pdf nyaππ»
CATATAN: PENGUJI 1BIMBINGAN REVISI 27 JUNI 2026
• Cover 1 spasi saja, perbaiki format pengetikan piramida terbalik BELUM DIPERBAIKI
• Manfaat penelitian : “tentang case study, apakah terapi musik dan imajinasi terbimbing berpengaruh terhadap penurunan tingkat stress pada lansia.” ? belum sesuai dengan judul dan tujuan penelitian silahkan perbaiki. BELUM DIPERBAIKI
• Lampiran kuesioner pengetahuan perbaiki, karena isinya kuesioner sikap/motivasi bukan pengetahuan BELUM DIPERBAIKI
• Lampiran kuesioner 2 : PENGARUH MANAJEMEN DIRI TERHADAP KEPATUHAN MERAWAT DIRI DAN STATUS KESEHATAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI. Tidak sesuai dengan judul penelitian BELUM DIPERBAIKI
• Kuesioner mana ya…
tujuan umum penelitia tidak ada tiba tiba ada tujuan khusus?
PENERAPAN EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI 3D UNTUK PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DIET HIPERTENSI PADA LANSIA
PENERAPAN EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI 3D UNTUK PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DIET HIPERTENSI PADA LANSIA
nak judul KTI nya ini ?
tapi judul kuesionernya ini : KUISIONER PENERAPAN EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI 3D UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MERAWAT DIRI LANSIA DENGAN HIPERTENSI?
mana yang benar?
Astaghfirullah maaf ibu judul kuisioner nya lupa zila revisi ibuππ», izin ibu untuk judul nya kemarin udah diskusi sama buk via judul nya jadinya : edukasi kesehatan menggunakan video animasi 3D untuk pengetahuan dan motivasi diet hipertensi pada lansiaππ»
Astaghfirullah maaf ibu judul kuisioner nya lupa zila revisi ibu, izin ibu untuk judul nya kemarin udah diskusi sama buk via judul nya jadinya : edukasi kesehatan menggunakan video animasi 3D untuk pengetahuan dan motivasi diet hipertensi pada lansia
sesuaikan dengan semua halaman ya nak
Baik ibu zila revisi kembali ibuππ»
PEMBIMBING: Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
KETUA PENGUJI : Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep NILAI PROPOSAL 80
PENGUJI 2 : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
JUDUL : PENERAPAN EDUKASI KESEHATAN
MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI 3D UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MERAWAT DIRI LANSIA
DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANGSAT, PROVINSI RIAU
OPONEN:
1.
SAFITRI: kenapa penanganan
hipertensi pada lansia berbeda dengan pasien hipertensi lainnya
2.
ALDI : kenapa kepatuhan bisa
membuat TD rendah?
CATATAN: PENGUJI 1
·
Cover 1 spasi saja, perbaiki format
pengetikan piramida terbalik
·
Hipertensi pada lansia perlu ditangani
secara komprehensif melalui edukasi, perubahan gaya hidup, pemantauan rutin,
dan manajemen terapi, yang tepat untuk mencegahan terjadinya komplikasi jangka
Panjang. edukasi Kesehatan yang berkelanjutan sangat berperan dalam
meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet dan pengendalian tekanan darah
·
informasi, video animasi 3D juga
berperan dalam meningkatkan motivasi lansia untuk menerapkan pola makan yang
sesuai anjuran kesehatan. Rangsangan visual dan audio yang menarik dalam
animasi dapat memicu keterlibatan emosi, meningakatkan daya ingat, serta
menumbuhkan minat lansia terhadap materi yang disampaikan. Kondisi ini
mendorong munculnya motivasi internal untuk mematuhi diet hipertensi dalam
kehidupan sehari-hari. video animasi 3D berisi materi diet hipertensi, meliputi
pengertian hipertensi, prinsip diet DASH, pembatasan asupan natrium, serta
perilaku hidup sehat.
·
Manfaat penelitian : “tentang case
study, apakah terapi musik dan imajinasi terbimbing berpengaruh terhadap
penurunan tingkat stress pada lansia.” ? belum sesuai dengan judul dan tujuan
penelitian silahkan perbaiki. Manfaat penelitian poin 2 belum selesai
·
Lampiran kuesioner pengetahuan
perbaiki, karena isinya kuesioner sikap/motivasi bukan pengetahuan
·
Lampiran kuesioner 2 : PENGARUH
MANAJEMEN DIRI TERHADAP KEPATUHAN
MERAWAT DIRI DAN STATUS KESEHATAN LANSIA DENGAN HIPERTENSI. Tidak sesuai dengan
judul penelitian
·
Kuesioner mana yang mau digunakan dalam
penelitian?
·
Mana video 3D yang akan ditayangkan ke
responden?
·
Daftar Pustaka : perbaiki walaupun
pakai Mendeley
·
DEFENISI OPERASIONAL : belum ada
penentuan untuk kepatuhan
·
Bagaimana memastikan kepatuhan pada
lansia untuk penelitian ini?
JUMAT 29 JANUARI 2026
JUMAT 30 JANUARI 2026
1. 1. RARA RINDU RESKI
PEMBIMBING: Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
KETUA PENGUJI : WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
PENGUJI 1 : Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
JUDUL : PENERAPAN PIJAT TUI NA UNTUK
MENINGKATKAN BERAT BADAN BALITA DI RW 007 KELURAHAN TOBEKGODANG
KECAMATAN BINAWIDYA KOTA PEKANBARU
CATATAN:
PENGUJI 2 : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
- Meningkatkan Nafsu Makan: Efektif mengatasi susah makan (GTM/Gerakan Tutup Mulut) dan meningkatkan berat badan.
- Meredakan Gangguan Ringan: Membantu mengatasi batuk, asma, kembung, dan flu.
- Bonding: Meningkatkan hubungan emosional antara orang tua dan anak.
- Manipulasi: Menggunakan teknik menekan, menggosok, meremas, dan memutar telapak tangan atau jari pada titik meridian tubuh.
- Titik Fokus: Pada balita, sering dilakukan di area telapak tangan, perut, punggung, dan titik kaki seperti Zu San Li.
- Durasi: Pada anak-anak, pijatan umumnya dilakukan cukup 3-5 menit per sesi, namun dianjurkan rutin, misalnya 1 kali sehari selama 6 hari berturut-turut.
KAMIS 29 JANUARI 2026
1.
ZAHRA ATIKAH
PEMBIMBING: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
KETUA PENGUJI : Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
PENGUJI 2 : WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
JUDUL : PENGARUH EDUKASI KESEHATAN
TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG
DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI
OPONEN:
1.
RAHMI ISLAMITA DIARTI : alasan memilih responden
lansia?
2.
NIA RAMADHANI : alasan memilih penelitian
pada pasien hipertensi?
CATATAN:
KETUA PENGUJI:
·
Lansia tidak disarankan untuk menjadi
responden, cari pasien dengan hipertensi di puskesmas lakukan edukasi,
responden akan pulang dan ada keluarga,
·
Minimal 10 responden untuk Wilcoxon
·
PSTW lansia sudah mengalami gangguan
pendengaran
·
Judul : EDUKASI TENTANG DIET RENDAH
GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI, cari jurnal yang pas
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
·
Pelaksanaan : 15-30 menit, 5 kali
kunjungan selama 1 minggu, hari pertama kuesioner pre test, hari terakhir post
test
·
Kuesioner pengetahuan (halawa) dan
kuesioner sikap (halawa) apakah sudah baku? Dari jurnal mana diambil? Jelaskan
·
Isi materi kuesioner apakah sudah
dimasukkan ke BAB 2? Halaman? Jurnal halawa? Dibuat sendiri harus ada di BAB 2,
silahkan cek Kembali. Pahami cara perhitungan sikap nilai mean masukkan ke
dalam defenisi operasional? Jelaskan bagaimana perhitungan pengetahuan?masukkan
ke dalam defenisi operasional
·
Sesuaikan pelaksanaan dengan jurnal
utama
·
Responden 5 orang lansia , laki-laki
semua
·
Paragraph jangan hanya 1 kalimat,
gabungkan beberapa kalimat jadi paragraph, jangan ada paragraph yang kecil
·
Perbaiki penulisan yang typo
·
Pastikan responden ada, dan paham apa
yang mau dilakukan
·
Jelaskan saat perbaikan cara pengolahan
data sikap positif dan negative
·
Rapikan daftar Pustaka mendeleynya
silahkan di edit
PENGUJI 2 : WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
·
Setuju dengan masukan dari penguji 1
·
Seberapa penting penelitian ini
dilakukan pada lansia di PSTW?
·
Saran lebih baik penelitian dilakukan
di luar PSTW, di Masyarakat, karena di PSTW makanan sudah disediakan, tidak ada
keluarga. Sehingga ada efek balik manfaat bagi lansia
·
Pre test dan post test
·
Observasi saat melakukan edukasi :
apakah lansia memperhatikan atau tidak
·
Penjelasan zahra belum dituangkan di
defenisi operasional , perbaiki untuk pengetahuan dan sikap
·
BAB 1 peninjauan penulisan BAB 1 belum
duduk, sehingga harus diperbaiki jangan ada paragraph yang kecil
·
Proses alur penelitian
·
Typo masih banyak , silahkan perbaiki
·
Saran : Solusi penelitian bermanfaat
untuk responden
·
Sikap untuk melihat
·
Edukasi setiap hari akan bosan
·
Tampilkan jurnal untuk studi KTI
· Jurnal utama ? print?. Penelitian disarankan studi kasus
2.
MIROSDA
PEMBIMBING: CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
KETUA PENGUJI : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
PENGUJI 2 : Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
JUDUL : TERAPI BLOWING BALON UNTUK
MENGURANGI SESAK
NAFAS PADA PASIEN ASMA DI RSUD ARIFIN ACHMAD
PROVINSI RIAU
OPONEN :
1.
NIA RAMADHANI: kapan dilaksanakannya
terapi ini
2.
DINATUL AZMI: kenapa efektif untuk
menurunkan sesak nafas pada pasien asma
CATATAN:
PEMBIMBING : CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
· Ikuti saran penguji untuk penelitian di puskesmas dan home visit
·
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
·
Jurnal utama yang digunakan? putra,
silahkan print dan bawa saat revisi proposal
·
Responden untuk penelitian ini? Pasien asma
tanpa dibatasi umur
·
Penelitian 2 minggu , 5 kali kunjungan
·
Pastikan cari jurnal yang sesuai bisa
dilakukan di RSUD AA pertimbangan jumlah
hari rawatan pasien asam di RS yang biasanya singkat
·
Buat SOP dengan gambar diri sendiri
lakukan Langkah sesuai SOP yang ada di jurnal
·
Harus paham apa yang akan dilakukan
·
Apakah yakin mau penelitian di RSUD? Apakah
pasien asma ada dirawat di RSUD
·
Lokasi penelitian belum ditentukan
karena belum survey awal
·
Supaya tidak kesulitan dalam mencari
responden untuk penelitian
·
Pastikan kriteria inklusi dalam
penelitian ini
·
Cari jurnal utama lagi sesuaikan bisa
dilakukan
PENGUJI 2 : Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
·
Instrument apa yang akan digunakan
·
Alat ukur penentuan sesak nafas
pastikan klasifikasikan dan pastikan instrument yang digunakan untuk indikasi
responden untuk tindakan ini
·
Meniup balon butuh ekspirasi, karena
pasien asma kesulitan dalam ekspirasi
·
Pastikan indicator meniup balon sampai
ukuran berapa? Pastikan di jurnal
·
SOP jelas dan sesuai jurnal yang
digunakan
·
Apakah teknis dilanjutkan di home visit
dan tidak selama 2 minggu di RSUD
·
Kalsifikasi pernafasan
·
Sesak dengan saturasi oksigen berapa? Sebagai
indikasi responden (inklusi)
·
Arus puncak ekspirasi (APE) pakai spirometry,
silahkan persiapkan
· Instrument pengukuran sesak napas pastikan yang mana akan digunakan sesuai jurnal. Saran Lokasi penelitian puskesmas lanjut home visit
Terapi
blowing balloon (terapi meniup balon) adalah teknik latihan
pernapasan nonfarmakologis yang menggunakan metode pursed lips
breathing (mulut dimonyongkan) saat meniup balon untuk memperkuat otot
diafragma, meningkatkan ekspansi paru-paru, dan memperpanjang ekspirasi. Terapi
ini efektif mengurangi sesak napas dan meningkatkan saturasi oksigen.
Tujuan dan Manfaat Terapi Blowing Balloon:
- Meningkatkan Fungsi
Pernapasan: Memperkuat otot-otot pernapasan (interkostal dan
diafragma) serta meningkatkan kapasitas vital paru-paru.
- Mengurangi Sesak
Napas: Membantu menstabilkan frekuensi pernapasan (menurunkan
respirasi rate) pada pasien asma bronchiale.
- Meningkatkan
Oksigenasi: Memaksimalkan pertukaran udara di paru-paru (ventilasi
alveolar), sehingga saturasi oksigen meningkat.
- Relaksasi: Teknik
ini membantu mengontrol pola napas dan memberikan efek relaksasi.
Cara Melakukan Terapi:
Terapi ini umumnya dilakukan selama kurang lebih 15 menit, dengan cara menarik
napas dalam, kemudian mengembuskannya (meniup) melalui mulut untuk meniup balon
secara konsisten. Teknik ini sering diterapkan pada anak-anak dengan asma
karena metodenya yang menyenangkan dan mudah dilakukan secara mandiri.
Blowing balloon therapy (terapi tiup balon) adalah teknik
latihan pernapasan non-farmakologis yang dilakukan dengan cara menghirup udara
melalui hidung dan mengeluarkannya secara perlahan melalui mulut ke dalam
balon.
Terapi ini berfungsi untuk melatih otot-otot
pernapasan (diafragma dan interkostal) agar bekerja lebih efisien.
Manfaat Utama:
- Meningkatkan Kapasitas
Paru: Membantu alveoli (kantung udara kecil di paru) mengembang lebih
maksimal, sehingga kapasitas vital paru meningkat.
- Mengurangi Sesak
Napas: Sering digunakan sebagai terapi pendamping bagi
pasien asma, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), atau
pneumonia untuk memperbaiki pola napas.
- Meningkatkan Saturasi
Oksigen: Membantu pengeluaran udara yang terjebak di paru-paru
(karbondioksida) sehingga pertukaran oksigen ke dalam darah menjadi lebih
baik.
- Rehabilitasi
Pasca-Sakit: Bermanfaat untuk pemulihan fungsi paru setelah infeksi
pernapasan seperti COVID-19.
Cara Melakukan (SOP Umum):
1.
Posisi: Duduk tegak
atau berdiri dengan rileks.
2.
Inspirasi: Ambil napas
dalam melalui hidung (tarik napas dalam-dalam).
3.
Ekspirasi: Letakkan
balon di mulut, lalu tiup balon secara perlahan dan kuat melalui mulut hingga
balon mengembang (sekitar ±10cm).
4.
Frekuensi: Biasanya
dilakukan selama kurang lebih 10 menit per sesi atau sesuai anjuran
tenaga medis.
Kapan Harus Berhati-hati?
Meskipun bermanfaat, penderita penyakit jantung tertentu atau mereka
yang baru saja menjalani operasi di area dada/perut sebaiknya berkonsultasi
dengan dokter sebelum mencoba teknik ini.
Mau saya buatkan panduan langkah demi langkah yang lebih detail atau ingin tahu perbedaan teknik ini dengan Pursed Lip Breathing?
3.
LARASSATI
PEMBIMBING: WIWIK NORLITA,
A.Kep,S.Kep.,M.Kes
KETUA PENGUJI : Ns. ISNANIAR,
S.Kep,M.Kep
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI
GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI
PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
JUDUL : EFEKTIFITAS PENERAPAN
EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA IBU POST PARTUM
OPONEN:
1.
BINTANG: berapa hari dilakukan
penelitian?
2.
ALDI PUTRA: Gerakan ini apakah bisa dilakukan pada ibu post partum normal
CATATAN:
PENGUJI 1 : Ns. PRATIWI
GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
·
Pahami isi proposal, baca jurnalnya
·
Jangan menurut penglihatan apa yang
dilakukan oleh bidan
·
Tapi berdasarkan jurnal
·
Pahami jurnal, dan lakukan tidak jauh
dari jurnal utama yang sudah dipilih
·
Harus melakukan sesuai jurnal
·
Buat SOP dengan Gerakan dan gambar buat
versi sendiri, baca sesuai jurnal
·
Kriteria inklusi sesuaikan dengan
jurnal utama
·
Bawa SOP saat revisi proposal buat
sendiri
·
PENGUJI 2 : Ns. SILVIA ELKI
PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
·
Mhs harus memahami isi proposal dan
paham dalam melakukan penelitian
·
Jelaskan mekanisme pelaksanaan
penelitian
·
Selama 3 hari berturut turut 1 hari
sekali, belajar dulu dengan bidannya, kemudian lanjut ke responden yang dipilih,
lakukan secara mandiri karena harus peneliti yang melakukan sendiri pada
responden, karena respondennya sedikit, silahkan pakai SOP yang digunakan di
jurnal utama
·
Jurnal utama? Merlina? Kenapa tidak menggunakan
SOP Merlina? Kita yang cari SOP
·
Harus uji pakar untuk melakukan terapi
massage, harus pahami Gerakan massage, aliran darah, resiko infeksi pada ibu
·
Responden apakah post partum SC? Atau post
partum normal? Di kriteria tidak dituangkan spesifik tapi jawaban ke oponen
spesifik hanya post partum normal
·
Kriteria inklusi : ibu dengan kehamilan
matur atau pre matur? Tidak perlu membatasi ibu dengan kehamilan penuh bulan
saja
·
Focus nyeri punggung post partum? Kenapa
tidak indikasi untuk nyeri lainnya pada ibu post partum?
·
Kriteria inklusi menimbukan pertanyaan,
jelaskan alasannya?
·
Konsisten untuk jawaban yang diberikan
dari awal sampai akhir
·
Pahami isi proposal, baca jurnalnya
·
Sesuaikan apa yang dibuat dalam
proposal dan lakukan sesuai jurnal utama yang dipilih
·
Responden responden post 1-4, dengan
nyeri sedang hingga berat
·
Saat revisi praktekkan cara tindakan
ini kepada penguji, dan cara mengukur kontraksi Rahim pada responden
·
Jelaskan dan Ganti penelitian
kuantitatif bukan kualitatif. Metode penelitian
·
BAB 3: data nanti numerik kenapa hasil
ukur kategorik
·
Perbaiki sesuai saran dan coretan yang
ada di proposal
Lakukan sesuai yang sudha disepakati saat ujian proposal
SIDANG PROPOSAL KTI
SELASA 26 JANUARI 2026
MAHARANI NABILA
KETUA PENGUJI : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PEMBIMBING: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 1: CHAIRIL, SKM,M.KL
PENGUJI 2: Dr. Ns. TRI SIWI KUSUMANINGRUM, S.Kep,M.Kes
JUDUL: PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PERAWATAN LUKA MODERN “MOIST WOUND HEALING” DAN TERAPI KOMPLEMENTER”NaCL 0,9% + MADU ASLI” TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DIABETIK DERAJAT II
OPONEN
1. RINDY : MANAKAH YANG LEBIH EFEKTIF DARI SEGI BIAYA
2. RAHMA AULIA: MANAKAH YANG LEBIH EFEKTIF DARI SEGI WAKTU PROSES PENYEMBUHAN
CATATAN:
PENGUJI 1: CHAIRIL, SKM,M.KL
- Rssponden apakah
ditentukan tipe DM ? harus ada di konsep teori
- Tujuan penelitian : Penderita
Diabetik tipe II, perbaiki sesuai judul
- Perbandingan efektifitas
: waktunya apakah sama? Bagaimana membandingkannya? Apakah perlakukan dari
segi waktu apakah sama pada semua responden
- Buat lembar pengukuran
untuk perbandingannya , apa poin yang dibandingkan? Dengan waktu yang
sama? Lembar observasi pada saat penelitian
- Pastikan kriteria
inklusi pada semua responden sama supaya bisa melakukan perbandingan.
- Catat apa yang
dilakukan dan hasil yang dilihat setelah penelitian, kaitkan dengan lukanya
- Perbaiki sesuai saran
yang diberikan dalam proposal sesuai catatan dan coretan yang diberikan,
daftar Pustaka
- Berapa responden dalam
penelitian?, alat harus lengkap, waktu melakukan harus lengkap.
PENGUJI 2: Dr. Ns. TRI SIWI KUSUMANINGRUM, S.Kep,M.Kes
- Cover : masih proposal
delete kata laporan, kurangi kata dalam judul maksimal 17 kata
- Kapan dilakukan studi awal ? tuliskan di
latar belakang, apakah benar sudah dilakukan atau tidak? Atau apakah
fenomena yang ditemukan saat dinas dan bukan studi awal
- Kaji Kembali dan cari
kakak perawat PJ luka disana
- Pasien dengan luka DM
derajat II , harus ada di BAB 2 , derajat luka diabetic sesuai konsep
masukkan
- Konsep moist wound
healing harus ada di BAB 2
- Konsep madu dan nacl
0.9 % harus ada di BAB 2 bukan hanya SOP
- BAB 1 pendahuluan :
referensi yang terkait masukkan sesuai judul proposal KTI, penelitian bu
adek kurang tepat jadi referensi penelitian terkait karena judulnya
berbeda
- BAB 3: defenisi
operasional : penyembuhan luka kaki diabetic? Apa yang mau diukur? Masukkan
apa yang akan dinilai
- Alat ukur dan hasil
ukur sudah benar, variable yang diteliti saja yang dimasukkan
- Luka diabetic derajat
II seperti apa? Jelaskan dan sertai gambar di BAB 2 supaya jelas dan tepat
nanti dalam memilih responden sesuai kriteria inklusi
- Jelaskan prosedur
untuk kedua tindakan yang diteliti : frekuensi, durasi, interval, berapa
lama bahan habis pakai yang digunakan dll.
- 3-4 kali dalam 1
minggu. Serentak dilakukan untuk kedua tindakan perawatan luka
- Rssponden apakah
ditentukan tipe DM ? harus ada di konsep teori
RANI MAISYARAH
KETUA PENGUJI : Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
PEMBIMBING: WIWIK NORLITA, A.Kep,M.Kes
PENGUJI 1: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
PENGUJI 2: Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
JUDUL : PENERAPAN POSISI SLEEP ON SIDE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN HASNA DEWI FS PEKANBARU
CATATAN:
PENGUJI 1: Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
- Apakah peneliti akan
memastikan tidur bersama pasien
dengan miring terus ?
- Banyak ibu hamil memang
meilih tidur miring, apakah yakin bumil akan terus tidur miring kiri? Selama
tidur? Apa validitasnya?
- Jelaskan
bagaimana cara memantaunya selama 10 hari berturut turut? teknis
pelaksanaan penelitian
- bagaimana
cara memastikan responden memang melakukan sleep on side?
- di
instrumen belum ada. uraikan
- atau
lakukan edukasi saja bukan penerapan
- kriteria inklusi pastikan
lagi
- Mengurangi dengkuran dan sleep apnea: Menjaga saluran napas tetap terbuka, mencegah lidah jatuh ke belakang.
- Meredakan nyeri punggung: Mengurangi tekanan pada tulang belakang dan pinggul.
- Pencernaan: Tidur miring ke kiri dapat membantu mengurangi gejala refluks asam lambung dan mulas karena memposisikan lambung di bawah kerongkongan.
- Kehamilan: Menganjurkan tidur miring (terutama kiri) untuk meningkatkan aliran darah ke plasenta, ginjal, dan rahim, serta mengurangi tekanan pada organ internal.
- Kesehatan otak: Membantu pembersihan limbah metabolik dari otak secara lebih efektif.
- Kesejajaran tulang belakang: Gunakan bantal yang mengisi ruang antara kepala dan kasur agar leher tidak menekuk, dan letakkan bantal tipis di antara lutut untuk menjaga pinggul tetap sejajar.
- Posisi lengan: Letakkan lengan di samping tubuh atau sedikit di depan, hindari posisi yang canggung atau tertekuk.
- Kaki: Kaki bisa lurus atau sedikit ditekuk; hindari meringkuk terlalu ketat (posisi janin) karena bisa menekan punggung.
- Hindari memutar kepala: Jaga dagu dan leher tetap sejajar, tidak menunduk ke dada atau memutar ke samping.
- Tidur miring ke kiri umumnya lebih disarankan untuk pencernaan dan kehamilan.
- Tidur miring ke kanan dapat mengurangi beban jantung dan menurunkan detak jantung.
- Variasi posisi selama malam hari itu normal; cukup ubah posisi kembali ke sisi jika terbangun telentang.
PENGUJI 2: Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
- pastikan jurnal utama
yang mana yang digunakan?
- Penelitian edukasi
saja
- Lokasi penelitian :
- Intervensi edukasi
posisi tidur sleep on side
- Responden harus tidur
sleep on side miring ke kiri, berapa lama posisi tersebut dipertahankan?
6-7 jam bagaimana kalua tyerjadi perubahan posisi, setelah responden
bangun kita akan bertanya on call bagaimana tidur tadi malam
- Sesuai jurnal :
merupakan edukasi bukan penerapan
- Edukasi pakai booklet sesuai
jurnal utama, berikan edukasi, pasien akan tidur di rumah. Selama 10 hari
responden melakukan poin yang sudah diberikan edukasi, setelah itu baru evaluasi
setelah 10 hari apakah sleep on sidenya dilakukan atau tidak, apakah ada
perubahan kualitas tidur. Baca lagi jurnalnya, pre test dan post test
pengetahuan,
- Latar belakang
sesuaikan dengan perubahan judul
- sesuaikan
tujuan penelitian dengan perubahan judul
- konsep langsung saja
sesuai judul posisi tidur sleep on side lengkap
- langsung ke konsep
sesuai judul
- jelaskan cara
pengisian PSQI? Pada saat perbaikan jelaskan cara menghitung skor dan
menjumlahkan hasil PSQI
- tambahkan kuesioner
pengetahuain karena perubahan menjadi edukasi sleep on side sebagai instrument
penelitian untuk mengukur pengetahuan
- hal 26 design studi
kasus perbaiki redaksi bahasa
SELASA 27 JANUARI 2026
SELNIN 26 JANUARI 2026
SABTU 24 JANUARI 2026
JUMAT 23 JANUARI 2026
4. NUR AULIA NATASYA : KETUA PENGUJI
1. GUSTI MARDALENA : PENGUJI 1
- Cover : perbaiki penulisan huruf kapital di cover
- penulisan istilah asing ditulis miring italic , silahkan diperbaiki untuk semua halaman
- kata pengantar silahkan dirapikan pengetikannya
- masukkan gambar CAIRAN ANTISEPTIK Polyhexamethylene Biguanide (PHMB) di BAB 2 jelaskan
- masukkan gambar BIOFILM PADA LUKA KAKI DIABETIK di BAB 2 jelaskan
- Penelitian ini akan dilakukan sebanyak 4 kali selama kurang lebih 2 (dua) minggu perawatan pada bulan Maret tahun 2026. jelaskan
- jelaskan cara pengisian instrumen : BJWAT
- Masukkan kriteria inklusi responden seperti yang sudha dijelaskan oleh pembimbing
- Lapisan Pelindung (Matriks): Bakteri memproduksi zat bernama extracellular polymeric substance (EPS) yang bertindak sebagai "perisai" terhadap sistem imun tubuh dan antibiotik.
- Penyebab Luka Sulit Sembuh: Biofilm membuat luka tetap dalam kondisi peradangan kronis, sehingga proses penyembuhan terhenti (stagnan) dan luka tidak kunjung menutup.
- Resistensi Tinggi: Bakteri dalam biofilm bisa 1.000 hingga 4.000 kali lebih kuat menahan antibiotik dibandingkan bakteri biasa karena obat sulit menembus lapisan lendirnya.
- Tampilan Visual: Seringkali tidak terlihat dengan mata telanjang, namun terkadang tampak sebagai lapisan tipis yang mengkilap, berlendir, atau seperti nanah yang sulit dibersihkan pada dasar luka.
- Kecepatan Terbentuk: Biofilm dewasa dapat terbentuk dengan sangat cepat, yakni hanya dalam waktu 24 hingga 72 jam.
- Komunitas Mikroba: Terdiri dari satu atau berbagai jenis mikroorganisme.
- Matriks Ekstraseluler (EPS): Matriks seperti gel yang terdiri dari polisakarida, protein, dan materi lain yang melindungi mereka.
- Adhesi: Melekat kuat pada permukaan biotik (jaringan tubuh) atau abiotik (plastik, logam).
- Resistensi Tinggi: Perlindungan matriks membuat mereka sulit dibasmi.
- Plak Gigi: Biofilm bakteri penyebab karies (lubang).
- Infeksi Luka Kronis: Menyebabkan luka sulit sembuh.
- Peralatan Medis: Kolonisasi pada kateter atau implan, menyebabkan infeksi.
- Pipa Air: Lumpur licin di saluran air.
- Penempelan Awal (Adhesi): Mikroba mengambang bebas mulai menempel pada permukaan.
- Produksi Matriks: Mereka memproduksi matriks pelindung (EPS).
- Pertumbuhan & Pematangan: Mikroba berkembang biak dan membentuk struktur 3D.
- Pelepasan (Dispersal): Sebagian sel melepaskan diri untuk membentuk biofilm baru.
- Antiseptik & Disinfektan: Mencegah dan mengobati infeksi pada luka kecil dan kronis, termasuk yang disebabkan oleh bakteri tahan obat seperti MRSA.
- Pengawet: Digunakan dalam berbagai produk untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
- Mekanisme: PHMB bermuatan positif berinteraksi dengan fosfolipid bermuatan negatif di dinding sel bakteri, melubanginya dan menyebabkan kematian sel, serta dapat mengikat DNA bakteri.
- Spektrum Luas: Efektif melawan berbagai jenis patogen.
- Minim Perih: Sering disebut #GakPakePerih, cocok untuk luka sensitif.
- Rendah Resistensi: Mekanisme aksi fisik membuatnya kecil kemungkinan menimbulkan resistensi bakteri.
- Mendukung Penyembuhan: Membantu mempercepat penyembuhan luka, mengurangi nyeri, dan mengelola bau.
- Perawatan Luka: Pembersih luka, balutan luka, semprotan antiseptik (contoh: Hansaplast Spray).
- Produk Lain: Obat kumur (mouthwash), pembersih kolam renang, kosmetik.
- Meskipun efektif, penggunaannya untuk sariawan belum memiliki banyak bukti, dan obat sariawan spesifik lebih disarankan untuk area mukosa mulut.
- Debridemen (Pembersihan Fisik):
- Metode ini penting untuk menghilangkan lapisan biofilm yang tebal dan sulit ditembus.
- Bisa dilakukan secara mekanis (skalpel, kasa) atau dengan metode lain untuk mengikis biofilm secara berulang.
- Agen Antimikroba Topikal (Obat Oles):
- Antiseptik: Pilihan yang lebih disukai daripada antibiotik karena dapat mengontrol jumlah bakteri (bioburden) luka.
- Disinfektan: Digunakan untuk membunuh mikroorganisme.
- Antibiotik Topikal: Kombinasi dengan agen antibiofilm seringkali lebih efektif daripada antibiotik tunggal.
- Manajemen Eksudat (Cairan Luka):
- Pilih dressing yang tepat untuk mengelola volume dan viskositas eksudat agar luka tetap lembap, tidak kering, dan tidak basah berlebihan, yang penting untuk migrasi sel kulit dan penyembuhan.
- Antibiotik Sistemik (Oral/Injeksi):
- Dapat digunakan pada kasus infeksi serius, seringkali dosis tinggi dan durasi panjang, dikombinasikan dengan terapi topikal.
- Pemeriksaan dan Diagnosis:
- Identifikasi biofilm bisa melalui mikroskopis atau observasi klinis tanda inflamasi dan riwayat luka kronis.
- Agen Antibiofilm Alami:
- Beberapa penelitian menunjukkan potensi bahan alami seperti minyak masoyi sebagai agen antibiofilm, namun penelitian lebih lanjut diperlukan.
- Bakteri dalam biofilm dilindungi oleh matriks polisakarida yang lengket, membuatnya resisten terhadap antibiotik dan respons imun tubuh.
- Biofilm memicu peradangan kronis dan memperpanjang fase penyembuhan luka.
- cover 1 spasi aja nak
- kata pengantar : sejajarkan penomoran ini dengan huruf L
- BAB 1 Latar belakang belum ada hasil penelitian sesuai judul bahwa PENERAPAN TERAPI PUZZLE UNTUK MENURUNKAN GANGGUAN KOGNITIF PADA LANSIA, silahkan tambahkan belum diperbaiki
- gambar puzzle yanga kan digunakan silahkan lampirkan belum diperbaiki
- karena judul berubah maka konsep di BAB 2 juga berubah disini jadi konsep kemampuan fungsi kognitif lansia silahkan perbaiki sesuaikan dengan perubahan judul yang disepakati di ujian proposal
- jadi tidak lagi membahas gangguan fungsi kognitif pada lansia, silahkan perbaiki
- revisi judul : JUDUL: PENERAPAN TERAPI PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI UPT PSTW HUSNUL KHOTIMAH DINAS SOSIAL PROVINSI RIAU
karena judul berubah maka konsep di BAB 2 juga berubah disini jadi konsep kemampuan fungsi kognitif lansia silahkan perbaiki sesuaikan dengan perubahan judul yang disepakati di ujian proposal
- Cover perbaiki dengan format pengetikan piramida terbalik
- kata pengantar silahkan rapikan pengetikannya
- BAB 1 Latar belakang belum ada hasil penelitian sesuai judul bahwa PENERAPAN TERAPI PUZZLE UNTUK MENURUNKAN GANGGUAN KOGNITIF PADA LANSIA, silahkan tambahkan
- prosedur : melakukan pre test MMSE, membongkar kotak jigsaw puzzle, menyalakan stopwatch, mempersilahkan klien untuk menyusun puzzle, setelah selesai penyusunan puzzle catat waktu penyelesaian perawat melakukan post test MMSE dan memberikan pujian pada klien, dan terakhir tahap terminasi yaitu melakukan evaluasi respon klien,
- Penilitian ini dilakukan selama 2 minggu pada bulan Februari 2026, dimana lansia yang mengalami gangguan kognitif diajarkan terapi puzzle selama 15-30 menit dengan frekuensi 4 hari.
- defenisi operasional : jelaskan Hasil kuesioner dibagi menjadi tiga kategori:
gangguan kognitif sedang (skor 18–23),
dan gangguan kognitif berat (skor 0–17)
- instrumen : Kuisioner MMSE (Mini Mental State Examination) jelaskan cara pengisian dan pengolahan datanya
- gambar puzzle yanga kan digunakan silahkan lampirkan
- JUDUL : RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENINGKATAN PERFUSI PERIFER PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TYPE II DI RW 07 DESA TARAI BANGUN KABUPATEN KAMPAR
- cover : perbaiki cover piramida terbalik. sesuaikan judul dengan jurnal utama yang digunakan
- ganti menjadi tahun 2026 untuk semua halaman awal yang masih tertulis 2025
- prosedur : suhu air antara 37–40°C, Paparan suhu hangat dalam waktu yang cukup umumnya 15–25 menit. sebanyak 6 kali pertemuan selama 2 minggu, periksa TD. observasi Perfusi Perifer setelah 2 minggu diberikan Terapi Rendam Kaki Air Hangat
- Hitung ABI, Angka sistolik di ankle sebagai pembilang dan angka sistolik sebagai penyebut
- jelaskan prosedur pemeriksaan ABI
- prosedur Hitung ABI, Angka sistolik di ankle sebagai pembilang TANGAN dan angka sistolik sebagai penyebut KAKI PILIH NILAI YANG TERTINGGI? jelaskan halaman 33
- analisa data :
0.71-0.90: Mild Obstruction
0.41-0.70: Moderate Obstruction
0.00-0.40: Severe Obstruction
- apakah intervensi ini ada dalam SIKI?
- jelaskan tentang menulis ekspresif
- lembar pedoman instruksi dalam lampiran untuk lansia dalam menulis ekspresif? tambahkan
- rentang depresi
- tanda dan gejala depresi pada lansia , bagaimana peneliti menentukan tingkat depresi pada lansia? jelaskan dalam BAB 2, secara umum, kategori depresi, harus ada di konsep BAB 2
- cari mekanisme kerja tindakan menulis ekspresif bisa menurunkan depresi pada lansia
- uraikan GDS itu apa dalam proposal
- pastikan apakah memang ada lansia yang mengalami depresi di pstw yang bisa dijadikan responden, dan yang bisa menjadi kriteria inklusi dalam penelitian ini apa?
- pengisian kuesioner GDS dipimpin oleh peneliti jangan dilakukan oleh lansia, bantu dengan pertanyaan yang mudah dipahami oleh lansia
- panduan pelaksanaan intervensi menulis ekspresif pada lansia
- pelaksanaan 4 hari , dalam 1 minggu, durasi
- tabel hasil observasi pelaksanaan menulis ekspresif
- latar belakang masukkan data lansia yang insomnia sesuai judul, apa antisipasi dari pihak PSTW, sebagai dasar memilih lokasi penelitian, apakah sudah pernah dilakukan terapi ini oleh perawat di panti lansia. gali informasi di PSTW mengenai ini dan masukkan di latar belakang, apakah berhasil atau tidak berhasil upaya tersebut
- jurnal utama ?
- informasi yang didapatkan dari panti lansia masukkan dalam latar belakang
- perbaiki penulisan nonfarmakologis menurut PBI
- BAB 3 : Defenisi operasional : skor tertinggi 4 , pertanyaan 11 skor total 44, di hal 39 ada skor 66? perbaiki
- sifat penelitian 5 hari, 1 kali sehari intervensi, pre hari pertama dan post hari kelima, jelaskan bagaimana melakukan observasinya, lakukan komunikasi recall dengan responden lansia
- lembar kuesioner jelaskan bagaimana lansia akan mengisinya? pastikan lagi
- lembar observasi: apa yang diobservasi? insomnia?
- kriteria inklusi : bagaimana lansia yang minum obat/ memang diberikan ?
- Sulit Memulai Tidur: Sudah mengantuk tapi tetap tidak bisa terlelap (onset insomnia).
- Sering Terbangun: Terjaga di tengah malam dan sulit kembali tidur (maintenance insomnia).
- Bangun Terlalu Pagi: Bangun sebelum waktu yang diinginkan dan tidak bisa tidur lagi (terminal insomnia).
- Tidak Segar: Merasa lelah atau kurang bertenaga setelah tidur, meskipun durasi tidur cukup.
- Mengantuk atau mudah tertidur di siang hari.
- Mudah marah, sedih, atau cemas (perubahan mood).
- Sulit fokus, konsentrasi, atau mudah lupa.
- Kurang bertenaga.
- Sulit tidur terjadi lebih dari 3 malam seminggu.
- Berlangsung lebih dari 3 bulan (insomnia kronis).
- Menyebabkan gangguan signifikan pada aktivitas harian.
- Disertai keluhan lain seperti nyeri hebat, sesak napas, atau penurunan berat badan drastis.
- Perubahan Fisiologis: Pergeseran jam biologis, penurunan hormon, lebih banyak tidur ringan.
- Kondisi Medis: Penyakit kronis (jantung, ginjal, dll.), sering buang air kecil.
- Psikologis: Stres, depresi, kecemasan, kesepian.
- Obat-obatan: Efek samping obat-obatan tertentu.
- Kebiasaan: Kurang aktivitas fisik, tidur siang berlebihan, lingkungan tidur tidak nyaman.
- derajat insomnia belum ada di kuesioner, silahkan tambahkan
- frekuensi intervensi belum ada di BAB 2 dan BAB 3, frekuensi 1 kali sehari, durasi 10-15 menit, selama 5 hari secara berturut turut. sesuaikan dengan jurnal utama yang digunakan
- mekanisme kerja tehnik relaksasi otot progresif ini bisa mengurangi insomnia, jelaskan
- kriteria inklusi lansia tidak minum obat
- silahkan koordinasi dengan kakak perawatnya mengenai obat tidur yang tidak diberikan selama 5 hari penelitian, sarankan apakah diberikan placebo seperti vitamin b complex
- isi kuesioner oleh peneliti dengan mengajukan pertanyaan dan mengisi sesuai jawaban yang diberikan dengan bahasa yang mudah dipahami lansia
- defenisi operasional : kategori insomnia
- kata pengantar masih tahun 2025, perbaiki jadi 2026
- judul : IMPLEMENTASI TEKNIK EFFLEURAGE UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST-APPENDECTOMI
- pastikan semua halaman penulisannya sama TEKNIK EFFLEURAGE dan POST-APPENDECTOMI
- penulisan *appendiktomi* belum sama dengan judul ibu lihat ada 36 kata di banyak tempat , hal 2 (kata pengantar), hal 4, hal 6, hal 7, hal 8, hal 9 (bab 1), hal 11, hal 12, hal 13, hal 14, hal 15, hal 20 (bab 2), hal 22, hal 23, hal 24 (bab 3), hal 23 (dalam SOP)
- pastikan penggunaan kata yang mana yang mau dipakai
- hal 12 patofisiologi 1 spasi? jangan berbeda dengan halaman lainnya
- gambar yang diberikan ke penguji ibu sarankan yang berwarna jangan hitam putih, sesuai gambar aslinya gambar teknik terapi EFFLEURAGE ini belum ada di BAB 2
- di dalam SOP juga belum ada gambar teknik terapi EFFLEURAGE, silahkan masukkan
- masukkan gambar di SOP
- lampiran belum lengkap
- silahkan buat PPT, dan kirimkan ke ibu, khan sudah daftar ujian
- catatan bimbingan proposal Revida Murni Jumat 2 Januari 2025: JUDUL:
- IMPLEMENTASI TEKNIK EFFLEURAGE UNTUK MENURUNKAN
- INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST APPENDICTOMI abstrak untuk nanti nak untuk ujian hasil, save file dengan nama baru untuk yang diperbaiki jangan lupa buat tanggal file revisi, supaya nanti masih bisa dipakai
- sekarang tahun 2026 , jadi minimal sumber pustaka dan kutipan dalam proposal : buku paling lama tahun 2016, jurnal paling lama tahun 2021
- jadi sumber yang masih tahun 2014 diganti, cari yang terbaru
- ibu catat ada 6 sumber tahun 2014
- ada 1 tahun 2012 , delete ganti sumber terbaru
- ada 2 sumber tahun 2011 , delete ganti sumber terbaru
- ada 1 sumber tahun 2009 silahkan delete dan ganti sumber yang terbaru
- ada 1 sumber th 2007, silahakan delete ganti yang terbaru
- tuliskan sumber terbarunya
- isi latar belakang harus ada data penelitian yang telah terbukti bahwa judul ini berhasil dilakukan :"IMPLEMENTASI TEKNIK EFFLEURAGE UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST APPENDICTOMI" dan pernah dilakukan
- ibu sudah baca tapi belum ada yang menunjukkan keberhasilan tindakan ini di BAB 1
- rumusan masalah : “Bagaimana IMPLEMENTASI TEKNIK EFFLEURAGE UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST APPENDICTOMI ?” silahkan perbaiki, karena case study kita deskriptif
- Tujuan Umum
- Mengetahui IMPLEMENTASI TEKNIK EFFLEURAGE UNTUK MENURUNKAN
- INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST APPENDICTOMI
- Tujuan Khusus
- 1. Mengetahui karakteristik responden
- 2. Mengetahui tingkat nyeri sebelum dan sesudah
- dilakukan TEKNIK EFFLEURAGE pada PASIEN POST APPENDICTOM
- silahkan perbaiki
- silahkan lanjut buat BAB 2 dan 3
- JUDUL: PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI
- catatan bimbingan proposal Zahra Atikah Jumat 2 Januari 2026: JUDUL: PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI isi latar belakang harus ada data penelitian yang telah terbukti bahwa judul ini berhasil dilakukan :"JUDUL: PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI" dan pernah dilakukan
- ibu sudah baca tapi belum ada yang menunjukkan keberhasilan tindakan ini di BAB 1
- judulnya sudah acc ya nak?
- Tujuan umum
- Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap pasien hipertensi mengenai diet rendah garam
- Tujuan Khusus
- 1. Mengetahui pengetahuan pasien sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi kesehatan.
- 2. Mengetahui sikap pasien sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan.
- 3. Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan pasien hipertensi mengenai diet rendah garam
- 4. Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap sikap pasien hipertensi mengenai diet rendah garam
- nak penelitiannya tentang pengetahuan dan sikap, delete kata perilaku, harus konsisten dengan judul
- BAB 2 langsung aja: 1. konsep EDUKASI KESEHATAN TENTANG DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI (apa saja isi edukasi yang harus diberikan) 2. konsep pengetahuan TENTANG DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI (termasuk cara mengukur pengetahuan) 3. konsep sikap TENTANG DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI (termasuk cara mengukur sikap)
- jadi langsung sesuai judul, dan ini akan jadi dasar dalam membuat kuesioner nanti
- jadi tak perlu banyak konsep hipertensinya, tapi banyak poin edukasi yang harus diberikan pada responden nanti. pastikan jurnal utamanya yang akan kita gunakan
- perhatikan spasi pengetikan , baca lagi di panduan KTI yang dikirim pak juli
- pahami ya tentang quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest dan posttest jangan ragu saat ditanya penguji, jangan hanya dihapal tapi paham dan bisa melakukannya
- bisa menceritakan alur yang akan dilakukan nanti
- baca lagi kriteria nya ada gagal ginjal berat? responden kita hipertensi khan?
- 3 tahun terakhir lebih aman. biasanya minta tahun terdekat 2025 atau 2024
- Teknik Sumpling yang benar sampling
- π
- Jumlah Partisipan
- Dalam penelitian ini jumlah partisipan ditentukan berdasarkan durasi “data
- saturasi” yaitu saat wawancara atau observasi tidak lagi menghasilkan informasi
- baru.
- pahami ini maksudnya apa di bab 3? pastikan bisa dijawab ya
- jangan gali kuburan sendiriπ
- Kuisioner Pra dan Pasca Edukasi. ganti jadi pre dan post tes, jadi konsisten untuk setiap halaman, jangan ada perbedaan penggunaan kata dari awal sampai akhir proposal, harus konsisten
- kemudian penelitian kita pengaruh , bukan perubahan, baca lagi ya
- pahami apa yang ditulis dan tulis apa yang dipahami jangan hanya menyalin
- intervensi health education untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien terhadap diet rendah garam pada penyakit hipertensi.
- harus konsisten dalam penggunaan kata, sesuaikan dengan judul
- "JUDUL: PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI"
- pastikan dulu data penderita hipertensi yang banyak dimana, sebagai dasar memilih lokasi penelitian. cari data kunjungan 3 bulan terakhir
- jangan lupa di ttd dan stempel bukti data itu benar
- cover 1 spasi aja
- Tujuan penelitian : ganti kata identifikasi menjadi mengetahui belum diperbaiki
- halaman 21 rapikan tabel dalam tabel 1 spasi saja
- lengkapi semuanya nak sampai lampiran belum lengkap
- lembar leaflet tak perlu karena bukan penelitian edukasi
- lembar observasi yang diperlukan adalah lembar untuk kita mencatat hasil pengukuran PENINGKATAN PERFUSI PERIFER pada pasien
- JUDUL : PENERAPAN TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENINGKATAN PERFUSI PERIFER PADA LANSIA DENGAN PENDERITA HIPERTENSI.
- di BAB 2 *harus ada bahas konsep sesuai judul dan belum ada *
- 1. konsep PENERAPAN TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENINGKATAN PERFUSI PERIFER PADA LANSIA
- 2. konsep pengukuran PERFUSI PERIFER PADA LANSIA sebelum dan sesudah ERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI
- di defenisi operasional bukan hasil pemeriksaan tekanan darah tapi hasil CRT/PERFUSI PERIFER ,
- JUDUL : PENERAPAN TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENINGKATAN PERFUSI PERIFER PADA LANSIA DENGAN PENDERITA HIPERTENSI
- baca buku panduan KTI dan baca berapa spasi untuk halaman dalam BAB KTI?
- sumber pustaka paling lama 2015, silahkan delete dan ganti sumber pustaka yang lama seperti tahun 2014 di hal 8
- rumusan masalah delete kata efektif, sesuaikan dengan judul penelitian jangan ditambahkan lagi kata efektif
- tujuan khusus penelitian sampai no 3 aja, no 4 delete aja nak
- ganti kata identifikasi menjadi mengetahui
- perbaiki dan rapikan format pengetikan dan penomoran
- hal 8 perbaiki
- perbaiki dan rapikan format pengetikan dan penomoran semua halaman BAB 2, masih kacau
- BAB 3 juga kacau margin pengetikannya,perbaiki
- ? mana tabelnya? halaman 21
- ? halaman 22
- perbaiki format pengetikan dan penomoran hal 24
- BAB 3 masih kacau silahkan rapikan
- lengkapi semuanya nak sampai lampiran
- daftar pustaka 1 spasi aja
hal 8 perbaikiperbaiki dan rapikan format pengetikan dan penomoran
- Masukkan gambar yang berhubungan dengan tindakan akupresur pada nausea
- daftar isi belum ada silahkan lengkapi
- perbaiki penggunaan huruf kapital/huruf besar hal 8
- perbaiki lampiran hal 34, rapikan
- daftar pustaka 1 spasi aja
- lampiran belum ada masukkan semua surat surat termasuk lembar acc, judul , lembar bimbingan proposal, dll lengkapi seperti mau ujian, khan sudah daftar
- kirim lengkap mulai dari cover sampai lampiran semuanya dalam 1 file pdf, dan segera buat PPT kirimkan ke ibu
harus konsisten dalam penggunaan kalimat , sesuaikan dengan judul. disini ada kata penurunan intensitas nausea dan ada kata mengurangi rasa mual sedangkan di judul tak ada kata tersebut. sesuaikan dengan jurnal utama yang digunakan, samakan bahasanya. supaya nanti tak jadi pertanyaan penguji. karena kita melakukan kembali hasil penelitian orang lain yang ada di jurnal utama yang syafna gunakan
- Identifikasi Pasien: Pastikan pasien mengeluh mual, merasa ingin muntah, atau memiliki riwayat gastritis.
- Skala Nausea: Gunakan instrumen seperti Visual Analog Scale for Nausea (VASN) sebelum terapi dimulai.
- Kontraindikasi: Hindari pemijatan pada area kulit yang luka, memar, atau bengkak.
- Titik Neiguan (Pericardium 6 / P6):
- Lokasi: Terletak tiga jari di atas pergelangan tangan bagian dalam, di antara dua tendon otot.
- Manfaat: Titik paling efektif untuk menurunkan frekuensi mual dan mencegah muntah.
- Titik Zusanli (Stomach 36 / ST36):
- Lokasi: Empat jari di bawah tempurung lutut, di bagian luar tulang kering.
- Manfaat: Meredakan masalah lambung, nyeri ulu hati, dan membantu pencernaan.
- Titik Zhongwan (CV12):
- Lokasi: Di garis tengah perut, sekitar 4 inci (setengah jarak) di atas pusar.
- Manfaat: Membantu menstabilkan energi lambung dan mengurangi rasa penuh di perut.
- Posisi: Pasien dalam posisi rileks (duduk atau berbaring).
- Cara Pijat: Gunakan ibu jari atau jari tengah untuk memberikan tekanan kuat (namun tidak menyakitkan) dengan gerakan memutar searah jarum jam.
- Durasi: Tekan setiap titik selama 2–3 menit per sesi.
- Frekuensi: Dapat dilakukan 1–2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut atau saat mual muncul.
- Monitor penurunan intensitas mual (evaluasi skala mual sesudah tindakan).
- Observasi tanda-tanda vital dan kenyamanan subjektif pasien.
- Edukasi pasien untuk melakukan mandiri saat mual timbul kembali.
- masih ada kata DM Tipe 2 di 3 tempat halaman18 . silahkan perbaiki
- masih ada kata DM Tipe 2 di 8 tempat halaman18, halaman 19, halaman 20 . silahkan perbaiki
- kuesioner rata kiri dan kanan jangan letak tengah/center, perbaiki
- segera kirimkan PPT
- lembar konsultasi proposal belum ada,
- besok senin jam 6.30 print dan bawa untuk ibu ttd
- Bab 1 :
- -hasil penelitian sudah di ubah
- -Delete diabetes melitus tipe 2 ,sesuaikan dengan judul
- -Delete observasi perilaku
- -perbaiki tahap pelaksaan bab 3
- -ganti kuisioner
- Lampiran nempel dengan daftar pustaka?
- Lampiran nya belum dilengkapi
- Masukkan semua surat
- Cek lagi semua halaman
- Kalau sudah diperbaiki silahkan daftar ujian
- Buat PPT kirimkan
- biasakan semua dokumen scan dan simpan di email
- masukkan ke pdf kti lengkap
- Perbaiki nama file
- BAB 2 : nanti planningnya melakukan pengukuran gula darah nak dalam penelitian? apakah nanti planningnya akan observasi perilaku nak dalam penelitian?
- masukkan rumus penilaian pengetahuan : f/n x100 silahkan cari rumusnya, dan pembagian kategori untuk skor pengetahuan. ini nanti akan dibutuhkan di BAB 3 juga di analisa data
- pastikan prosedur edukasi berapa kali dilakukan pada responden yang sama? berapa lama proses edukasi? pre test kapan dilakukan? post tes kapan dilakukan? karena ini akan ditanya penguji sebagai teknis yang akan deviana lakukan saat penelitian nanti, dan ini harus dituangkan di BAB 2 dan di BAB 3
- Konsep edukasi dulu nak pertama.
- Kedua baru pengukuran pengetahuan nya. Sesuai catatan ibuAtau ganti jadi konsep edukasi Nanti di dalamnya sama Ada pengukuran
- Ambil yang no 1 sebagai gantinya
- Jadi konsep 1 dan 2 langsung gabung seperti ini . Sudah OK
- Perhatikan pembahasan yang sama .Delete kalau sama ya .Jadi halamannya tak perlu banyak
- Karena tentang 3 J nya berulang ulang dibahas yang sama. Isinya sama seperti yang sudah dibuat
- Sesuai kan kalimat dengan judul
- Silahkan lanjutkan bab 3
- Nanti gabung kan ya dari cover
Judul KTI :
1. Deviana: Judul KTI :Efektivitas Pemberian Air Rebusan Daun Salam terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi
2. Elfia Z.W: Pengaruh Terapi Relaksasi Genggam Jari terhadap Peningkatan Perfusi Perifer pada pasien dengan Hipertensi.
3. Revida Murni: efektifitas teknik effleurage terhadap tingkat nyeri pada pasien appendiktomi
4. Raja Syafna Anwar: Hubungan pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue (DBD) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
5. Zahra Atikah: Efektivitas Jus Pare untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus
2. Elfia Z.W: Pengaruh Terapi Relaksasi Genggam Jari terhadap Peningkatan Perfusi Perifer pada pasien dengan Hipertensi.
3. Revida Murni: efektifitas teknik effleurage terhadap tibgkat nyeri pada pasien appendiktomi
4. Raja Syafna Anwar: Hubungan pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue (DBD) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
5. Zahra Atikah: Efektivitas Jus Pare untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus
[12.55, 12/11/2025] isnaniar: Tujuan studi kasus keperawatan
Meningkatkan keterampilan klinis: Melatih perawat dalam berpikir kritis dan memecahkan masalah secara sistematis.
Dokumentasi komprehensif: Mencatat seluruh proses keperawatan secara detail dan terperinci.
Berbagi pengetahuan: Berkontribusi pada pengembangan ilmu keperawatan dengan membagikan pengalaman dan temuan klinis.
Meningkatkan kualitas asuhan: Memastikan pemberian asuhan yang berkesinambungan, akuntabel, dan efektif.
[12.56, 12/11/2025] isnaniar: Metode ini merupakan bagian penting untuk mendokumentasikan dan berbagi pengalaman klinis, melibatkan pemikiran kritis, dan meningkatkan keterampilan komunikasi tertulis perawat. Tujuannya adalah untuk menganalisis suatu fenomena secara utuh dalam konteks kehidupan nyata pasien
[12.56, 12/11/2025] isnaniar: Penelitian studi kasus (case study) adalah pendekatan penelitian kualitatif yang berfokus pada eksplorasi mendalam suatu fenomena dalam konteks kehidupan
[12.59, 12/11/2025] isnaniar: case study : pemberian pendidikan kesehatan dalam pencegahan stunting https://ejournalyarsi.ac.id/index.php/JMK/article/download/160/pdf
[13.10, 12/11/2025] isnaniar: Implementasi Terapi Genggam Bola Karet Dalam Asuhan Keperawatan Pada Pasien Lansia Dengan Stroke https://jurnal.stikeskesdam4dip.ac.id/index.php/Medika/article/view/234
[13.13, 12/11/2025] isnaniar: IMPLEMENTASI KEPERAWATAN SLOW DEEP BREATHING PADA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN DENGAN MASALAH NYERI AKUT https://repository.poltekkespalembang.ac.id/items?page=289&%3Bsort_field=added&%3Boutput=omeka-xml&sort_field=Dublin+Core%2CTitle&sort_dir=d&output=dcmes-xml
[13.15, 12/11/2025] isnaniar: case study : penerapan Terapi Komunikasi Verbal Melalui Buku Saku “Suara AIUEO” pada Pasien Stroke https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/jcd/article/view/7683
[13.16, 12/11/2025] isnaniar: case study : Penanganan Pertama Kejang Demam Pada Anak https://janh.candle.or.id/index.php/janh/article/view/124
[13.17, 12/11/2025] isnaniar: case study : manajemen nyeri pada anak post laparatomi https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/MAHESA/article/view/10703/0
[13.20, 12/11/2025] isnaniar: case study : Psikoedukasi keluarga meningkatkan kepatuhan minum obat https://mail.rumahprof.com/index.php/CHIPROF/article/view/52
[13.22, 12/11/2025] isnaniar: Pursed Lip Breathing Therapy and Semi-Fowler Position to Reduce Shortness of Breath in Asthma: Case Study https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/detail?id=11351
CATATAN :
Judul KTI :
1. Deviana: ...
2. Elfia Z.W: ...
3. Revida Murni: efektifitas teknik effleurage terhadap tibgkat nyeri pada pasien appendiktomi
4. Raja Syafna Anwar: Hubungan pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue (DBD) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
5. Zahra Atikah: ....
Assalamualaikum ibu, izin ibu kami belum acc judul KTI dengan pak juli ibu,, sebelumnya ibu mohon arahan terkait judul yang kami ajukan buππ»ππ»
Judul KTI :
1. Deviana: ...
2. Elfia Z.W: ...
3. Revida Murni: efektifitas teknik effleurage terhadap tibgkat nyeri pada pasien appendiktomi
4. Raja Syafna Anwar: Hubungan pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue (DBD) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
5. Zahra Atikah: Efektivitas Jus Pare untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus
Silahkan ajukan ke pak juli nak dan bawa jurnal utama nya nak
baik ibu, terimakasih ibuππ»
baik ibu, terimakasih buππ»
Judul KTI :
1. Deviana: Efektivitas Kompres Hangat terhadap Penurunan Nyeri Abdomen pada Pasien Apendisitis Akut
2. Elfia Z.W: ...
3. Revida Murni: efektifitas teknik effleurage terhadap tibgkat nyeri pada pasien appendiktomi
4. Raja Syafna Anwar: Hubungan pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue (DBD) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
5. Zahra Atikah: Efektivitas Jus Pare untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus
Judul KTI :
1. Deviana: Efektivitas Kompres Hangat terhadap Penurunan Nyeri Abdomen pada Pasien Apendisitis Akut
2. Elfia Z.W: Pengaruh Terapi Relaksasi Genggam Jari terhadap Peningkatan Perfusi Perifer pada pasien dengan Hipertensi.
3. Revida Murni: efektifitas teknik effleurage terhadap tibgkat nyeri pada pasien appendiktomi
4. Raja Syafna Anwar: Hubungan pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue (DBD) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
5. Zahra Atikah: Efektivitas Jus Pare untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus
kabari ibu segera kalau sudah acc pak juli ya nak,
kompres hangat untuk nyeri sudah pernah nak @Deviana Agustina 2023
tapi kalau mau diajukan lagi silahkan
baik ibu, insyaallah besok kami menjumpai pak juli buππ»
bawa kertas pengajuan judul untuk ditandatangani pak juli. dan bawa jurnal utama sebagai dasar mengambil judul tersebut
Baik ibu, Terima kasih ibu arahannyaππ»
Baik ibu, terimakasih arahannya ibu ππΌ
baik ibu, terimakasih atas arahannya ibuππ»
Baik ibu ,terimakasih arahannya ibuππ»
Judul KTI :
1. Deviana: Judul KTI :Efektivitas Pemberian Air Rebusan Daun Salam terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi
2. Elfia Z.W: Pengaruh Terapi Relaksasi Genggam Jari terhadap Peningkatan Perfusi Perifer pada pasien dengan Hipertensi.
3. Revida Murni: efektifitas teknik effleurage terhadap tibgkat nyeri pada pasien appendiktomi
4. Raja Syafna Anwar: Hubungan pengetahuan masyarakat tentang demam berdarah dengue (DBD) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
5. Zahra Atikah: Efektivitas Jus Pare untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus
2. Elfia Z.W: Pengaruh Terapi Relaksasi Genggam Jari terhadap Peningkatan Perfusi Perifer pada pasien dengan Hipertensi.
3. Revida Murni: efektifitas teknik effleurage terhadap tibgkat nyeri pa…
Sudah ada yang di ACC pak juli nak?
Silahkan bei tanda ✅
izin ibu,, kemaren kata bu tiwi acc judulnya dari dosen pembimbing ibu, karna belum ada info lanjut tentang koordinator pengajuan ke pak juli ibuππ»
dan kami belum jadi menemui pak juli ibu, dikarenakan pak juli rapat ibuππ»
Kalau ibu ACC nak kalau judul nya tidak sama dengan kakak tingkat
Silahkan cek di pustaka , ada komputer di pustaka yang bisa lihat judul KTI yang pernah ada di Keperawatan, karena syarat wisuda harus masukkan ke web pustaka
baik ibuππ»
Ok silahkan siapkan lembar yang harus ibu tanda tangani untuk judul KTI
Dengan syarat ada jurnal utamanya untuk tindakan keperawatan yang akan dilakukan sebagai case study
Baik ibuππ»
Daun salam setau ibu sudah pernah diteliti nak
Apakah sudah ada pengarahan dari Bu Tiwi tentang KTI?
Atau dari pak juli sebagai koordinator riset?
Anak bimbingan Bu via juga diarahkan ke pak juli nak setau ibu
Untuk pengajuan judul KTI
Apakah KTI saat ini masih dalam bentuk case study?
Apakah ananda sudah dapat panduan KTI dari Bu Tiwi atau pak juli?
[12.19, 12/11/2025] revida murni 2023: izin ibu, bu tiwi kemaren pas masuk kelas cuma nanya siapa aja yg udah di acc ibu dan lanjut anak bimbingan bu tiwi bimbingan dengan bu tiwi ibuππ»
[12.19, 12/11/2025] isnaniar: Kirimkan ke ibu jurnal utamanya
Dan judul yang mau ananda angkat sebagai KTI
[12.20, 12/11/2025] isnaniar: Bu Tiwi masuk mata kuliah KTI?
Siapa dosen pengampu KTI nak?
[12.21, 12/11/2025] isnaniar: Minta panduan KTI nya sama anak bimbingan Bu Tiwi ya
[12.21, 12/11/2025] isnaniar: Silahkan buat bab 1-3 persiapan untuk ananda ujian proposal KTI
[12.21, 12/11/2025] isnaniar: Kita jalan lagi
Kalau memang tak perlu ACC judul ke pak juli
[12.22, 12/11/2025] isnaniar: Ibu tunggu segera
Kirimkan ke email isnaniar@umri.ac.id
Dan ke wa ibu
[12.23, 12/11/2025] isnaniar: Kalau mau janjian offline H-1 ya (malam sebelum jam 21.00 wib kita deal)
Untuk bimbingan proposal yang sudah ananda buat di Jam 6.30 di kampus
π
[12.24, 12/11/2025] isnaniar: Kalau tak mau silahkan lakukan ini
[12.24, 12/11/2025] isnaniar: Tak usah di print bawa laptop aja
[12.25, 12/11/2025] isnaniar: Baca baik baik arahan yang ibu berikan di wa ini ya nak
[12.26, 12/11/2025] Syafna anwar 2023: Baik ibuππ»
[12.26, 12/11/2025] zahra atikah 2023: tidak ibu..waktu masuk mata kuliah keperawatan keluarga bu tiwi mengarahkan seperti yang dibilang revida tadi ibuππ»
[12.27, 12/11/2025] isnaniar: Di KRS siapa dosen pengampu KTI nak?
[12.27, 12/11/2025] zahra atikah 2023: izin bertanya ibu, yang dikirimkan ke email judul kti dan jurnal atau kti yang sudah sampai ba 3 ibu?ππ»
[12.28, 12/11/2025] isnaniar: Ini dulu nak
[12.28, 12/11/2025] isnaniar: Setelah ok baru lanjut ke bab 1-3
[12.32, 12/11/2025] isnaniar: judul KTI Bimbingan ibu mhs 2022 kemarin: 1. Wiga Triana: Judul: PENERAPAN TERAPI SLOW STROKE BACK MASSAGE UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI 2. Yuliandari : Judul : TERAPI PIJAT REFLEKSI KAKI UNTUK PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DIRUMAH SEHAT AISYIYAH PEKANBARU 3. Vara oktiva : Judul: Penerapan Jus Timun Dalam Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi …
[12.33, 12/11/2025] zahra atikah 2023: baik ibu, apakah boleh setelah mengirim judul dan jurnal kami minta waktu untuk bimbingan offline terkait bab 1 bersama ibu?ππ»
[12.34, 12/11/2025] isnaniar: buat dulu semampu ananda
[12.34, 12/11/2025] zahra atikah 2023: baik ibu, terimakasih atas arahannya ibuππ»
[12.34, 12/11/2025] revida murni 2023: baik buππ»
[12.37, 12/11/2025] isnaniar: kalau sama judulnya bisa digagalkan oleh penguji nak
[12.38, 12/11/2025] isnaniar: sumber daftar pustaka : jurnal minimal 3 tahun terakhir (2025-2024-2023), buku minimal 10 tahun terakhir (minimal tahun 2016-2025)
No comments:
Post a Comment