Thursday, April 23, 2026

EDUKASI KESEHATAN MANAJEMEN STRES BAGI KELUARGA PASIEN KAMIS ,23 APRIL 2026 RUANG ICU RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU

EDUKASI KESEHATAN MANAJEMEN STRES BAGI KELUARGA PASIEN KAMIS ,23 APRIL 2026 RUANG ICU RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU 







TEAM:
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
CI Pendidikan : Ns. Yeni Yarnita , M. Kep., Sp. Kep. CI Lahan : Ns. Efi Nelfia, S. Kep.
Alya Novira Hendrikson Hamido Olga Fitriani Nazri Putri Rani Masyarah











MK PKP KMB Maret - 17 Mei 2026
Mahasiswa keperawatan UMRI angkatan tahun 2023
TEAM PRESEPTORSHIP:
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
PMB 2026
GELOMBANG 1: 6 November 2025 - 28 Februari 2026
GELOMBANG 2: 2 Maret - 4 juli 2026
GELOMBANG 3: 6 Juli - 5 September 2026
Keperawatan Umri unggul 🥰
Ayo kuliah di keperawatan Umri
Keperawatan Umri terbaik 🥰
Universitas Muhammadiyah Riau https://daftar.umri.ac.id/
Pendaftaran Offline : Senin-Sabtu jam 08.00-16.00 wib
Kampus Utama UMRI, Jl. Tuanku Tambusai , Pekanbaru, Riau
”Spritual, Mobility, Accountable, Responsive, Togetherness (SMART)”

DOKUMEN

Pokok bahasan : Manajemen Stres Bagi Keluarga Paien Ruang ICU Sasaran : Keluarga Pasien di Ruang ICU Hari/Tanggal : Kamis, 23 April 2026 Jam : 09.00 s/d 09.45 WIB Tempat : Ruang Tunggu ICU Waktu : 45 menit A. Latar Belakang Perawatan pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) merupakan kondisi kritis yang tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga memberikan tekanan psikologis yang signifikan bagi keluarga. Lingkungan ICU yang penuh dengan teknologi canggih, kondisi pasien yang tidak stabil, serta ketidakpastian prognosis seringkali memicu respon emosional berupa kecemasan, ketakutan, bahkan stres berat pada anggota keluarga (Davidson et al., 2017). Stres yang dialami keluarga dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengambil keputusan medis serta berinteraksi dengan tenaga kesehatan.Keluarga pasien ICU sering mengalami kondisi yang dikenal sebagai family stress syndrome atau post-intensive care syndrome-family (PICS-F), yang meliputi kecemasan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% anggota keluarga pasien ICU mengalami tingkat stres yang tinggi selama masa perawatan (Azoulay et al., 2020). Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi, komunikasi yang tidak efektif dengan tenaga kesehatan, serta keterbatasan akses terhadap pasien. lingkungan ICU yang cenderung asing dan penuh tekanan dapat memperburuk kondisi emosional keluarga. Keterbatasan waktu kunjungan, aturan yang ketat, serta minimnya keterlibatan keluarga dalam proses perawatan pasien seringkali membuat keluarga merasa terisolasi dan tidak memiliki kontrol terhadap situasi yang dihadapi. Hal ini dapat menurunkan kemampuan coping keluarga dalam menghadapi stres serta mempengaruhi kualitas pengambilan keputusan terkait perawatan pasien. . Manajemen stres menjadi penting untuk membantu keluarga dalam menghadapi situasi tersebut. Intervensi seperti edukasi kesehatan, komunikasi terapeutik, dukungan emosional, serta keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien terbukti dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan coping keluarga (Kentish-Barnes et al., 2018). Pendekatan family-centered care di ICU juga menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis keluarga. Perawat memiliki peran penting dalam mengidentifikasi tingkat stres keluarga dan memberikan intervensi yang tepat. Dengan manajemen stres yang baik, keluarga tidak hanya mampu menghadapi kondisi kritis pasien dengan lebih adaptif, tetapi juga dapat berperan aktif dalam proses perawatan dan pengambilan keputusan. Penting untuk mengembangkan strategi manajemen stres yang komprehensif bagi keluarga pasien ICU sebagai bagian dari pelayanan keperawatan yang holistik. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang memiliki intensitas interaksi paling tinggi dengan pasien dan keluarga memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi tingkat stres yang dialami keluarga serta memberikan intervensi yang sesuai. Perawat tidak hanya berperan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, tetapi juga sebagai edukator, konselor, dan advokat bagi keluarga. Dengan penerapan manajemen stres yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis keluarga, memperkuat dukungan terhadap pasien, serta meningkatkan kualitas pelayanan di ruang ICU secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji dan mengembangkan strategi manajemen stres yang komprehensif bagi keluarga pasien ICU sebagai bagian integral dari praktik keperawatan profesional. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan keluarga dalam mengenali serta mengelola stres yang dialami selama anggota keluarganya menjalani perawatan intensif, sehingga keluarga mampu mengembangkan mekanisme coping yang adaptif, mempertahankan kondisi psikologis yang stabil, serta berperan secara aktif dan positif dalam mendukung proses perawatan dan pengambilan keputusan terkait kondisi pasien. 2. Tujuan Khusus 1. Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pengertian stres, penyebab, serta dampak stres yang dialami selama anggota keluarga dirawat di ruang ICU. 2. Membantu keluarga mengenali tanda dan gejala stres, baik secara fisik, emosional, maupun perilaku. 3. Memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai pentingnya manajemen stres dalam menjaga kesehatan psikologis dan kemampuan mengambil keputusan. 4. Mendorong keluarga untuk membangun komunikasi yang efektif dengan tenaga kesehatan terkait kondisi pasien. 5. Membantu keluarga memanfaatkan sumber dukungan sosial dan spiritual sebagai bagian dari strategi coping. 6. Mengevaluasi pemahaman keluarga setelah diberikan penyuluhan terkait manajemen stres. 4. Pelaksanaan Kegiatan a. Topik: Manajemen Stres Bagi Keluarga Pasien di Ruang ICU b. Sasaran : Sasaran penyuluhan adalah Keluarga Pasien di Ruang ICU c. Metode: Penyampaian Materi d. Media dan Alat: Leaflet e. Waktu dan Tempat Hari/tanggal : Kamis,23 April 2026 Jam : 09.00 s/d 09.45 Tempat : Ruang Tunggu ICU
h. Evaluasi
Kriteria hasil sebagai berikut :
a. Evaluasi Struktur
1.Kegiatan penyuluhan terlaksana sesuai waktu
2.Peserta penyuluhan dapat hadir sesuai rencana
b. Evaluasi Proses
1. Peserta berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan
2. Selama penyuluhan berlangsung, semua peserta dapat
mengikuti dengan penuh perhatian
c. Evaluasi Akhir
Diharapkan peserta mampu menyimpulkan kembali
pembahasan tentang Manajemen Stres

MATERI PENYULUHAN

Manajemen Stres Bagi Keluarga Pasien di Ruang ICU

A. Pengertian Stres
Stres merupakan suatu respon fisiologis dan psikologis yang muncul
ketika individu menghadapi tuntutan atau tekanan yang dianggap melebihi
kemampuan adaptasi yang dimilikinya. Respon ini melibatkan interaksi
kompleks antara sistem saraf, hormon, dan kondisi emosional, yang bertujuan
untuk mempertahankan keseimbangan tubuh (homeostasis). Stres tidak selalu
bersifat negatif, karena dalam tingkat tertentu dapat memotivasi individu
untuk beradaptasi dan menghadapi tantangan. Namun, apabila stres
berlangsung dalam waktu lama atau tidak terkelola dengan baik, maka dapat
berdampak buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental individu (Lazarus
& Folkman, 1984; Schneiderman et al., 2005).
Secara psikologis, stres juga dipandang sebagai hasil dari proses penilaian
kognitif (cognitive appraisal) individu terhadap suatu situasi yang dianggap
mengancam atau menekan. Ketika individu menilai bahwa sumber daya yang
dimiliki tidak cukup untuk mengatasi tuntutan tersebut, maka akan muncul
respon stres yang ditandai dengan kecemasan, ketegangan, dan perubahan
perilaku. Dalam konteks kesehatan, khususnya pada keluarga pasien di ruang
ICU, stres seringkali dipicu oleh ketidakpastian kondisi pasien, keterbatasan
informasi, serta tekanan emosional yang tinggi, sehingga memerlukan
intervensi manajemen stres yang tepat untuk mencegah dampak psikologis
yang lebih berat (Cohen et al., 2007; McEwen, 2007).

B. Penyebab Stres pada Keluarga Pasien ICU
Beberapa faktor yang menyebabkan stres antara lain:
1. Kondisi pasien yang kritis dan tidak stabil
2. Ketidakpastian prognosis (kesembuhan pasien)
3. Kurangnya informasi tentang kondisi pasien
4. Lingkungan ICU yang penuh alat medis dan aturan ketat
5. Keterbatasan waktu kunjungan
6. Beban ekonomi dan tanggung jawab keluarga
7. Perubahan peran dalam keluarga

C. Tanda dan Gejala Stres
a. Fisik: Sakit kepala, Jantung berdebar, Gangguan tidur, Mudah lelah
b. Psikologis: Cemas, takut, sedih, Mudah marah, Sulit berkonsentrasi
c. Perilaku: Menarik diri, Menangis berlebihan, Sulit mengambil Keputusan
D. Dampak Stres
Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat memberikan dampak
signifikan terhadap kesehatan fisik individu. Secara fisiologis, stres memicu
aktivasi sistem saraf simpatis dan peningkatan hormon stres seperti kortisol yang,
jika berlangsung dalam jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan kesehatan
seperti hipertensi, penurunan sistem imun, gangguan tidur, serta peningkatan
risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan
stres kronis berhubungan dengan meningkatnya kejadian gangguan metabolik dan
penurunan fungsi tubuh secara keseluruhan, karena tubuh berada dalam kondisi
siaga terus-menerus (chronic stress response) (Mariotti, 2021; Yaribeygi et al.,
2020).
Selain dampak fisik stres juga berdampak besar terhadap kesehatan
psikologis dan sosial individu. Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan
gangguan mental seperti kecemasan, depresi, kelelahan emosional (burnout), serta
menurunkan kualitas hidup. Individu yang mengalami stres tinggi cenderung
mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, mengambil keputusan, serta menjaga
hubungan sosial yang sehat. Penelitian terkini juga menunjukkan bahwa stres
yang tidak dikelola dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan meningkatkan risiko
gangguan psikologis jangka panjang, terutama pada individu yang berada dalam
situasi tekanan tinggi seperti keluarga pasien di ruang ICU (Salari et al., 2020;
Santomauro et al., 2021).

E. Pentingnya Manajemen Stres
Manajemen stres merupakan upaya yang sangat penting dalam menjaga
keseimbangan kesehatan fisik dan mental individu, terutama dalam menghadapi
tekanan yang berkepanjangan. Pengelolaan stres yang efektif dapat membantu
menurunkan aktivasi berlebih pada sistem saraf simpatis dan kadar hormon stres
seperti kortisol, sehingga mencegah terjadinya gangguan kesehatan seperti
hipertensi, gangguan tidur, serta penurunan sistem imun. Penelitian terbaru
menunjukkan bahwa penerapan strategi manajemen stres yang tepat, seperti
teknik relaksasi, mindfulness, dan dukungan sosial, berkontribusi dalam
meningkatkan kesejahteraan individu serta menurunkan risiko penyakit kronis
yang berkaitan dengan stres (Yaribeygi et al., 2020; Pascoe et al., 2021).
Manajemen stres juga memiliki peran penting dalam meningkatkan
kesehatan psikologis dan kualitas hidup individu. Kemampuan dalam mengelola
stres memungkinkan seseorang untuk berpikir lebih jernih, mengontrol emosi,
serta mengambil keputusan secara rasional dalam situasi yang penuh tekanan.
Studi terbaru menunjukkan bahwa individu yang memiliki kemampuan coping
yang baik cenderung memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah
serta mampu beradaptasi lebih efektif terhadap perubahan atau kondisi sulit,
termasuk pada keluarga pasien di ruang ICU (Salari et al., 2020; Labrague,
2021).

F. Cara Mengelola Stres (Teknik Manajemen Stres)
a. Teknik Relaksasi Napas Dalam
Tarik napas perlahan melalui hidung (4 detik)
Tahan 2–3 detik
Hembuskan perlahan melalui mulut
Ulangi 5–10 kali
b. Berpikir Positif
Fokus pada hal yang bisa dikendalikan
Hindari pikiran negatif berlebihan

c. Komunikasi Efektif
Bertanya kepada tenaga kesehatan tentang kondisi pasien
Menyampaikan perasaan dan kekhawatiran
d. Dukungan Sosial
Berbagi cerita dengan keluarga atau teman
Tidak menghadapi masalah sendirian
e. Pendekatan Spiritual
Berdoa sesuai keyakinan
Mendekatkan diri kepada Tuhan
f. Istirahat yang Cukup
Mengatur waktu istirahat
Tidak memaksakan diri terus-menerus berada di rumah sakit

DAFTAR PUSTAKA

Azoulay, E., et al. (2020). Symptoms of anxiety, depression, and peritraumatic
dissociation in critical care clinicians. American Journal of Respiratory
and Critical Care Medicine, 202(10), 1388–1398.

Davidson, J. E., et al. (2017). Guidelines for family-centered care in the ICU.

Critical Care Medicine, 45(1), 103–128.

Kentish-Barnes, N., et al. (2018). Effect of a condolence letter on grief symptoms
among relatives of patients who died in the ICU. New England Journal
of Medicine, 378(6), 549–558.

Wednesday, April 22, 2026

EDUKASI KESEHATAN BAHAYA MEROKOK RABU 22 APRIL 2026 DI Praktik Keperawatan Mandiri ISMA Wound Care Center (Ns. Maria Septiyanti, S. Kep., WOC (ET)N)

 EDUKASI KESEHATAN BAHAYA MEROKOK RABU 22 APRIL 2026  DI Praktik Keperawatan Mandiri ISMA Wound Care Center (Ns. Maria Septiyanti, S. Kep., WOC (ET)N)

TEAM:

Gusti Mardalena
Maisyaroh
Mirosda
Haikal Azzam

CI Pendidikan : Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K

CI Lahan : Ns. Maria Septiyanti, S. Kep., WOC (ET)N



























MK PKP KMB 2 Maret - 17 Mei 2026

Mahasiswa keperawatan UMRI angkatan tahun 2023

TEAM PRESEPTORSHIP:
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL

PMB 2026
GELOMBANG 1: 6 November 2025 - 28 Februari 2026
GELOMBANG 2: 2 Maret - 4 juli 2026
GELOMBANG 3: 6 Juli - 5 September 2026

Keperawatan Umri unggul 🥰
Ayo kuliah di keperawatan Umri
Keperawatan Umri terbaik 🥰
#NsIsnaniarSKepMKep
daftar.umri.ac.id
Universitas Muhammadiyah Riau https://daftar.umri.ac.id/
Pendaftaran Offline : Senin-Sabtu jam 08.00-16.00 wib
Kampus Utama UMRI, Jl. Tuanku Tambusai , Pekanbaru, Riau
”Spritual, Mobility, Accountable, Responsive, Togetherness (SMART)”


EDUKASI KESEHATAN NUTRISI POST OPERASI RUANG OK LANTAI III RSUD ARIFIN AHMAD PROVINSI RIAU SELASA 21 APRIL 2026

EDUKASI KESEHATAN NUTRISI POST OPERASI RUANG OK LANTAI III  RSUD ARIFIN AHMAD PROVINSI RIAU SELASA 21 APRIL 2026


 TEAM

Diva Nabila 230201021

Revida Murni 230201013

Lulu Mardatul Ummi 230201014

Nia Putri Sari Waruwu 230201015

Dea Asri Yani 230201049

CI Pendidikan : Chairil, S.Kep., SKM, M.KL

CI Lahan : Ns. Diana Yulhirawati, S. Kep





MK PKP KMB 2 Maret - 17 Mei 2026

Mahasiswa keperawatan UMRI angkatan tahun 2023

TEAM PRESEPTORSHIP:
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.MB
Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL

PMB 2026
GELOMBANG 1: 6 November 2025 - 28 Februari 2026
GELOMBANG 2: 2 Maret - 4 juli 2026
GELOMBANG 3: 6 Juli - 5 September 2026

Keperawatan Umri unggul 🥰
Ayo kuliah di keperawatan Umri
Keperawatan Umri terbaik 🥰
#NsIsnaniarSKepMKep
daftar.umri.ac.id
Universitas Muhammadiyah Riau https://daftar.umri.ac.id/
Pendaftaran Offline : Senin-Sabtu jam 08.00-16.00 wib
Kampus Utama UMRI, Jl. Tuanku Tambusai , Pekanbaru, Riau
”Spritual, Mobility, Accountable, Responsive, Togetherness (SMART)”


Pokok Bahasan : Nutrisi Post Operasi Hari/Tanggal : Selasa, 21 April 2026 Pukul : 10.30 WIB Sasaran : KeluargaPasienYangDirawat Tempat : Ruang OK lt3 Arifin Ahmad Pekanbaru CI Pendidikan : Chairil, S.Kep.,M.KL CI Lahan : Ns. Diana Yulhirawati, S. Kep A. LATARBELAKANG Pasien yang menjalani tindakan operasi memerlukan perawatan yang optimal setelah prosedur dilakukan, salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi yang adekuat. Nutrisi post operasi memiliki peran penting dalam proses penyembuhan luka, pembentukan jaringan baru, serta meningkatkan daya tahan tubuh pasien agar terhindar dari risiko infeksi dan komplikasi. Setelah operasi, tubuh mengalami peningkatan kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung proses pemulihan. Namun, pada kenyataannya masih banyak pasien dan keluarga yang belum memahami pentingnya pengaturan nutrisi yang tepat, termasuk jenis makanan yang dianjurkan maupun yang harus dihindari. Hal ini dapat menyebabkan proses penyembuhan menjadi lebih lambat dan meningkatkan risiko komplikasi. Selain itu, kondisi pasien setelah operasi seperti nyeri, mual, atau penurunan nafsu makan juga dapat mempengaruhi asupan nutrisi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang tepat kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya nutrisi post operasi agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi. Dengan adanya penyuluhan tentang nutrisi post operasi di ruang OK Lt 3, diharapkan pasien dan keluarga dapat memahami serta menerapkan pola makan yang sesuai sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung secara optimal dan cepat. B. TUJUAN Tujuan Penyuluhan dengan Judul"Nutrisi Post Operasi" 1. Meningkatkan Pengetahuan Memberikan pemahaman kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi setelah operasi. 2. Meningkatkan Kewaspadaan Mendorong kesadaran pasien dan keluarga untuk memperhatikan asupan makanan selama masa pemulihan. 3. Mengenalkan Jenis Nutrisi Menjelaskan jenis-jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh setelah operasi seperti protein, vitamin, dan mineral. 4. Meningkatkan Kemampuan Perawatan Mandiri Membekali pasien dan keluarga dengan pengetahuan dalam mengatur pola makan yang tepat selama masa pemulihan. 5. Mempercepat Proses Penyembuhan Mendorong penerapan nutrisi yang tepat untuk mempercepat penyembuhan luka dan mencegah komplikasi. C. PELAKSANAANKEGIATAN 1. Topik Pengertian nutrisi post operasi, jenis nutrisi, manfaat nutrisi, serta makanan yang dianjurkan dan dihindari. 2. Target Keluarga pasien 3. Metode Ceramah Diskusi 4. Media dan Alat Brosur 5. Waktu danTempat Hari/Tanggal : Selasa ,21 April 2026 Waktu : 10.30 WIB Tempat : Ruang Ok lt 3 RSUDArifinAhmadPekanbaru 6. Pengorganisasian Moderator : Diva Nabila Penyaji : Revida Murni Nia Putri Sari waruwu Absen : Lulu Mardatul ummi Fasilitator : Dea asri yani 7. Materi Terlampir 8. UraianTugas 1. Penanggung jawab Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan 2. Moderator a Membuka acara b Memperkenalkan mahasiswa dan pembimbing c Menjelaskan topik dan tujuan penyuluhan d Menjelaskan kontrak waktu e Memberikan kesempatan pada presenter untuk menjelaskan materi f Mengarahkan alur diskusi g Memimpin jalannya penyuluhan h Menyimpulkan penyuluhan i Menutup acara 3. Perilaku yang diharap kan dari penguji a Menyampaikan informasi dan fasilitator kepada leader b Membantu leader dalam melaksanakan tugasnya 4. Fasilitator a Memotivasi peserta agar berperanaktif b Membuat absensi penyuluhan c Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan 5. Observer a Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dar iawal sampai akhir b Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan c Melaporkan tentang hasil penyuluha

Judul : Nutrisi Post Operasi Hari/Tanggal : Selasa, 21 April 2026 Waktu : 10.30 WIB Tempat : Ruang OK Lt. 3 RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru Sasaran : Keluarga Pasien Tempat : Ruang Tunggu Jumlah peserta : 12 orang 1. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan penyuluhan mengenai pos operasi nutrisi telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dalam Satuan Acara Penyuluhan (SAP). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga pasien mengenai pentingnya memberikan nutrisi dalam masa pemulihan pasca operasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi interaktif, dengan media berupa brosur sebagai alat bantu edukasi. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: A. Tahap Pembukaan Kegiatan diawali dengan salam pembuka oleh moderator, dilanjutkan dengan perkenalan anggota penyuluh, penjelasan tujuan kegiatan, serta penjelasan waktu kontrak. Peserta tampak memperhatikan dan merespons dengan baik pada tahap ini. B. Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini, penyaji penyampaian materi secara sistematis meliputi: a. Pengertian nutrisi pasca operasi b. Manfaat nutrisi dalam proses penyembuhan luka c. Jenis nutrisi yang dibutuhkan (protein, vitamin, mineral) d. Makanan yang direkomendasikan dan dihindari e. Cara menyediakan nutrisi dan pengaturan pola makan Selama interaksi materi, interaksi dua arah dilakukan dengan menggali pengetahuan peserta serta memberikan penguatan (reinforcement). Peserta terlihat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan. C. Tahap Penutup Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab, penyimpulan materi oleh moderator, serta penutup. Peserta mampu mengikuti hingga akhir kegiatan dengan baik. 2. HASIL PENYULUHAN Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait nutrisi post operasi. Hal ini terlihat dari kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan serta menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan. Peserta memahami bahwa nutrisi memiliki peran penting dalam mempercepat penyembuhan luka, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah komplikasi pasca operasi. Antusiasme peserta juga terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi. Adapun beberapa pertanyaan yang diajukan peserta antara lain: a. Cara mengolah makanan tinggi protein agar mudah dikonsumsi dan tetap bernilai gizi tinggi bagi pasien b. Sumber vitamin C yang baik untuk membantu proses penyembuhan c. Konsumsi buah jeruk pada pasien dengan riwayat penyakit lambung, apakah aman atau tidak Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan adanya ketertarikan dan pemahaman awal peserta terhadap materi yang diberikan. 3. EVALUASI KEGIATAN a. Evaluasi Struktur a. Tempat pelaksanaan kegiatan telah tersedia dan sesuai dengan rencana b. Media penyuluhan (brosur) tersedia dan dapat digunakan dengan baik c. Peserta hadir sebanyak 12 orang sesuai dengan target kegiatan d. Tim penyuluh hadir lengkap sesuai pembagian tugas b. Evaluasi Proses a.Kegiatan berlangsung sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan b.Sebagian peserta besar berpartisipasi aktif selama kegiatan c.Suasana kegiatan cukup kondusif dan interaktif d.Terdapat 1–2 peserta yang kurang fokus selama kegiatan berlangsung, namun tidak mengganggu jalannya penyuluhan secara keseluruhan c. Evaluasi Hasil a.±70% peserta mampu menjelaskan kembali pengertian nutrisi pasca operasi b.Peserta mampu menyebutkan manfaat nutrisi dalam proses penyembuhan c.Peserta mampu mengidentifikasi makanan yang direkomendasikan dan dihindari d.Peserta memahami pentingnya pengaturan pola makan selama masa pemulihan 4. HAMBATAN Beberapa hambatan yang ditemukan selama kegiatan berlangsung antara lain: a. Terdapat 1–2 peserta yang kurang fokus selama kegiatan berlangsung b. Kondisi lingkungan ruang perawatan yang memungkinkan adanya gangguan dari aktivitas pasien 5.KESIMPULAN Kegiatan penyuluhan tentang pos operasi nutrisi telah dilaksanakan dengan baik dan berjalan sesuai dengan perencanaan. Secara umum, tujuan kegiatan telah tercapai, yang ditandai dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pentingnya nutrisi dalam proses penyembuhan pasien pasca operasi.Peserta menunjukkan sikap antusias dan mampu berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. 6. SARAN a. Perlunya penggunaan media edukasi yang lebih variatif dan menarik untuk meningkatkan pemahaman peserta b. Diperlukan pengaturan waktu dan tempat yang lebih nyaman agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan lebih fokus c. Penyuluhan dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman d. keluarga pasien


EDUKASI KESEHATAN MANAJEMEN STRES BAGI KELUARGA PASIEN KAMIS ,23 APRIL 2026 RUANG ICU RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU

EDUKASI KESEHATAN MANAJEMEN STRES BAGI KELUARGA PASIEN KAMIS ,23 APRIL 2026 RUANG ICU RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU  TEAM: Ns. ISNANIAR, ...