Friday, May 1, 2026

EDUKASI KESEHATAN PERAWATAN PASIEN DENGAN ANEMIA, JAGA DARAH DAN JAGA KESEHATAN KAMIS 23 APRIL 2026 DI RUANGAN KENANGA 2 RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU.

 EDUKASI KESEHATAN PERAWATAN PASIEN DENGAN ANEMIA, JAGA DARAH DAN JAGA KESEHATAN KAMIS 23 APRIL 2026 DI RUANGAN KENANGA 2 RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU.

TEAM:
Ns. Isnaniar, S.Kep,M.Kep
Ns. Kholisoh, S. Kep
Dr.Ns. Tri Siwi Kusumaningrum, S.Kep M.Kes
Liling Primisti
Rahma Amelia Fitri
Melnis Ismon Pitri
Rudi Hartono Hsb
MK PKP KMB Maret - 17 Mei 2026
Mahasiswa keperawatan UMRI angkatan tahun 2023
TEAM PRESEPTORSHIP:
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.MB
Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
PMB 2026
GELOMBANG 1: 6 November 2025 - 28 Februari 2026
GELOMBANG 2: 2 Maret - 4 juli 2026
GELOMBANG 3: 6 Juli - 5 September 2026
Keperawatan Umri unggul
Ayo kuliah di keperawatan Umri
Keperawatan Umri terbaik

Universitas Muhammadiyah Riau https://daftar.umri.ac.id/
Pendaftaran Offline : Senin-Sabtu jam 08.00-16.00 wib
Kampus Utama UMRI, Jl. Tuanku Tambusai , Pekanbaru, Riau
”Spritual, Mobility, Accountable, Responsive, Togetherness (SMART)”






Pokok bahasan            : Perawatan Penderita Anemia

Sasaran                        : Pasien dan Keluarga

Hari/Tanggal               : Kamis, 23 April 2026

Jam                              : 15.00 s/d 15.40 WIB

Tempat                        : Kenanga II  Waktu Penyuluhan                                    : 40 menit

 

A.   Latar Belakang

               Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian global hingga saat ini. Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal, sehingga kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh menjadi terganggu. Kekurangan oksigen ini dapat mempengaruhi fungsi organ tubuh dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kelelahan ringan hingga komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

               Secara global, anemia masih memiliki angka kejadian yang tinggi. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa sekitar 1,62 miliar penduduk dunia mengalami anemia, yang setara dengan sekitar 24,8% populasi global. Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia reproduktif. Anemia defisiensi besi merupakan jenis yang paling umum terjadi, yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, gangguan penyerapan, maupun kehilangan darah kronis.

               Di Indonesia, anemia juga menjadi masalah kesehatan yang cukup serius. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi anemia masih cukup tinggi, terutama pada remaja putri dan ibu hamil. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan yang kurang bergizi, rendahnya konsumsi zat besi, infeksi, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penanganan anemia.

               Pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, anemia sering ditemukan baik sebagai diagnosis utama maupun sebagai penyakit penyerta. Keberadaan anemia pada pasien rawat inap dapat memperburuk kondisi klinis, menurunkan daya tahan tubuh, memperlambat proses penyembuhan luka, serta meningkatkan risiko komplikasi. Selain itu, anemia juga dapat menyebabkan pasien merasa lemah, pusing, sesak napas, dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

               Penatalaksanaan anemia tidak hanya bergantung pada terapi medis seperti pemberian suplemen zat besi atau transfusi darah, tetapi juga memerlukan peran aktif pasien dan keluarga dalam perawatan sehari-hari. Perawatan tersebut meliputi pemenuhan nutrisi yang adekuat, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, pengaturan aktivitas, serta pemantauan tanda dan gejala anemia. Namun, pada kenyataannya masih banyak pasien dan keluarga yang belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai cara perawatan anemia yang tepat.

               Kurangnya pengetahuan ini dapat menyebabkan rendahnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan dan pola hidup sehat, sehingga memperburuk kondisi anemia dan memperlambat proses penyembuhan. Oleh karena itu, edukasi kesehatan melalui kegiatan penyuluhan menjadi salah satu intervensi penting yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga .

               Penyuluhan kesehatan tentang perawatan penderita anemia di ruang perawatan, seperti di Ruang Kenanga II, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien serta keluarga dalam mengelola anemia. Dengan meningkatnya pemahaman tersebut, diharapkan pasien mampu melakukan perawatan secara mandiri, mempercepat proses penyembuhan, serta mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut.


B.    Tujuan

1.     Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta mampu memahami dan mengerti tentang pentingnya mengatasi anemia.

2.     Tujuan Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan tentang anemia diharapkan peserta dapat:

a.     Mengetahui pengertian anemia

b.     Mengetahui penyebab terjadinya anemia

c.     Mengetahui tanda dan gejala anemia

d.     Mengetahui akibat dari anemia

e.     Mengetahui cara mencegah terjadinya anemia

C.   Pelaksanaan Kegiatan

1      Topik           : Anemia

2      Sasaran        : Pasien dan Keluarga

3      Metode         : Ceramah dan Diskusi

4      Media           : Leaflet

5      Waktu dan Tempat

Hari/tanggal   : Kamis, 23 April 2026


1.     Evaluasi

Kriteria hasil sebagai berikut :

a.     Evaluasi Struktur

-       Kegiatan penyuluhan terlaksana sesuai waktu

-       Peserta penyuluhan dapat hadir sesuai rencana

b.     Evaluasi Proses

-       Peserta berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan

-       Selama penyuluhan berlangsung, semua peserta dapat mengikuti dengan penuh perhatian

c.     Evaluasi Akhir

Diharapkan peserta mampu menyimpulkan kembali pembahasan tentang Anemia.


MATERI PENYULUHAN

Edukasi Pentingnya Perawatan Pada Pasien Anemia

 

A.   Pengertian Anemia

         Anemia merupakan kondisi ketika terjadi penurunan hemoglobin (Hb) dan/atau jumlah sel darah merah dari normal sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan  fisiologis  seseorang  (Chaparro  &  Suchdev,  2019).  Biasanya terjadi penurunan kadar Hb kurang dari 12,0 g/dL pada wanita dan  kurang  dari  13,0  g/dL  pada  pria. 

A.   Penyebab Anemia

         Proses terjadinya anemia sangat bervariasi, tergantung pada penyebab utamanya. Salah satu faktor utama yang menyebabkan anemia di  antaranya  ialah:

1.   Kekurangan  nutrisi  dan  penyerapan  nutrisi  yang  tidak cukup .

2.   Kekurangan zat besi ( karena kehilangan darah, gangguan penyerapan, dan  terjadinya  peningkatan  kebutuhan metabolisme tubuh  (Halterman  &  Segel,  2020). 

3.   Infeksi seperti malaria, tuberkulosis, HIV, dan infeksi parasit.(infeksi dapat mengakibatkan penyerapan zat besi  terganggu  atau  bisa  menyebabkan  hilangnya  nutrisi sehingga dapat menyebabkan anemia )  (WHO,  2023). 

 

B.    Tanda dan Gejala Anemia

a.     Perasaan Mudah lelah, lemah, letih, lesu, lunlai (5 L)

b.     Sering Mengantuk

c.     Pandangan berkunang-kunang dari posisi jongkok ke posisi berdiri/ perubahan posisi

d.     Pucat pada wajah, telapak tangan, kuku, dan selaput dalam kelopak mata serta bibir

e.     Sering Pusing/sakit kepala.

 

C.   Cara Perawatan Pasien Dengan Anemia

Perawatan pasien dengan anemia adalah sebgai berikut:

1.     Memenuhi Kebutuhan Nutrisi

Nutrisi kunci yang harus dipenuhi adalah:

a)     Zat Besi: Ini bahan utama bikin hemoglobin 

Makanan: Daging merah, hati ayam/sapi, bayam, daun kelor, kacang merah, tahu, tempe dengan minum bareng vitamin C biar penyerapan besi naik 3x lipat. Contoh: habis makan hati ayam, minum jus jambu/jeruk. Dan hindari minum teh, kopi, susu diminum barengan sama makanan tinggi besi karena ngalangin penyerapan.

b)    Vitamin B12: Buat matengin sel darah merah 

Makanan: Telur, susu, keju, daging, ikan, hati. Khusus vegan wajib suplemen karena B12 cuma ada di hewani.

c)     Asam Folat / B9: Sama, buat produksi sel darah merah

 Makanan: Sayur hijau gelap, jeruk, alpukat, kacang-kacangan, brokoli

d)    Vitamin C: Bukan pembuat darah, tapi "mak comblang" biar besi gampang diserap 

Makanan: Jambu biji, jeruk, stroberi, tomat, paprika

e)     Protein: Bahan dasar sel darah merah

Makanan: Ikan, ayam, telur, tempe, tahu, kacang-kacangan

2.     Mencegah Risiko Infeksi Sekunder

a)     Menjaga kebersihan

·       Cuci tangan: Wajib sebelum makan, setelah dari toilet, setelah pegang uang/hewan. Pakai sabun 20 detik.

·       Makanan: Masak sampai matang sempurna. Hindari lalapan mentah, sushi, telur setengah matang, susu non-pasteurisasi. Cuci buah pakai air mengalir

·       Lingkungan: Rumah harus bersih, ventilasi bagus. Hindari tempat rame/debu/asap rokok kalau Hb masih rendah banget.

b)    Menjaga Daya Tahan Tubuh

·       Istirahat cukup: 7-9 jam/hari. Anemia bikin gampang capek, jangan dipaksa.

·       Hindari kontak sakit: Jangan deket-deket sama orang yang batuk pilek. Kalau ada yang sakit di rumah, pakai masker.

·        Luka kecil jangan sepele: Luka gores langsung cuci pakai sabun + antiseptik. Tutup plester. Infeksi bisa masuk dari situ.

·       Vaksinasi: Tanya dokter apakah perlu vaksin flu tahunan atau vaksin pneumonia, terutama kalau anemia kronis.

·       Pantau tanda bahaya infeksi

·       Langsung ke dokter kalau: demam >38°C, menggigil, batuk berdahak kuning/hijau, diare >3x sehari, luka bernanah, sariawan parah. Jangan tunggu parah karena imun pasien anemia telat "ngangkat".

·       Jaga Kebersihan mulut : sariawan gampang terjadi pas anemia. Sikat gigi pelan pakai sikat lembut, kumur air garam hangat 2x sehari. Infeksi mulut = gerbang kuman ke tubuh.

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(2014). Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia tahun 2014. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Pusdatin Kemenkes RI

Susanti, D. (2013). Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) Pada Sputum Penderita Batuk≥ 2 Minggu Di Poliklinik Penyakit Dalam BLU RSUP. Prof. Dr. RD Kandou Manado. e-CliniC, 1(1).

World Health Organization. (2014). International standards for tuberculosis care 3rd edition. Diakses dari: https://www.who.int/tb/publications/standards-tb-care-2014/en/

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman Penanggulangan Nasional TBC.

Fitriani, E. (2013). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru (Studi Kasus di Puskesmas Ketanggungan Kabupaten Brebes Tahun 2012). Unnes Journal of Public Health, 2(1)

Altigani, A. M. (2016). Assessment of knowledge, attitude and practice of Health providers regarding respiratory hygiene and cough etiquette in critical areas at Ribat Teaching Hospital in Khartoum, Sudan, 2016 (Doctoral dissertation, The National Ribat University)

Marissa, N., & Nur, A. (2014). Gambaran Infeksi Mycobacterium Tuberculosis pada Anggota Rumah Tangga Pasien TB Paru (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar). Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 24(2), 89-94

Asiah, I., Suyanto, S., & Munir, S. M. (2013). Gambaran Perilaku Pasien Tb Paru terhadap Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Tb Paru pada Pasien yang Berobat di Poli Paru RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau (Doctoral dissertation, Riau University)

Barry, T., Manning, S., Lee, M. S., Eggleton, R., Hampton, S., Kaur, J., & Wilson, N. (2011). Respiratory hygiene practices by the public during the 2009 influenza pandemic: an observational study. Influenza and other respiratory viruses, 5(5), 317-320.http://doi.org/10.1111/j.

Triani, E., Ajmala, I. E., Yuliyani, E. A., Setyorini, R. H., & Handito, D. (2021). Edukasi Dan Praktik Etika Batuk Yang Benar Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Menular Pada Siswa Sekolah Dasar di Pesisir Pantai. Jurnal Pepadu, 2(2), 194-198. 





EDUKASI KESEHATAN PRAKTIKA CARA ETIKA BATUK YANG BENAR RABU 22 APRIL 2026 DI RUANGAN JASMIN RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU

 EDUKASI KESEHATAN PRAKTIKA CARA ETIKA BATUK YANG BENAR RABU 22 APRIL 2026 DI RUANGAN JASMIN RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU






TEAM:

Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep

Ns. RAJA ASMALINDA.,S.Kep 

Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep. M.Kes 

FEVI NURSANJAYA PRATIWI 

PUTRI AZZUHRA YULIANT 

WARI SAFITRI 

ANDI DARMAWATI


Struktur Kelompok

Waktu : Rabu, 22 April 2026

Tempat : Ruangan Jasmin

 Leader : Fevi Nursanjaya Pratiwi

 Co Leader : Putri Azzuhra Yuliant

 Fasilitator : Wari Safitri

 Observer : Andi Darmawati

B. Tahap Persiapan

Sebelum penyuluhan dimulai maka semua materi sudah disiapkan terlebih dahulu. Materi yang

akan disampaikan berbentuk leaflet.

C. Tahap Pelaksana

1. Acara pelaksanaan penyuluhan dilakukan di RUANGAN JASMIN RSUD ARIFIN

ACHMAD PROVINSI RIAU Pada pukul 15.00 s/d 15.30 WIB.

2. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa dan berperan sesuai dengan tugasnya masing- masing.


3. Susunan Acara

Pada tanggal 22 april 2026 , pukul 15.00 s/d 15.30 WIB, materi penyuluhan tentang cara etika

batuk yang benar disampaikan melalui leaflet yang dibagikan kepada peserta oleh anggota

kelompok.

4. Evaluasi

a. Struktur

1. Peserta merupakan pasien dan keluarga yang berada di ruangan jasmine

2. Setting tempat penyuluhan berlangsung di dalam ruangan dengan kondisi yang

kondusif.

3. Penyampaian materi menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta.

4. Peran dan tugas anggota mahasiswa sebagai pelaksana telah sesuai dengan tugas

masing-masing.

5. Perlengkapan alat dan media yang digunakan sudah lengkap sesuai rencana, yaitu

leaflet.

b. Proses

1. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan berlangsung sesuai waktu yang telah ditentukan,

dimulai pukul 15.00 WIB dan berakhir pukul 15.30 WIB.

2. Kegiatan berjalan lancar selama pelaksanaan.


c. Hasil

1. Peserta diharapkan dapat memahami pengertian etika batuk yang benar.

2. Peserta diharapkan dapat mengetahui langkah-langkah etika batuk yang benar

(menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam).

3. Peserta diharapkan dapat memahami pentingnya mencuci tangan setelah batuk atau

bersin.

4. Peserta diharapkan dapat memahami dampak jika tidak menerapkan etika batuk

dengan baik (penyebaran penyakit).

5. Peserta diharapkan mampu mempraktikkan etika batuk yang benar dalam kehidupan

sehari-hari.

d. Saran

Untuk kegiatan selanjutnya sebaiknya melibatkan peserta yang lebih banyak serta disertai

praktik langsung agar pemahaman peserta mengenai etika batuk



MK PKP KMB Maret - 17 Mei 2026
Mahasiswa keperawatan UMRI angkatan tahun 2023

TEAM PRESEPTORSHIP:
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.MB
Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL

PMB 2026
GELOMBANG 1: 6 November 2025 - 28 Februari 2026
GELOMBANG 2: 2 Maret - 4 juli 2026
GELOMBANG 3: 6 Juli - 5 September 2026

Keperawatan Umri unggul 🥰
Ayo kuliah di keperawatan Umri
Keperawatan Umri terbaik 🥰
#NsIsnaniarSKepMKep
daftar.umri.ac.id
Universitas Muhammadiyah Riau https://daftar.umri.ac.id/
Pendaftaran Offline : Senin-Sabtu jam 08.00-16.00 wib
Kampus Utama UMRI, Jl. Tuanku Tambusai , Pekanbaru, Riau
”Spritual, Mobility, Accountable, Responsive, Togetherness (SMART)”

Sunday, April 26, 2026

EDUKASI KESEHATAN KANKER PAYUDARA/ CA MAMAE KAMIS 23 APRIL 2026 DI RUANG RAWAT INAP BEDAH SURGIKAL DAHLIA RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU

 EDUKASI KESEHATAN KANKER PAYUDARA/ CA MAMAE KAMIS 23 APRIL 2026 

DI RUANG RAWAT INAP BEDAH SURGIKAL DAHLIA 

RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU 

















TEAM: 

Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep

Dr. Ns. TRI SIWI KUSUMANINGRUM, S.Kep,M.Kes

Ns. LESTI AFRIYANTI, S.Kep

Ester Merlina Br. Sinaga 230201032 

Deviana Agustina 230201030 

Hidayana Sabila 230201017 

Sari Aisyah Dzahabiyah Akbar 230201052 




Kanker payudara (Ca mamae) merupakan salahsatu masalah Kesehatan utama di Dunia dan menjadi jenis kanker dengan angka tertingginpda Wanita. Secara Global kasus kanker payudara di angka 25% dari seluruh kasus kanker pada Wanita dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022, tercatat sekitar 2,3 juta kasus baru di Dunia meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga menjadi beban Kesehatan yang signifikan baik di Negara maju maupun Negara berkembang. 

Di Indonesia kanker payudara juga menempati urutan pertama sebagai jenis kanker terbanyak dengan jumlah kasus yang tinggi. Data menunjukan terdapat sekitar 68.858 kasus baru kanker payudara atau sekitar 16,6% dari total kasus kanker dan dengan angka kematian yang masih cukup besar. Kondisi ini menunjukan bahwa kanker payudara tidak hanya menjadi masalah Kesehatan tetapi juga berdampak pada aspek sosial dan ekonomi pasien serta keluarga. Selain itu, peningkatan angka kejadian juga dipengaruhi oleh berbagai factor resiko seperti genetik, hormonal, gaya hidup, obesitas, dan pengguanaan kontrasepsi hormonal. 

Rendahnya pengetahuan Masyarakat mengenai kanker payudara terutama mengenai gejala dan deteksi dini menjadi salah satu penyebbab keterlambatan diagnosis dan penanganan. Peneliatian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan termasuk praktik deteksi dini seperti SADARI. Oleh karena itu, penyuluhan Kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga khususnya di ruang rawat inap bedah agar pasien mampu melakukan deteksi dini dan mengambil Langkah pencegahan secara tepat sehingga dapat menurunkan angka akibat kanker payudara. 

B. Tujuan

1.Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan 1x20 menit, di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan pasien tentang penyakit kanker payudara.

2.Tujuan Khusus

Setelah dilakukan penyuluhan di harapkan pasien mampu

a.Menjelaskan pengertian kanker payudara

b.Menyebutkan factor resiko kanker payudara

c.Mengatahui tanda dan gejala kanker payudara

d.Menjelaskan cara deteksi dini (SADARI)

e.Mengetahui penatalaksanaan dan pencegahan kanker payudara

C. Pelaksanaan Kegiatan

1. Waktu

a.Hari/Tanggal : Kamis, 23 April 2026

b.Jam : 09.00 s/d 09.20 WIB

2.Tempat : Ruang rawat inap bedah surgical Dahlia

3.Metode Pelaksanaan : Penyuluhan dan Tanya jawab

4.Sasaran : Pasien dengan Ca Mamae di ruang Dahlia

5.Media : Leafleat

6.Pengorganisasian

a.Leader : Hidayana Sabila

b.Co-Leader : Sari Aisyah Dzahabiyah Akbar

c.Dokumentasi : Ester Merlina Br. Sinaga

d.Fasilitator : Deviana Agustina

e.Audience : Pasien dengan Ca Mamae di ruang

8.Uraian Tugas

a.Leader

•Menyampaikan pemaparan materi

b.Co leader

•Membantu leader saat melakukan penyuluhan

c.Dokumentasi

•Mendokumentasikan semua kegiatan penyuluhan

d.Fasilitator

•Memotivasi peserta untuk berperan aktif selama jalannya kegiatan

•Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir

•Membuat absensi acara penyuluhan

9.Kriteria evaluasi

a.Kriteria Evaluasi

•Mahasiswa telah mengonsultasikan pre planning kegiatan kepada pembimbing Pendidikan dan pembimbing lapangan sebelum pelaksanaan kegiatan

•Waktu dan tempat kegiatan telah disepakati dengan pembimbing lapangan yaitu kakak Ns. Lesti Efrianti, S.Kep

•Tersedia ruangan atau tempat untuk implementasi kegiatan

b.Kriteria Proses

•Seluruh pasien dengan masalah ca mamae mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

•Pasien aktif selama kegiatan

•Proses kegiatan implementasi berjalan sesuai dengan rencana

•Mahasiswa berada di tempat sesuai rencana

•Mahasiswa menyampaikan materi sesuai rencana

•Pasien memperhatikan dengan baik dan aktif bertanya

c.Kriteria Hasil

Pasien mengikuti kegiatan dan mampu memahami materi yang telah disampaikan dengan kriteria :

•Menjelaskan pengertian kanker payudara

•Menyebutkan factor resiko kanker payudara

•Mengatahui tanda dan gejala kanker payudara

•Menjelaskan cara deteksi dini (SADARI)

•Mengetahui penatalaksanaan dan pencegahan kanker payudara

MATERI EDUKASI PROSES PENYAKIT HIPERTENSI CARA KEREN ATASI MIGRAIN DI SMK AMAL IKHLAS DESA BENCAH KELUBI KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR

A. Konsep Kanker Payudara

1.

Defenisi Kanker Payudara

Kanker payudara adalah penyakit berupa pertumbuhan sel abnormal atau tumor ganas pada payudara yang berasal dari jaringan seperti kelenjar, duktus (saluran) maupun jaringan penunjang lainnya. Sel kanker ini jika tidak di tangani dapat tumbuh tidak terkendali dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya.

2.

Etiologi Kanker payudara

Penyebab pasti kanker payudara belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa factor resiko yang dapat meningkatkan kejadian kanker payudara itu sendiri:

a.Faktor genetic/Riwayat keluarga

b.Usia (resiko meningkat jika usia >40 tahun)

c.Faktor hormonal (menopause terlambat)

d.Penggunaan kontrasepsi hormonal

e.Obesitas

f.Riwayat tidak menyusui

g.Paparan radiasi

h.KOnsumsi alcohol dan merokok

3.Tanda dan gejala kanker payudara

•Benjolan pda payudara atau ketiak

•Perubahan bentuk atau ukuran payudara

•Kulit payudara kemerahan atau terlihat seperti kulit jeruk

•Nyeri pada payudara

•Putting tertarik kedalam atau keluaran cairan yang abnormal

•Luka pada payudara yang tidak sembuh

4.Komplikasi Kanker Payudara

a.Penyebaran ke organ lain seperti paru, hati dan tulang

b.Nyeri kronis

c.Luka terbuka pada payudara

d.Gangguan psikologis (cemas, depresi)

e.Kematian

5.Cara mencegah kanker payudara

a.Pencegahan Primer

•Menjaga pola hidup sehat (diet seimbang, olahraga)

•Menghindari alcohol dan rokok

•Menjaga berat badan ideal

b.Pencegahan skunder (Deteksi dini )

•SADARI (Periksa payudara sendiri)

Cara Melakukan SADARI

1. Berdiri tegak di depan cermin dengan lengan menjuntai ke bawah. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah ada perubahan bentuk secara signifikan pada payudara

2. Letakkan kedua tangan di atas kepala.

3. Periksa bentuk dan ukuran payudara

4. Tempatkan kedua tangan di pinggang, lalu gerakkan lengan hingga bahu ke depan. Posisi dapat membuat benjolan menjadi lebih terlihat

5. Tekan payudara secara melingkar dan perhatikan apakah ada benjolan

6. Tekan bagian puting secara perlahan untuk memeriksa apakah keluar cairan yang tidak normal

7. Ikuti langkah nomor 4-5 tetapi dengan posisi berbaring, mengangkat lengan ke atas, dan meletakkan bantal kecil di bawah bahu kanan

SADARI merupakan pemeriksaan mandiri yang harus dilakukan secara rutin.

Waktu terbaik untuk SADARI adalah pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama haid. Sementara, pada wanita menopause, SADARI dapat dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan.

•Pemeriksaan klinis oleh tenaga Kesehatan

6. Penatalaksanaan

1.Oprasi pengangkatan jaringan kanker

2.Kemoterpi

3.Radioterapi

4.Terapi hormon

EDUKASI KESEHATAN PERAWATAN PASIEN DENGAN ANEMIA, JAGA DARAH DAN JAGA KESEHATAN KAMIS 23 APRIL 2026 DI RUANGAN KENANGA 2 RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU.

  EDUKASI KESEHATAN PERAWATAN PASIEN DENGAN ANEMIA, JAGA DARAH DAN JAGA KESEHATAN KAMIS 23 APRIL 2026 DI RUANGAN KENANGA 2 RSUD ARIFIN ACHMA...