WORKSHOP KURIKULUM KEPERAWATAN UMRI RABU - KAMIS 22 - 23 JULI 2026
CATATAN:
NARASUMBER : Dr. MICIKO UMEDA, S.Kep,M.Biomed (Kepala Lembaga Penjamin Mutu / LPM UMJ)
- silaturahmi 1 bulan sekali ada pertemuan khusus bersama dosen keperawatan dengan Rektor UMJ
- diktisaintek 10 tahun 2026 ada budaya mutu sebagai penekanan
- semuanya by dokumen dalam PPEPP mutu
- input-proses-dampaknya kurikulum harus kelihatan, dan melihat bagaimana linknya kurikulum dengan akreditasi, unggul harus dalam 5 tahun tidak hanya unggul dalam 3 tahunreview kurikulum OBE harus dilakukan
- AIPVIKI dan AIPNI,
- belum sepenuhnya pelaksanaan dengan metode OBE, jadi harus ada panduan dan pedoman turunan dari standar kompetensi, standar isi, panduan teknis , SOP yang ada menggunakan rujukan apa, dan semuanya harus ada kebijakan didukung dokumen pendukung
- kita tak bisa melakukan monev kalau tidak ada dokumen
- saya evaluator pendirian profesi ners baru
- saat ini sudah masuk dalam proses di LAM PT Kes
- semoga September 2026 sudah bisa menerima mhs baru untuk S1 Keperawatan dan Profesi Ners
- model pendekatan kualitatif akan mudah kalau perangkatnya sudah disediakan, data yang diminta 3 tahun terakhir, siapkan mulai sekarang dan menjadi budaya mutu , jalankan PPEPP, perlu adanya monev 2 kali dalam 1 tahun dan ada dokumen dan temuan dari hasil monev , solusinya apa
- tidak terlalu sulit dibandingkan dengan dokumen lama
- prodi Ners sudah dapat izin tapi dalam 2 tahun harus sudah akreditasi, dengan data 3 tahun terakhir
- hindari kata sebagian terpenuhi , KALAU MAU DAPAT UNGGUL SEMUANYA HARUS TERPENUHI
- monev capaian pembelajaran peta kompetensi dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai CPL tersebut
- Teamwork untuk prodi yang serumpun untuk melakukan kuliah bersama untuk membentuk kelompok kelompok kecil
- harus ada etika digital
- harus ada batasan plagiarisme dan etika dalam pengguanaan digital seperti AI
- kembangkan proses pembelajaran lebih interaktif dan komunikatif, pertimbangkan budaya tertentu yang ada di masyarakat, harus ada inovasi dalam berkomunikasi sehingga informasi dapat diserap
- semua pendokumentasian harus clear harus ada rancangan pembelajaran dalam bentuk kegiatan apa, itu harus ada didokumentasikan, foto, absensinya harus ada
- asesornya sangat mumet , semua poin harus dianalaisis, dan harus sesuai dengan kaidah kaidah yang sangat detail dan kualitatif, bersumber dengan bukti yang lengkap
- rumuskan tujuan , CPL, strategi dan rancangan metode, tidak bisa sama untuk metode pembelajaran , disesuaikan dengan CPMK, dan lingkungan ekosistem pembelajaran, tidak mesti hanya di kelas bisa dilakukan di luar kelas
- OBE fokus pada CPL
- KETIKA DITANYA DI KRITERIA PENILAIAN , harus ada pedoman standar penilaian, pedoman penilaian proses pembelajaran
- SK kebijakan yang mendukung semua tahapan penilaian
- UTS/UAS harus menunjukkan justifikasinya apa?
- laboratorium tidak hanya dipakai hanya saat jadwal lab saja, mhs boleh eksplor ke lab dengan pengawasan di luar jadwal lab (praktikum mandiri dengan pengawasan)
- pengguna lulusan dan stakeholder harus ada , dan memberikan masukan dan kepuasan , marasa senang merekrut lulusan UMRI karena santun dalam berkomunikasi, bahwa setiap melakukan tindakan selalu membaca basamalah tidak pernah lupa
- artikel dan hasil publikasi jurnal dosen digunakan sebagai referensi dalam RPS dan proses pembelajaran
- kuliah online tak boleh untuk mata kuliah skill
- harus ada peta kurikulum, dan pengukuran CPL
- Banchmarking : virtual, kajian kurikulum, setiap tahun lakukan evaluasi untuk perbaikan yang lebih baik lagi
- DOSEN:konsep berbasis luaran, dosen lakukan Tatap muka untuk knowledge, namun untuk mampu melakukan, mampu menyiapkan harus dilakukan di laboratorium, di klinik dan wahana klinis
- PRODI : jumlah mhs yang masuk harus sama dengan jumlah yang keluar atau lulus sebagai hasil akhir yang diminta oleh CPL/CPMK, dan masukan penilaian dari stakeholder untuk mutu layanan kesehatan dari alumni yang bekerja
- REKTOR/UNIVERSITAS: masa tunggu lulusan, lulusan tepat waktu, jangan sampai lulusan hanya bekerja di klinik kecantikan saja , tapi harus lebih banyak bekerja di RS
- sebentar lagi akan lahir lulusan S1 dan Ners, insyaallah jumlah mhs tidak pernah sedikit namun tetap butuh banyak perawat di internasional
- lakukan kerjasama dengan negara negara terdekat dengan UMRI, seperti Singapura
- saat mhs menunggu UKOM mhs menjalani orientasi disana/magang
- harus ada pedoman penyusunan kurikulum OBE, pedoman penyusunan RPS, pedoman penilaian, dan harus ada SOP untuk ketiganya
- keunggulan keilmuan prodi harus terlihat pada kurikulum
- perawatan luka melampau KKNI level 5, karena melewati kewenangan level 5, kaji ulang supaya tidak menjadi masalah. dosen homebased apakah ada dari medikal bedah? punya sertifikasi perawatan luka? seharusnya masuk ke Ners karena bisa membuka praktik mandiri.
- diploma ambil kebutuhan dasar saja bukan perawatan luka medikal bedah
- jangan sampai melampaui KKNI Level 5
- sekalian saja diploma dengan S1 untuk kajian ulang
- mhs diploma 3 bisa diberikan tapi bukan praktik mandiri tapi kerja berkelompok. tidak boleh menjadi bunyi sebagai keunggulan prodi
- hati hati untuk menyesuaikan level KKNI nya
- harus selaras dengan standar mutu
- prodi keperawatan harus punya standar turunan dari universitas dan fakultas
- harus ada turunan standar sesuai rumpun ilmu
- biaya kuliah kesehatan itu tidak mahal, namun yang membuat mahal adalah RS tempat wahana praktik harus dibayar dalam jumlah besar
- biaya spesialis keperawatan 26 jt/ semester
- seharusnya laporan kasus dilakukan secara berkelompok, 3 orang dalam 1 kelompok, jangan sendiri, akan lengkap dalam pembuatan laporan bersama, yang nantinya akan dipublikasikan
- H-2 mhs ikut untuk demo bersama preseptor, dengan syarat pasien bersedia, preseptor informed consent
- kemudian mhs membuat resume, untuk dipresentasikan
- produk pembelajaran nyata: video yang dibuat mhs dalam proses pembelajarannya
- kebutuhan dasar nutrisi pasien dengan masalah ginjal: mhs akan memberikan pendapat semua
- video aktivitas edukasi, video model melakukan tindakan, kasus dengan melakukan tindakan sederhana untuk mengatasi masalah
- masalah nutrisi : pasien tidak bisa makanan biasa, tapi harus lunak, konsultasi dengan ahli gizi, untuk kreativitasnya untuk bisa tetap mau makan dengan inovasi baru
- kembangkan model pembelajaran PBL , bagi berapa kasus yang akan dibahas bersama mhs berbasis kasus nyata
- proses pembelajaran, media pembelajaran tidak perlu beli, mhs ditugaskan untuk membuatnya bisa menggunakan bantuan AI
- perlu inovasi apa, sehingga akan ada produk hasil nyata
- CBL : pasien dengan kasus nyata, apa rekomendasinya?
- video, booklet, suruh mhs yang membuatnya, sehingga bisa digunakan sebagai media pembelajaran, pakai format ISO 2021
- nilai capaian akhir adalah akumulasi, dengan OBE cukup dengan keaktifannya dalam presentasi dan diskusi . kelompok lain menilai kelompok yang presentasi
- kualitas produk " apa isi video yang harus ada?, kelompok diminta bercerita bagaimana proses produk dipersiapakan dan dibuat"
- dengan OBE tidak perlu ada UTS dan UAS
- cari kasus nyata untuk dibahas mhs
- sekolah lansia untuk mencegah demensia pada lansia, kerjasama dengan psikolog, RS, dan ahli gizi
- dalam waktu dekat akan ada bantuan qatar, bantu 18 kelas untuk kamar lansia
- tidak ada yang membatasi CPL dan metode pembelajaran , yang penting tidak melampaui KKNI level 5 untuk diploma keperawatan
- PEO (profil lulusan universitas) dan Profil perawat? apa bedanya?
- Profesional : sebagai apa? perawat care provider, peneliti, manager in health. supaya tidak bingung, domain universitas, tambah kolom disebelahnya untuk profil AIPNI tidak ada beda dengan AIPVIKI, perbedaannya Ners meneliti sederhana
- nanti akan diberikan milik UMJ ,tinggal digunakan
- AIPNI 9 tambah 1 (AIK), mengaplikasikan nilai nilai islam dan kemuhammadiyahan , jadi 10
- penciri prodi : tidak ada mata kuliah penciri, tapi yang ada keunggulan apa? 10 pohon keilmuan keperawatan. saat ini ditelaah, UI akan memasukkan onkologi
- menghasilkan lulusan profesi ners dengan keunggulan keperawatan medikal bedah fokus pada asuhan keperawatan endokrin
- kita harus menjawab keunggulan ini, endokrin yang ada di medikal bedah
- keunggulan : pegang pohon ilmu
- jangan menambah MK macam macam, pastikan bahan kajiannya, lebih baik mengembangkan bahan kajian daripada membuat mata kuliah baru
- kita menambahkan mata kuliah, keperawatan paliatif, keperawatan luka bukan mata kuliah, nanti akan dicoret oleh DIKTI, karena sudha masuk rumpun keperawatan medikal bedah, jangan pernah berdiri sendiri seperti itu sebagai mata kuliah
- keperawatan paliatif, keperawatan luka dikembangkan dalam bentuk bahan kajian saja, dan lihat kedalamannya,
- 1 SKS 45 menit untuk 1 kali tatap muka
- gunakan KMK untuk menilai kedalaman mata kuliah
- keperawatan paliatif KMK nilai 4, maka dihitung menitnya jadi berapa SKS untuk menjadi penciri program studi
- CPL Permendikbud 3, pakai CPL AIPNI, masukkan semuanya
- KMK untuk keterampilan diberikan skor 4
- ambil yang ada di AIPNI, tambahkan 1 sks untuk keunggulan dalam mata kuliah keperawatan medikal bedah
- jangan pernah muncul MK baru, sehingga menambah rumpun ilmu keperawatan
- AIK : mhs santun dalam berkomunikasi,
- dasar berfikirnya, tentukan kedalamannya , maping kan , masukkan dalam 10 pohon ilmu keperawatan
- struktur kurikulum penciri prodi 8 SKS, tugas akhir ilmiah jangan banyak banyak SKS,
- semester 1 - 2 tidak boleh lebih dari 20 SKS
- buat sama dengan AIPNI,
- dengan OBE maka akan banyak kreativitas mhs yang harus dikerjakan
- copy paste aja yang ada di AIPNI,
- setiap MK tidak boleh melebihi 6 SKS
- jika lebih dari 6 SKS , maka MK harus dipecah,
- bahan kajian khusu endokrin hanya membahas dewasa
- KMB AIPNI 6 SKS, Tambahkan menjadi 2 SKS untuk penciri prodi/keunggulan prodi dalam medikal bedah endokrin
- capture halamannya dalam LED buat linknya, supaya mudah saat asesor bertanya penciri prodi
- kalau sudha lengkap biasanya asesor tidak akan bertanya
- PPEPP
- Dasar penyusunan kurikulum untuk diploma dan ners sama, yang penting pernyataan visi dan misi prodi, maka kajian harus kuat, peluang pasarnya? kebutuhan yang membutuhkan keunggulan sistem endokrin? brencmarking? RPJP Kemenkes melihat jumlah penyakit Diabetes melitus,
- hasil tracer studi harus ada untuk usulan kebutuhan pasar, yang membutuhkan keunggulan pada sistem endokrin
- KMK 245, MILLER
- AIPVIKI 2024 , tapi belum dapat hasil akhir
- capaian UKOM kelulusan harus diatas 80%, di bawah 70% berbahaya untuk akreditasi
- SARAN 145 SKS saja, tidak perlu mata kuliah baru
- MK baru hanya AIK
- spiritual care masukkan dalam AIK, PENYELENGGARAAN JENAZAH, MEMANUSIAKAN MANUSIA SAAT SUDAH MENINGGAL
- Kalau AL / asesment lapangan : sampai ke RPS harus ada semuanya
- target unggul dalam 3 tahun
- Kriteria 1 mutlak harus sudah terpenuhi, maka nilai akreditasi akan baik, jangan membuat sebagian terpenuhi
- visi harus beneran tidak hanya sekedar mimpi
- kurikulum yang ada saat ini perbaikan mayor/makro untung tidak di visitasi
- harus menjabarkan kajian pendahuluan, kenapa muncul visi ini?
- SARAN : MEDIKAL BEDAH FOKUS PADA ASKEP PASIEN DENGAN DEGENERATIF
- 1 BULAN SEBELUM MENERIMA MHS BARU HARUS MELAPOR KE LLDIKTI XVII, KURIKULUM, DATA DOSEN HOMEBASED, SUPAYA TIDAK BERMASALAH SAAT IKUT UKOM, atau sesegera mungkin 1 minggu setelah SK diterima
Ka. PRODI KEPERAWATAN YENI YARNITA:
- Keunggulan : KMB sistem endokrin
Ka. Lab Keperawatan Silvia:
- saat ini UMRI memberi batas nilai untuk OBE 70 untuk CPL yang tercapai
KA. PRODI KEPERAWATAN
- Menambah pengetahuan untuk kurikulum bermasis OBE, kebutuhan mutlak untuk lulusan yang siap pakai di klinik
- Capaian : CPL, Asesment di kelas dan wahana praktik
- Kurikulum profesi ners, review berkala sesuai standar nasional
- Kurikulum yang visioner
- prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners insyaAllah menunggu SK
DEKAN FMIPA DAN KESEHATAN UMRI
- Keperawatan harus maju dan berkembang
- besok ada AL untuk 2 prodi di UMRI
- bulan juli 2026, dosen dan mhs dalam puncak kegiatan, UAS dan kegiatan lainnya seperti akreditasi
- mohon review yang mendalam apa yang sudah disusun , dan tidak ada yang terlewatkan
- lebih dalam membahas aspek pembelajaran, dalam OBE, seperti apa dilaksanakan, satu kriteria mulai kurikulum sampai evaluasi pembelajaran akan dianalisa secara mendalam dan keseluruhan,
- setelah izin keluar dalam 2 tahun harus langsung melakukan rekareditasi, semoga kurikulum keperawatan bisa menghasilkan lulusan yang dibutuhkan oleh masyarakat
- serapan alumni keperawatan sangat baik, di SUMBAR sudah mulai kejenuhan dengan jumlah lulusan keperawatan
- semoga kegiatan hari ini menjadi bermakna
- menghasilkan lulusan profesi ners dengan keunggulan keperawatan medikal bedah fokus pada asuhan keperawatan endokrin
VISI :Menghasilkan lulusan profesi Ners dengan keunggulan Keperawatan Medikal Bedah (KMB) fokus pada asuhan keperawatan endokrin merupakan pernyataan visi atau capaian pembelajaran utama (profil lulusan) dari sebuah program studi keperawatan. [1, 2, 3]
Untuk mewujudkan keunggulan spesifik ini secara nyata, institusi pendidikan tinggi keperawatan harus mengintegrasikan fokus tersebut ke dalam pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.
🔴 Strategi Implementasi Kurikulum & Praktik
- Penyusunan Kurikulum Spesifik: Memperbesar bobot SKS dan pembahasan mendalam pada mata kuliah KMB yang membahas sistem endokrin. Contohnya meliputi penanganan Diabetes Melitus (tipe 1, 2, gestasional, serta komplikasi luka/ulkus diabetikum), gangguan tiroid (hiper/hipotiroidisme), serta sindrom metabolik lainnya. [1, 2]
- Stase Praktik Klinik Unggulan: Mengalokasikan waktu praktik profesi (Stase KMB) secara khusus di ruang rawat inap endokrin, poli edukasi diabetes, atau pusat perawatan luka diabetes (wound care clinic). [1]
- Sertifikasi Kompetensi Tambahan: Membekali mahasiswa dengan pelatihan bersertifikat sebelum lulus, seperti pelatihan Certified Wound Care Clinician (CWCC) fokus ulkus diabetikum atau konselor edukator diabetes.
🔴 Kompetensi Utama Lulusan (Profil Ners Endokrin)
- Pengkajian Akurat: Mampu melakukan pemeriksaan fisik khusus endokrin, termasuk deteksi dini neuropati perifer dan pemeriksaan sirkulasi kaki diabetes.
- Perumusan Diagnosis & Intervensi: Ahli dalam menyusun intervensi ketidakstabilan kadar glukosa darah, manajemen nutrisi, hingga perawatan integritas kulit/jaringan.
- Keterampilan Psikomotor: Menguasai teknik modern moist wound healing untuk luka diabetes, manajemen terapi insulin, serta penggunaan alat monitor gula darah mandiri.
- Edukator & Konselor: Mampu menyusun program modifikasi gaya hidup dan kepatuhan pengobatan bagi pasien penyakit kronis endokrin. [1, 2]
🔴 Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi
- Penelitian (Research): Mengarahkan tugas akhir (Karya Ilmiah Akhir Ners/KIAN) mahasiswa untuk meneliti inovasi intervensi asuhan endokrin, seperti efektivitas senam kaki diabetes atau terapi komplementer penurun gula darah.
- Pengabdian Masyarakat: Menyelenggarakan pos pembinaan terpadu (Posbindu) khusus skrining diabetes melitus dan hipertensi di komunitas binaan kampus.
Pembagian Materi Perkuliahan AIK
Secara umum, kurikulum AIK di PTMA dibagi menjadi empat tahapan berjenjang: [1]
- AIK I (Kemanusiaan dan Keimanan): Membahas hakikat manusia, akidah Islam, dan tauhid.
- AIK II (Ibadah, Akhlak, dan Muamalah): Panduan praktis ibadah sesuai Sunnah, etika Islam, dan interaksi sosial.
- AIK III (Kemuhammadiyahan): Sejarah, ideologi, organisasi, dan gerakan dakwah Muhammadiyah.
- AIK IV (Islam dan Ilmu Pengetahuan): Integrasi nilai-nilai Islam dengan disiplin ilmu masing-masing program studi. [1, 2]
No comments:
Post a Comment