Friday, May 1, 2026

EDUKASI KESEHATAN PERAWATAN PASIEN DENGAN ANEMIA, JAGA DARAH DAN JAGA KESEHATAN KAMIS 23 APRIL 2026 DI RUANGAN KENANGA 2 RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU.

 EDUKASI KESEHATAN PERAWATAN PASIEN DENGAN ANEMIA, JAGA DARAH DAN JAGA KESEHATAN KAMIS 23 APRIL 2026 DI RUANGAN KENANGA 2 RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU.

TEAM:
Ns. Isnaniar, S.Kep,M.Kep
Ns. Kholisoh, S. Kep
Dr.Ns. Tri Siwi Kusumaningrum, S.Kep M.Kes
Liling Primisti
Rahma Amelia Fitri
Melnis Ismon Pitri
Rudi Hartono Hsb
MK PKP KMB Maret - 17 Mei 2026
Mahasiswa keperawatan UMRI angkatan tahun 2023
TEAM PRESEPTORSHIP:
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.MB
Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
PMB 2026
GELOMBANG 1: 6 November 2025 - 28 Februari 2026
GELOMBANG 2: 2 Maret - 4 juli 2026
GELOMBANG 3: 6 Juli - 5 September 2026
Keperawatan Umri unggul
Ayo kuliah di keperawatan Umri
Keperawatan Umri terbaik

Universitas Muhammadiyah Riau https://daftar.umri.ac.id/
Pendaftaran Offline : Senin-Sabtu jam 08.00-16.00 wib
Kampus Utama UMRI, Jl. Tuanku Tambusai , Pekanbaru, Riau
”Spritual, Mobility, Accountable, Responsive, Togetherness (SMART)”






Pokok bahasan            : Perawatan Penderita Anemia

Sasaran                        : Pasien dan Keluarga

Hari/Tanggal               : Kamis, 23 April 2026

Jam                              : 15.00 s/d 15.40 WIB

Tempat                        : Kenanga II  Waktu Penyuluhan                                    : 40 menit

 

A.   Latar Belakang

               Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian global hingga saat ini. Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal, sehingga kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh menjadi terganggu. Kekurangan oksigen ini dapat mempengaruhi fungsi organ tubuh dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kelelahan ringan hingga komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

               Secara global, anemia masih memiliki angka kejadian yang tinggi. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa sekitar 1,62 miliar penduduk dunia mengalami anemia, yang setara dengan sekitar 24,8% populasi global. Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia reproduktif. Anemia defisiensi besi merupakan jenis yang paling umum terjadi, yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, gangguan penyerapan, maupun kehilangan darah kronis.

               Di Indonesia, anemia juga menjadi masalah kesehatan yang cukup serius. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi anemia masih cukup tinggi, terutama pada remaja putri dan ibu hamil. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan yang kurang bergizi, rendahnya konsumsi zat besi, infeksi, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penanganan anemia.

               Pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, anemia sering ditemukan baik sebagai diagnosis utama maupun sebagai penyakit penyerta. Keberadaan anemia pada pasien rawat inap dapat memperburuk kondisi klinis, menurunkan daya tahan tubuh, memperlambat proses penyembuhan luka, serta meningkatkan risiko komplikasi. Selain itu, anemia juga dapat menyebabkan pasien merasa lemah, pusing, sesak napas, dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

               Penatalaksanaan anemia tidak hanya bergantung pada terapi medis seperti pemberian suplemen zat besi atau transfusi darah, tetapi juga memerlukan peran aktif pasien dan keluarga dalam perawatan sehari-hari. Perawatan tersebut meliputi pemenuhan nutrisi yang adekuat, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, pengaturan aktivitas, serta pemantauan tanda dan gejala anemia. Namun, pada kenyataannya masih banyak pasien dan keluarga yang belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai cara perawatan anemia yang tepat.

               Kurangnya pengetahuan ini dapat menyebabkan rendahnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan dan pola hidup sehat, sehingga memperburuk kondisi anemia dan memperlambat proses penyembuhan. Oleh karena itu, edukasi kesehatan melalui kegiatan penyuluhan menjadi salah satu intervensi penting yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga .

               Penyuluhan kesehatan tentang perawatan penderita anemia di ruang perawatan, seperti di Ruang Kenanga II, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien serta keluarga dalam mengelola anemia. Dengan meningkatnya pemahaman tersebut, diharapkan pasien mampu melakukan perawatan secara mandiri, mempercepat proses penyembuhan, serta mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut.


B.    Tujuan

1.     Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta mampu memahami dan mengerti tentang pentingnya mengatasi anemia.

2.     Tujuan Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan tentang anemia diharapkan peserta dapat:

a.     Mengetahui pengertian anemia

b.     Mengetahui penyebab terjadinya anemia

c.     Mengetahui tanda dan gejala anemia

d.     Mengetahui akibat dari anemia

e.     Mengetahui cara mencegah terjadinya anemia

C.   Pelaksanaan Kegiatan

1      Topik           : Anemia

2      Sasaran        : Pasien dan Keluarga

3      Metode         : Ceramah dan Diskusi

4      Media           : Leaflet

5      Waktu dan Tempat

Hari/tanggal   : Kamis, 23 April 2026


1.     Evaluasi

Kriteria hasil sebagai berikut :

a.     Evaluasi Struktur

-       Kegiatan penyuluhan terlaksana sesuai waktu

-       Peserta penyuluhan dapat hadir sesuai rencana

b.     Evaluasi Proses

-       Peserta berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan

-       Selama penyuluhan berlangsung, semua peserta dapat mengikuti dengan penuh perhatian

c.     Evaluasi Akhir

Diharapkan peserta mampu menyimpulkan kembali pembahasan tentang Anemia.


MATERI PENYULUHAN

Edukasi Pentingnya Perawatan Pada Pasien Anemia

 

A.   Pengertian Anemia

         Anemia merupakan kondisi ketika terjadi penurunan hemoglobin (Hb) dan/atau jumlah sel darah merah dari normal sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan  fisiologis  seseorang  (Chaparro  &  Suchdev,  2019).  Biasanya terjadi penurunan kadar Hb kurang dari 12,0 g/dL pada wanita dan  kurang  dari  13,0  g/dL  pada  pria. 

A.   Penyebab Anemia

         Proses terjadinya anemia sangat bervariasi, tergantung pada penyebab utamanya. Salah satu faktor utama yang menyebabkan anemia di  antaranya  ialah:

1.   Kekurangan  nutrisi  dan  penyerapan  nutrisi  yang  tidak cukup .

2.   Kekurangan zat besi ( karena kehilangan darah, gangguan penyerapan, dan  terjadinya  peningkatan  kebutuhan metabolisme tubuh  (Halterman  &  Segel,  2020). 

3.   Infeksi seperti malaria, tuberkulosis, HIV, dan infeksi parasit.(infeksi dapat mengakibatkan penyerapan zat besi  terganggu  atau  bisa  menyebabkan  hilangnya  nutrisi sehingga dapat menyebabkan anemia )  (WHO,  2023). 

 

B.    Tanda dan Gejala Anemia

a.     Perasaan Mudah lelah, lemah, letih, lesu, lunlai (5 L)

b.     Sering Mengantuk

c.     Pandangan berkunang-kunang dari posisi jongkok ke posisi berdiri/ perubahan posisi

d.     Pucat pada wajah, telapak tangan, kuku, dan selaput dalam kelopak mata serta bibir

e.     Sering Pusing/sakit kepala.

 

C.   Cara Perawatan Pasien Dengan Anemia

Perawatan pasien dengan anemia adalah sebgai berikut:

1.     Memenuhi Kebutuhan Nutrisi

Nutrisi kunci yang harus dipenuhi adalah:

a)     Zat Besi: Ini bahan utama bikin hemoglobin 

Makanan: Daging merah, hati ayam/sapi, bayam, daun kelor, kacang merah, tahu, tempe dengan minum bareng vitamin C biar penyerapan besi naik 3x lipat. Contoh: habis makan hati ayam, minum jus jambu/jeruk. Dan hindari minum teh, kopi, susu diminum barengan sama makanan tinggi besi karena ngalangin penyerapan.

b)    Vitamin B12: Buat matengin sel darah merah 

Makanan: Telur, susu, keju, daging, ikan, hati. Khusus vegan wajib suplemen karena B12 cuma ada di hewani.

c)     Asam Folat / B9: Sama, buat produksi sel darah merah

 Makanan: Sayur hijau gelap, jeruk, alpukat, kacang-kacangan, brokoli

d)    Vitamin C: Bukan pembuat darah, tapi "mak comblang" biar besi gampang diserap 

Makanan: Jambu biji, jeruk, stroberi, tomat, paprika

e)     Protein: Bahan dasar sel darah merah

Makanan: Ikan, ayam, telur, tempe, tahu, kacang-kacangan

2.     Mencegah Risiko Infeksi Sekunder

a)     Menjaga kebersihan

·       Cuci tangan: Wajib sebelum makan, setelah dari toilet, setelah pegang uang/hewan. Pakai sabun 20 detik.

·       Makanan: Masak sampai matang sempurna. Hindari lalapan mentah, sushi, telur setengah matang, susu non-pasteurisasi. Cuci buah pakai air mengalir

·       Lingkungan: Rumah harus bersih, ventilasi bagus. Hindari tempat rame/debu/asap rokok kalau Hb masih rendah banget.

b)    Menjaga Daya Tahan Tubuh

·       Istirahat cukup: 7-9 jam/hari. Anemia bikin gampang capek, jangan dipaksa.

·       Hindari kontak sakit: Jangan deket-deket sama orang yang batuk pilek. Kalau ada yang sakit di rumah, pakai masker.

·        Luka kecil jangan sepele: Luka gores langsung cuci pakai sabun + antiseptik. Tutup plester. Infeksi bisa masuk dari situ.

·       Vaksinasi: Tanya dokter apakah perlu vaksin flu tahunan atau vaksin pneumonia, terutama kalau anemia kronis.

·       Pantau tanda bahaya infeksi

·       Langsung ke dokter kalau: demam >38°C, menggigil, batuk berdahak kuning/hijau, diare >3x sehari, luka bernanah, sariawan parah. Jangan tunggu parah karena imun pasien anemia telat "ngangkat".

·       Jaga Kebersihan mulut : sariawan gampang terjadi pas anemia. Sikat gigi pelan pakai sikat lembut, kumur air garam hangat 2x sehari. Infeksi mulut = gerbang kuman ke tubuh.

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(2014). Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia tahun 2014. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Pusdatin Kemenkes RI

Susanti, D. (2013). Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) Pada Sputum Penderita Batuk≥ 2 Minggu Di Poliklinik Penyakit Dalam BLU RSUP. Prof. Dr. RD Kandou Manado. e-CliniC, 1(1).

World Health Organization. (2014). International standards for tuberculosis care 3rd edition. Diakses dari: https://www.who.int/tb/publications/standards-tb-care-2014/en/

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman Penanggulangan Nasional TBC.

Fitriani, E. (2013). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru (Studi Kasus di Puskesmas Ketanggungan Kabupaten Brebes Tahun 2012). Unnes Journal of Public Health, 2(1)

Altigani, A. M. (2016). Assessment of knowledge, attitude and practice of Health providers regarding respiratory hygiene and cough etiquette in critical areas at Ribat Teaching Hospital in Khartoum, Sudan, 2016 (Doctoral dissertation, The National Ribat University)

Marissa, N., & Nur, A. (2014). Gambaran Infeksi Mycobacterium Tuberculosis pada Anggota Rumah Tangga Pasien TB Paru (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar). Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 24(2), 89-94

Asiah, I., Suyanto, S., & Munir, S. M. (2013). Gambaran Perilaku Pasien Tb Paru terhadap Upaya Pencegahan Penyebaran Penyakit Tb Paru pada Pasien yang Berobat di Poli Paru RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau (Doctoral dissertation, Riau University)

Barry, T., Manning, S., Lee, M. S., Eggleton, R., Hampton, S., Kaur, J., & Wilson, N. (2011). Respiratory hygiene practices by the public during the 2009 influenza pandemic: an observational study. Influenza and other respiratory viruses, 5(5), 317-320.http://doi.org/10.1111/j.

Triani, E., Ajmala, I. E., Yuliyani, E. A., Setyorini, R. H., & Handito, D. (2021). Edukasi Dan Praktik Etika Batuk Yang Benar Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Menular Pada Siswa Sekolah Dasar di Pesisir Pantai. Jurnal Pepadu, 2(2), 194-198. 





No comments:

Post a Comment

EDUKASI KESEHATAN PERAWATAN PASIEN DENGAN ANEMIA, JAGA DARAH DAN JAGA KESEHATAN KAMIS 23 APRIL 2026 DI RUANGAN KENANGA 2 RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU.

  EDUKASI KESEHATAN PERAWATAN PASIEN DENGAN ANEMIA, JAGA DARAH DAN JAGA KESEHATAN KAMIS 23 APRIL 2026 DI RUANGAN KENANGA 2 RSUD ARIFIN ACHMA...