Edukasi Kesehatan Pencegahan dan Perawatan Fraktur pada keluarga pasien yang mengalami fraktur hari Rabu, 22 April 2026 pukul 15.00 WIB di ruangan Edelweis RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
TEAM:
Ns. Isnaniar, S.Kep,M.Kep
Wiwik Norlita, A.Kep., S. Kep., M. Kes
Ns. Hendri yulindra, S. Kep
Syahrotul Hayati Kamal Afif
R. Syafna Anwar
Larassati
Halkia Kika
https://drive.google.com/drive/folders/1jL6FBIWhflZOgXFQW-kyTO2qnScLlliM
Pokok bahasan : Edukasi Pencegahan Dan Perawatan Fraktur
Sasaran : Pasien RSUD Arifin Ahmad
Hari/Tanggal : Rabu, 22 april 2026
Jam : 16.00 s/d WIB
Tempat : Ruang Edelwis
Waktu Penyuluhan : 45 menit
A.Latar Belakang
Fraktur atau patah tulang merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yangdisebabkan oleh trauma, tekanan berlebih, atau kondisi patologis tertentu. Cedera ini sering terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh, maupun aktivitas olahraga. Selain itu, penyakit seperti osteoporosis juga dapat meningkatkan risiko terjadinya fraktur karena menurunnya kekuatan tulang.
Fraktur tidak hanya menyebabkan rasa nyeri, tetapi juga dapat mengganggu fungsi gerak tubuh dan aktivitas sehari-hari. Jika tidak ditangani dengan baik, fraktur dapat menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi, kelainan bentuk tulang, bahkan kecacatan permanen.
Oleh karena itu, penting untuk memahami tentang fraktur, mulai dari penyebab, jenis, tanda dan gejala, hingga penanganannya. Pengetahuan ini sangat berguna baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat umum dalam upaya pencegahan dan penanganan yang tepat
B. Tujuan
1.
Tujuan Umum
Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien tentang bahaya merokok terhadap kesehatan pembuluh darah serta risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta dapat mengetahui :
•
Menjelaskan pengertian fraktur.
•
Mengidentifikasi penyebab fraktur.
•
Mengetahui jenis-jenis fraktur.
•
Memahami tanda dan gejala fraktur.
•
Menjelaskan penatalaksanaan fraktur.
•
Mengetahui komplikasi fraktur.
•
Menjelaskan upaya pencegahan fraktur.
B. Pelaksanaan Kegiatan
1.
Topik
Edukasi Pencegahan Dan Perawatan Fraktur
2. Sasaran
Sasaran penyuluhan adalah keluarga
3. Metode
Penyampaian materi
4. Media dan Alat
a)
Leaflet
b)
Laptop
5. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : rabu , 22 april 2026 Jam : 16.00 s/d
Tempat : Ruang Edelwis
8. Evaluasi
Kriteria hasil sebagai berikut :
a.
Evaluasi Struktur
-
Kegiatan penyuluhan terlaksana sesuai waktu
-
Peserta penyuluhan dapat hadir sesuai rencana
b.
Evaluasi Proses
-
Peserta berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan
-
Selama penyuluhan berlangsung, semua peserta dapat mengikuti dengan penuh perhatian
c.
Evaluasi Akhir
Diharapkan peserta mampu menyimpulkan kembali pembahasan tentang edukasi perawatan fraktur .
MATERI PENYULUHAN
Edukasi Bahaya Merokok Dalm Meningkatkan risiko Penyumbatan Pembuluh Darah
A. Pengertian Fraktur
Fraktur adalah kondisi terputusnya kontinuitas tulang, baik sebagian maupun seluruhnya, yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tekanan berlebih. Fraktur juga dapat terjadi akibat kondisi patologis yang melemahkan struktur tulang.
B.
Penyebab Fraktur
Penyebab fraktur antara lain:
-
Trauma langsung (kecelakaan, benturan keras)
-
Trauma tidak langsung (gerakan mendadak atau puntiran)
-
Cedera olahraga
-
Kondisi patologis seperti osteoporosis
-
Kelelahan tulang (stress fracture)
C.
Tanda dan Gejala Fraktur
Kenali tanda-tandanya:
-
Nyeri hebat pada area cedera
-
Pembengkakan dan memar
-
Perubahan bentuk anggota tubuh
-
Tidak bisa digerakkan
-
Bunyi “krek” saat cedera
D.
Pencegahan Fraktur
1. Pencegahan Umum
•
Gunakan alat pelindung saat olahraga
•
Hati-hati saat berjalan di tempat licin
•
Gunakan alas kaki yang aman
•
Patuhi aturan lalu lintas
2. Menjaga Kesehatan Tulang
•
Konsumsi makanan tinggi kalsium (susu, ikan, sayuran hijau)
•
Cukupi vitamin D (sinar matahari pagi)
•
Olahraga teratur (jalan kaki, senam)
3. Pencegahan pada Lansia
•
Pasang pegangan di kamar mandi
•
Gunakan alas anti-slip
•
Rutin cek kesehatan tulang (deteksi dini osteoporosis)
E.
Pertolongan Pertama pada Fraktur
Langkah awal yang harus dilakukan:
1.
Jangan menggerakkan bagian yang cedera
2.
Lakukan imobilisasi (gunakan bidai atau alat penyangga)
3.
Hentikan perdarahan (jika ada luka)
4.
Kompres dingin untuk mengurangi bengkak
5.
Segera bawa ke fasilitas kesehatan
F.
Perawatan Fraktur
1. Perawatan Medis
•
Pemasangan gips
•
Traksi (penarikan tulang)
•
Operasi (jika diperlukan)
2. Perawatan di Rumah
•
Istirahat yang cukup
•
Jaga posisi tulang tetap stabil
•
Konsumsi makanan bergizi (kalsium & protein)
•
Minum obat sesuai anjuran dokter
3. Rehabilitasi
•
Fisioterapi untuk mengembalikan fungsi gerak
•
Latihan bertahap sesuai anjuran tenaga kesehatan
G.
Komplikasi yang Harus Diwaspadai
Segera ke tenaga medis jika muncul:
•
Nyeri semakin parah
•
Pembengkakan berlebihan
•
Mati rasa atau kesemutan
•
Demam (tanda infeksi)
DAFTAR PUSTAKA
World Health Organization
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Brunner & Suddarth's Textbook of Medical-Surgical Nursing
Campbell's Operative Orthopaedicsepidemic. Geneva: WHO.
Buku Ajar Ilmu Bedah (Sjamsuhidajat & De Jong)
No comments:
Post a Comment