Edukasi perawatan akses vaskular Cimino (Fistula) Cdl dan pencegahan infeksi pada pasien hemodialisa, Kamis 23 April 2026 di Ruangan Hemodialisa RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
TEAM:
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
CI Pendidikan : Ns. Pratiwi Gasril, S.Kep ., M.Kep.,Sp.Kep.K
CI Lahan : Ns. Ripandra Duper, S. Kep.
Rara Rindu Reski : 230201006
Tasyakur Dilla Ananda :
Rasep Ilham : 230201043
Rahmatul Akmalia : 230201044
Pokok bahasan : Edukasi Perawatan Akses Vaskular Cimino (Fistula), Cdl
Dan Pencegahan Infeksi Pada Pasien Hemodialisa
Sasaran : Pasien HD
Hari/Tanggal : Kamis 23 April 2026
Jam : 09.00 s/d 09.45 WIB
Tempat : Ruang Hemodialisa
Waktu Penyuluhan : 45 menit
A. Latar Belakang
Hemodialisa (HD) merupakan salah satu terapi pengganti ginjal pada pasien
gagal ginjal kronik yang bertujuan untuk mengeluarkan sisa metabolisme dan
kelebihan cairan dari dalam tubuh ketika ginjal tidak lagi mampu berfungsi
secara optimal. Dalam pelaksanaan hemodialisa, diperlukan akses vaskular
sebagai jalur keluar masuknya darah, seperti arteriovenous (AV) fistula dan
catheter double lumen (CDL).
Akses vaskular merupakan komponen vital dalam keberhasilan terapi
hemodialisa, namun juga memiliki risiko komplikasi, terutama infeksi. Infeksi
pada akses vaskular dapat menyebabkan gangguan fungsi akses, memperpanjang
masa perawatan, meningkatkan biaya pengobatan, bahkan dapat menyebabkan
komplikasi berat seperti sepsis dan kematian. Risiko infeksi lebih tinggi terutama
pada penggunaan kateter dibandingkan fistula.
Kurangnya pengetahuan pasien mengenai perawatan akses vaskular serta
tanda-tanda infeksi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya infeksi. Oleh
karena itu, edukasi kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman
pasien dalam menjaga kebersihan dan melakukan perawatan akses vaskular
secara mandiri.
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan pasien serta keluarga dalam merawat akses vaskular dan mengenali
tanda-tanda infeksi sejak dini sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi
Smeltzer & Bare (2013); PERNEFRI (2019); CDC (2017).
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta mampu memahami
dan menerapkan perawatan akses vaskular (fistula/CDL) serta mengenali
tanda-tanda infeksi sebagai upaya pencegahan infeksi.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, peserta diharapkan mampu:
a. Menjelaskan pengertian akses vaskular pada pasien hemodialisa
b. Menyebutkan jenis-jenis akses vaskular (fistula dan CDL)
c. Menjelaskan cara perawatan akses vaskular (fistula dan CDL)
d. Menyebutkan tanda-tanda infeksi pada akses vaskular
e. Menjelaskan cara pencegahan infeksi pada akses vaskular
C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik
Perawatan Akses Vaskular (Fistula/CDL) dan Pencegahan Infeksi
2. Sasaran
Sasaran penyuluhan adalah Pasien HD
3. Metode
Penyampaian materi
4. Media dan Alat
a) Leaflet
b) Laptop
c) Infocus
5. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : Kamis 23 April 2026
Jam : 09.00 s/d 09.45
Tempat : Ruang Tunggu Hemodialisa
Evaluasi
Kriteria hasil sebagai berikut :
a. Evaluasi Struktur
- Kegiatan penyuluhan terlaksana sesuai waktu
- Peserta penyuluhan dapat hadir sesuai rencana
b. Evaluasi Proses
- Peserta berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan
- Selama penyuluhan berlangsung, semua peserta dapat mengikuti
dengan penuh perhatian
c. Evaluasi Akhir
Diharapkan peserta mampu menyimpulkan kembali pembahasan
perawatan akses vascular cimino (fistula) ,cdl dan pencegahan infeksi .
MATERI PENYULUHAN
Perawatan Akses Vaskular Cimino ( fistula) , Cdl dan Pencegahan
Infeksi
A. Pengertian Akses Vaskular
Akses vaskular adalah jalur yang digunakan untuk mengalirkan darah dari
tubuh ke mesin hemodialisa dan kembali lagi ke tubuh pasien. Akses ini sangat
penting karena menentukan kelancaran dan efektivitas terapi hemodialisa.
Jenis akses vascular :
1. Arteriovenous (AV) Fistula AV fistula adalah sambungan langsung
antara arteri dan vena yang dibuat melalui tindakan pembedahan. Akses
ini merupakan pilihan terbaik karena memiliki risiko infeksi paling
rendah dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
2. Catheter Double Lumen (CDL)
CDL adalah kateter yang dimasukkan ke pembuluh darah besar (seperti
vena jugularis atau femoralis). Biasanya digunakan sementara, namun
memiliki risiko infeksi lebih tinggi dibanding fistula.
Smeltzer & Bare (2013), PERNEFRI (2019).
B. Tujuan Perawatan
a. Menjaga fungsi akses tetap baik
b. Mencegah infeksi
c. Mencegah komplikasi seperti trombosis atau kerusakan akses
d. Meningkatkan kualitas hidup pasien
Ignatavicius & Workman (2015).
C. Perawatan Akses Vaskular
1. Perawatan AV Fistula
Perawatan yang benar meliputi:
a. Menjaga kebersihan area fistula dengan mencuci tangan sebelum dan
sesudah menyentuh area
b. Mencuci area fistula dengan sabun dan air bersih sebelum dialisis
c. Tidak menggunakan lengan fistula untuk tekanan darah, infus, atau
pengambilan darah
d. Tidak memakai pakaian atau aksesoris yang ketat di area fistula
e. Menghindari mengangkat beban berat pada lengan fistula
f. Memeriksa adanya getaran (thrill) setiap hari sebagai tanda fistula
berfungsi
Kemenkes RI (2020), PERNEFRI (2019).
2. Perawatan Catheter Double Lumen (CDL)
a. Menjaga area tetap bersih dan kering
b. Tidak membuka atau mengganti balutan sendiri (harus oleh tenaga
kesehatan)
c. Menghindari terkena air saat mandi
d. Tidak menarik atau menekuk selang
e. Menghindari aktivitas yang bisa menyebabkan kateter bergeser
CDC Guidelines for Prevention of Intravascular Catheter-Related Infections
(2017).
D. Tanda Tanda Infeksi Pada Akses Vaskular
Pasien harus segera mengenali tanda infeksi, yaitu:
Tanda lokal:
a. Kemerahan
b. Bengkak
c. Nyeri
d. Terasa hangat
e. Keluar cairan atau nanah
Tanda sistemik:
a. Demam
b. Menggigil
c. Lemas
Infeksi yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi sepsis (infeksi berat)
CDC (2017), Smeltzer & Bare (2013).
E. Pencegahan Infeksi
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan:
1. Menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh akses vaskular
2. Melakukan perawatan akses sesuai anjuran
3. Menghindari kontaminasi (tidak menyentuh area dengan tangan kotor)
4. Mengikuti jadwal kontrol rutin
5. Segera melapor jika ada tanda infeksi
6. Menjaga kebersihan tubuh secara umum
WHO (2009), CDC (2017).
F. Komplikasi Yang Dapat Terjadi
Jika tidak dirawat dengan baik, dapat terjadi:
a. Infeksi
b. Trombosis (penyumbatan pembuluh darah)
c. Perdarahan
d. Kerusakan akses vascular
Ignatavicius & Workman (2015).
DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2013). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-
Surgical Nursing. Jakarta: EGC.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pelayanan Hemodialisa di Indonesia.
PERNEFRI. (2019). Panduan Praktik Klinis Hemodialisis.
Ignatavicius, D. D., & Workman, M. L. (2015). Medical-Surgical Nursing: Patient-
Centered Collaborative Care.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2017). Guidelines for the
Prevention of Intravascular Catheter-Related Infections.
World Health Organization (WHO). (2009). WHO Guidelines on Hand Hygiene in
Health Care.
No comments:
Post a Comment