Friday, April 24, 2026

Edukasi perawatan akses vaskular Cimino (Fistula) Cdl dan pencegahan infeksi pada pasien hemodialisa, Kamis 23 April 2026 di Ruangan Hemodialisa RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

 Edukasi perawatan akses vaskular Cimino (Fistula) Cdl dan pencegahan infeksi pada pasien hemodialisa, Kamis 23 April 2026 di Ruangan Hemodialisa RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

TEAM:

Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep

CI Pendidikan : Ns. Pratiwi Gasril, S.Kep ., M.Kep.,Sp.Kep.K

CI Lahan : Ns. Ripandra Duper, S. Kep.

Rara Rindu Reski : 230201006

Tasyakur Dilla Ananda :

Rasep Ilham : 230201043

Rahmatul Akmalia : 230201044



MK PKP KMB Maret - 17 Mei 2026
Mahasiswa keperawatan UMRI angkatan tahun 2023
TEAM PRESEPTORSHIP:
Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep
WIWIK NORLITA, A.Kep,S.Kep.,M.Kes
Ns. SILVIA ELKI PUTRI, S.Kep,M.Kep, Sp.Kep,K
Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.MB
Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.K
Ns. JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. MASWARNI, S.Kep,M.Kes
Dr. Ns. TRI SIWI KN, S.Kep,M.Kes
CHAIRIL, S.Kep.,SKM,M.KL
PMB 2026
GELOMBANG 1: 6 November 2025 - 28 Februari 2026
GELOMBANG 2: 2 Maret - 4 juli 2026
GELOMBANG 3: 6 Juli - 5 September 2026
Keperawatan Umri unggul 🥰
Ayo kuliah di keperawatan Umri
Keperawatan Umri terbaik 🥰
Universitas Muhammadiyah Riau https://daftar.umri.ac.id/
Pendaftaran Offline : Senin-Sabtu jam 08.00-16.00 wib
Kampus Utama UMRI, Jl. Tuanku Tambusai , Pekanbaru, Riau
”Spritual, Mobility, Accountable, Responsive, Togetherness (SMART)”

Pokok bahasan : Edukasi Perawatan Akses Vaskular Cimino (Fistula), Cdl


Dan Pencegahan Infeksi Pada Pasien Hemodialisa


Sasaran : Pasien HD

Hari/Tanggal : Kamis 23 April 2026

Jam : 09.00 s/d 09.45 WIB

Tempat : Ruang Hemodialisa

Waktu Penyuluhan : 45 menit


A. Latar Belakang

Hemodialisa (HD) merupakan salah satu terapi pengganti ginjal pada pasien

gagal ginjal kronik yang bertujuan untuk mengeluarkan sisa metabolisme dan

kelebihan cairan dari dalam tubuh ketika ginjal tidak lagi mampu berfungsi

secara optimal. Dalam pelaksanaan hemodialisa, diperlukan akses vaskular

sebagai jalur keluar masuknya darah, seperti arteriovenous (AV) fistula dan

catheter double lumen (CDL).

Akses vaskular merupakan komponen vital dalam keberhasilan terapi

hemodialisa, namun juga memiliki risiko komplikasi, terutama infeksi. Infeksi

pada akses vaskular dapat menyebabkan gangguan fungsi akses, memperpanjang

masa perawatan, meningkatkan biaya pengobatan, bahkan dapat menyebabkan

komplikasi berat seperti sepsis dan kematian. Risiko infeksi lebih tinggi terutama

pada penggunaan kateter dibandingkan fistula.

Kurangnya pengetahuan pasien mengenai perawatan akses vaskular serta

tanda-tanda infeksi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya infeksi. Oleh

karena itu, edukasi kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman

pasien dalam menjaga kebersihan dan melakukan perawatan akses vaskular

secara mandiri.


Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan

keterampilan pasien serta keluarga dalam merawat akses vaskular dan mengenali

tanda-tanda infeksi sejak dini sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi

Smeltzer & Bare (2013); PERNEFRI (2019); CDC (2017).

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta mampu memahami

dan menerapkan perawatan akses vaskular (fistula/CDL) serta mengenali

tanda-tanda infeksi sebagai upaya pencegahan infeksi.

2. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan, peserta diharapkan mampu:

a. Menjelaskan pengertian akses vaskular pada pasien hemodialisa

b. Menyebutkan jenis-jenis akses vaskular (fistula dan CDL)

c. Menjelaskan cara perawatan akses vaskular (fistula dan CDL)

d. Menyebutkan tanda-tanda infeksi pada akses vaskular

e. Menjelaskan cara pencegahan infeksi pada akses vaskular

C. Pelaksanaan Kegiatan

1. Topik

Perawatan Akses Vaskular (Fistula/CDL) dan Pencegahan Infeksi

2. Sasaran

Sasaran penyuluhan adalah Pasien HD

3. Metode

Penyampaian materi

4. Media dan Alat

a) Leaflet

b) Laptop

c) Infocus

5. Waktu dan Tempat

Hari/tanggal : Kamis 23 April 2026

Jam : 09.00 s/d 09.45

Tempat : Ruang Tunggu Hemodialisa

Evaluasi

Kriteria hasil sebagai berikut :

a. Evaluasi Struktur

- Kegiatan penyuluhan terlaksana sesuai waktu

- Peserta penyuluhan dapat hadir sesuai rencana

b. Evaluasi Proses

- Peserta berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan

- Selama penyuluhan berlangsung, semua peserta dapat mengikuti

dengan penuh perhatian

c. Evaluasi Akhir


Diharapkan peserta mampu menyimpulkan kembali pembahasan

perawatan akses vascular cimino (fistula) ,cdl dan pencegahan infeksi .

MATERI PENYULUHAN


Perawatan Akses Vaskular Cimino ( fistula) , Cdl dan Pencegahan


Infeksi


A. Pengertian Akses Vaskular

Akses vaskular adalah jalur yang digunakan untuk mengalirkan darah dari

tubuh ke mesin hemodialisa dan kembali lagi ke tubuh pasien. Akses ini sangat

penting karena menentukan kelancaran dan efektivitas terapi hemodialisa.

Jenis akses vascular :

1. Arteriovenous (AV) Fistula AV fistula adalah sambungan langsung

antara arteri dan vena yang dibuat melalui tindakan pembedahan. Akses

ini merupakan pilihan terbaik karena memiliki risiko infeksi paling

rendah dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

2. Catheter Double Lumen (CDL)

CDL adalah kateter yang dimasukkan ke pembuluh darah besar (seperti

vena jugularis atau femoralis). Biasanya digunakan sementara, namun

memiliki risiko infeksi lebih tinggi dibanding fistula.

Smeltzer & Bare (2013), PERNEFRI (2019).


B. Tujuan Perawatan


a. Menjaga fungsi akses tetap baik

b. Mencegah infeksi

c. Mencegah komplikasi seperti trombosis atau kerusakan akses

d. Meningkatkan kualitas hidup pasien

Ignatavicius & Workman (2015).


C. Perawatan Akses Vaskular

1. Perawatan AV Fistula

Perawatan yang benar meliputi:

a. Menjaga kebersihan area fistula dengan mencuci tangan sebelum dan

sesudah menyentuh area


b. Mencuci area fistula dengan sabun dan air bersih sebelum dialisis

c. Tidak menggunakan lengan fistula untuk tekanan darah, infus, atau

pengambilan darah

d. Tidak memakai pakaian atau aksesoris yang ketat di area fistula

e. Menghindari mengangkat beban berat pada lengan fistula

f. Memeriksa adanya getaran (thrill) setiap hari sebagai tanda fistula

berfungsi

Kemenkes RI (2020), PERNEFRI (2019).

2. Perawatan Catheter Double Lumen (CDL)

a. Menjaga area tetap bersih dan kering

b. Tidak membuka atau mengganti balutan sendiri (harus oleh tenaga

kesehatan)

c. Menghindari terkena air saat mandi

d. Tidak menarik atau menekuk selang

e. Menghindari aktivitas yang bisa menyebabkan kateter bergeser

CDC Guidelines for Prevention of Intravascular Catheter-Related Infections

(2017).

D. Tanda Tanda Infeksi Pada Akses Vaskular

Pasien harus segera mengenali tanda infeksi, yaitu:

Tanda lokal:

a. Kemerahan

b. Bengkak

c. Nyeri

d. Terasa hangat

e. Keluar cairan atau nanah

Tanda sistemik:

a. Demam

b. Menggigil

c. Lemas


Infeksi yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi sepsis (infeksi berat)

CDC (2017), Smeltzer & Bare (2013).

E. Pencegahan Infeksi

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan:

1. Menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh akses vaskular

2. Melakukan perawatan akses sesuai anjuran

3. Menghindari kontaminasi (tidak menyentuh area dengan tangan kotor)

4. Mengikuti jadwal kontrol rutin

5. Segera melapor jika ada tanda infeksi

6. Menjaga kebersihan tubuh secara umum

WHO (2009), CDC (2017).

F. Komplikasi Yang Dapat Terjadi

Jika tidak dirawat dengan baik, dapat terjadi:

a. Infeksi

b. Trombosis (penyumbatan pembuluh darah)

c. Perdarahan

d. Kerusakan akses vascular

Ignatavicius & Workman (2015).


DAFTAR PUSTAKA


Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2013). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-


Surgical Nursing. Jakarta: EGC.


Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pelayanan Hemodialisa di Indonesia.


PERNEFRI. (2019). Panduan Praktik Klinis Hemodialisis.


Ignatavicius, D. D., & Workman, M. L. (2015). Medical-Surgical Nursing: Patient-


Centered Collaborative Care.


Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2017). Guidelines for the


Prevention of Intravascular Catheter-Related Infections.


World Health Organization (WHO). (2009). WHO Guidelines on Hand Hygiene in


Health Care.

No comments:

Post a Comment

EVALUASI PERKULIAHAN , KEPUASAN MAHASISWA