Two Day Workshop: Perawatan Luka Dasar Bagi Tenaga Kesehatan Di Indonesia Angkatan 1
20-21 JUNI 2025
Pasien dengan luka kronis yang sulit sembuh adalah bagian perawatan yang umum hampir setiap hari, namun tetap memberikan tantangan unik bagi tenaga perawat maupun medis lainnya yang merawat. Luka kronis, serta luka akut, menjadi fokus di tenaga medis guna mencapai penyembuhan luka. Upaya kesehatan yang terpadu antara Dokter – Perawat – Pasien dan keluarga merupakan tolok ukur dalam hal pemenuhan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas. Salah satu cara pemenuhan kebutuhan tersebut adalah mengenai perawatan luka. Kenapa luka, karena luka merupakan masalah yang sering dihadapi dalam dunia medis, banyak macam pendekatan digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pelaksana kesehatan dari yang spesialis maupun sub-spesialis juga dihadapkan terhadap resiko pasien untuk terjadinya sebuah luka. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan dan keahlian yang baik dan terkini tentang penatalaksanaan dan perawatan luka bagi semua tenaga kesehatan terutama asisten perawat. Metode dan konsep perawatan luka terus mengalami perkembangan, teknologi dalam bidang kesehatan juga memberikan kontribusi untuk menunjang praktek perawatan luka saat ini. Perawat dituntut untuk mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang adekuat terkait dengan proses perawatan luka yang dimulai dari pengkajian yang komprehensif, perencanaan intervensi yang tepat, implementasi tindakan, evaluasi hasil yang ditemukan selama perawatan serta dokumentasi hasil yang sistematis. Pengetahuan dan pemaham terkait penatalaksanaan perawatan luka yang komprehensif merupakan tugas bagi sebuah institusi kesehatan untuk memfasilitasi peserta didik dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan supaya nantinya menjadi bekal pada saat terjun ke pelayanan kesehatan di masyarakat. Dengan demikian, untuk mengimbangi berkembang pesatnya dunia keperawatan di Indonesia, kami bermaksud melaksanakan Workshop Keperawatan dengan Tema “Two Day Workshop: Perawatan Luka Dasar Bagi Tenaga Kesehatan Di Indonesia”
Target Peserta
Tujuan Workshop
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan platform bagi para siswa keperawatan di Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan terhadap metode dan konsep perawatan luka yang terus berkembang.
Kompetensi
Berikut adalah tujuan khusus dari kegiatan ini: 1. Meningkatkan pemahaman tenatang anatomi dan fisiologi perawatan luka, 2. Meningkatkan pemahaman tentang perawatan dengan konsep modern, 3. Meningkatkatkan pengetahuan dalam melakukan perawatan luka kronis, dan luka akut. 4. Mengenal produk, perawatan, dan aksesori perawatan luka dengan konsep modern,
Tanggal Pelaksanaan
- KEBUTUHAN PASIEN UNTUK IBADAH (SPIRITUAL), , BANYAK PASIEN YANG TAK MAU SHALAT DENGAN ALASAN LUKA NYA KOTOR DAN ADA NAJIS PADA LUKA , PERAWAT MEMBANTU DENGAN MEMBERIKAN ALTERNATIF WUDHU DI BED TAK PERLU KE KAMAR MANDI UNTUK MENGURANGI TEKANAN PADA LUKA
- PENYAKIT PENYERTA ALIHKAN KE AHLINYA
- KUALITAS HIDUP PASIEN HARUS MENINGKAT
- TUNJUKKAN DOKUMENTASI LUKA LAINNYA YANG LEBIH BERAT , UNTUK MENIMBULKAN SEMANGAT PADA PASIEN , SEHINGGA TERMOTIVASI UNTUK SEMBUH KARENA ADA KASUS YANG SUDAH TERATASI
- KEPUASAN PASIEN SEBAGAI MARKETING BAGI PERAWAT LUKA
- MENGURANGI BENGKAK DENGAN ADESIF
- EVALUASI :SETELAH DIBERIKAN TOPIKAL TERAPI TIDAK ADA PERKEMBANGAN SETELAH 3-8 MINGGU,
- REKOMENDASI: MENGGANTI TOPIKAL TERAPI DENGAN NPWT NPWT adalah singkatan dari Negative Pressure Wound Therapy, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Terapi Luka Tekanan Negatif. Ini adalah teknik terapi yang menggunakan tekanan rendah (subatmosferik) pada luka untuk membantu proses penyembuhan.
- luka terbanyak luka ganggren DM
- Luka tersulit luka kanker
- pakai balutan yang tidka menyebabkan nyeri pada pasien kanker
- 1/2 jam sebelum perawatan luka berikan injeksi anti nyeri, pada pasien cncer diberikan MST (MORPHIN)
- Morfin atau morphine adalah obat analgesik (obat pereda nyeri) golongan opioid yang digunakan untuk meredakan nyeri berat jangka pendek (akut) atau jangka panjang (kronis) yang bekerja pada sistem saraf pusat (SSP). Morfin termasuk dalam obat golongan narkotika yang hanya boleh diperoleh melalui resep dokter
- PAKAI AUTOLISIS, ZINC SALAP, JANGAN TABUR METRONIDAZOLE KE LUKA
- MIX VASELINE KALAU PAKAI METRONIDAZOLE
- KALAU TERJADI PERDARAHAN TEKAN PAKAI KASSA SELAMA HITUNGAN 30 (GENTLE) LIHAT REMBESAN DARAH DI BALUTAN JANGAN DIANGKAT KEMUDIAN TAMBAH DEP BALUTAN UNTUK PENEKANAN
- PASTIKAN PASIEN SUDHA MASUK FASE KEHILANGAN PADA TAHAP MENERIMA
- LETAK LUKA, WARNA DASAR LUKA KANKER
- HINDARI KASSA UNTUK LANGSUNG KE LUKA KANKER
- HIDROGEL TIDAK BERFUNGSI JIKA BERSAMA CALSIUM ALGINAT
- PASTIKAN ISI TULLE GRAS TIDAK SEMUANYA BISA DIPAKAI UNTUK SKIN GRAF, MALAH BISA MELUMERKAN KULIT SKINGRAF
- PAKAI CALSIUM ALGINAT UNTUK BALUTAN PRIMER LANGSUNG PADA LUKA
- JANGAN ULANGI MAKAN MAKANAN YANG MENYEBABKAN KANKER : BAKSO. MIE INSTAN
- BUNYI KREPITASI PADA LUKA MENANDAKAN AKAN TERJADI INFEKSI SISTEMIK RUJUK KE DOKTER BEDAH
- PASIEN LEMAH, LETIH LESU DEMAM, SEPTIK SYOCK , HENTI JANTUNG
- RIWAYAT PENYAKIT PENYERTA, DM, NEUROPHATY, PASIEN DENGAN TERAPI KEMO DAN RADIASI, PENGGUNAKAN STEROID PERTUMBUHAN JARINGAN TERHAMBAT, PEROKOK , ALKOHOLIK
- LUKA AKUT TERJADI TRAUMATIK INJURY
- LUKA KRONIS : INFEKSI
- WOUND : What happen Oxygen perfusi Undelying factors Nutrision D
- TIME : TI(Angkat jaringan mati) M(Kelembaban luka dijaga , E(Epitelisasi , tepi luka harus dijaga supaya memudahkan penyatuan luka)
- cucu luka 10-20 sm dari luka harus dibersihkan semuanya
- pakai normal saline, air steril,
- local infeksi harus diberikan antimikrobial oral maupun topikal 6 - 8 minggu
- madu untuk luka bakar, mengurangi nyeri
- SOS : Mengurangi selulitis
- silver mengurangi bau pada luka
- lokal infeksi bisa dilakukan debridemen
- KURANGI TEKANAN SUPAYA LUKA SEMBUH
- EVALUASI PER 2 MINGGU , KALAU TAK ADA PERUBAHAN GANTI BALUTAN
- 4 MINGGU TAK ADA PERUBAHAN LAKUKAN TERAPI LANJUTAN
- KOMBINASI PRODUK
- NPWT: MENARIK CAIRAN PAKAI MESIN, NEGATIF PRESSURE
- BALUTAN PRIMER : LANGSUNG MENYENTUH LUKA
- BALUTAN SEKUNDER
- BALUTAN LUKA :
- HIDROCOLOID : EKSUDAT SEDIKIT : LUKA GORES, LUKA AREA WAJAH
- BALUTAN DARI GETAH POHON
- KASA NON ADHEREN : TIDAK MENIMBULKAN RASA NYERI SAAT MEMBUKA BALUTAN , EKSUDAT SEDIKIT DAN SEDANG
- CALCIUM ALGINAT : BALUTAN DARI RUMPUT LAUT, JARINGAN GRANULASI
- TULLE GRASS : PARAFIN , DAN ADA YANG DITAMBAHKAN ANTIBIOTIK, RESIKO RESISTEN, HARUS INDIKASI INFEKSI BARU DENGAN ANTIBIOTIK
- BALUTAN ANTIMIKROBIAL, PAKAI CADEXOMER IODINE
- HIDROPHOBIC : BISA MEMBUNUH BAKTERI
- SILVER : BALITAN ANTI MIKROBIAL, SETIAP 2 MINGGU DIEVALUASI, JIKA TAK ADA PERUBAHAN GANTI BALUTAN YANG LAIN
- ZINC CREAM CHITOSAN " REGENERASI KULIT BARU
- HIDROGEL : MELUNAKKAN JARINGAN YANG MATI
- FOAM : POLIURETRANE : EKSUDAT BANYAK
- TRANSFARAN FILM : SEBAGAI PLESTER , BISA MENGURANGI PERADANGAN, BISA DIGUNAKAN UNTUK FLEBITIS
- madu mengandung antimikrobial sebagai alternatif dengan cos efektif
- PASIEN DM BISA LUKA DIMULAI DARI HANYA DIGIGIT NYAMUK
- PASIEN MENDAPATKAN TERAPI RADIASI BISA MENGALAMI LUKA MELEPUH
- LUKA AKUT DAN LUKA KRONIS
- DX KEPERAWATAN DI UGD AWAL MASUK SELAMA 2-3 HARI DENGAN LEUCOSIT 20 RB BELUM BISA DIANGKAT DX INFEKSI, TAPI DX RESIKO INFEKSI, KARENA MERUPAKAN FASE INFLAMASI SEHINGGA LEUKOSIT TINGGI RESPON TERHADAP LUKA
- KENAPA SETELAH 3 HARI BARU LUKA DIBUKA, KEDUA DIBUKA 5 -8 HARI BARU BALUTAN DIBUKA, FASE INFALAMASI
- FASE PROLIFERASI : TERASA GATAL KARENA MAU SEMBUH, PROSES PERTUMBUHAN , TERASA ADA YANG BERGERAK GERAK, BERJALAN, 3-7 HARI
- FASE REMODELLING : HARI 27-1 TAHUN, BISA SAMPAI 2-3 TAHUN FASE MATURASI
- EPIDERMIS SEMPURNA ADALAH KULIT YANG BELUM PERNAH LUKA
- TIDAK ADA KULIT YANG AKAN SEMBUH 100 %
- 80-90% KESEMBUHAN, KEKUATAN ALAMI DAN ELASTISITAS, KEMAMPUAN PROTEKSINYA TIDAK AKAN 100 % KEMBALI SEPERTI SEMULA
- LUKA PRIMER : LUKA AKUT JAHIT LANGSUNG SEMBUH
- LUKA SEKUNDER : LUKA KRONIS
- LUKA TERSIER : LUKA JAHITAN YANG KEMBALI TERBUKA TIDAK MENYATU DAN DIJAHIT KEMBALI
- lansia luka susah sembuh
- bayi luka mudah sembuh namun aplikasi balutan luka sulit karena bayi belum kooperatif
- luka susah sembuh : DM, STROKE, SUMBATAN PEMBULUH DARAH
- NUTRI PROTEIN PENTING: TELUR, UDANG, IKAN, MITOS
- 0-3 HARI : FASE IMFLAMASI : BUTUH VIT A DAN VIT K, BAYAM MERAH, KEDELAI, BROKOLI, WARNA HIJAU GELAP, SAWI HIJAU , SEMAKIN PAHIT SEMAKIN BANYAK VIT K , FASE INI BELUM DIANJURKAN UNTUK MAKAN IKAN GABUS
- FASE PROLIFERASI : BUTUH PROTEIN, IKAN GABUS, BISA YANG LAIN IKAN, TELUR , DAGING, KACANG HIJAU. ZINC : UDANG, VIT C:
- FASE MATURASI : KULIT BERTAUT , BUTUH BUAH MERAH, PEPAYA, VIT C VIT A
- TIDAK PERLU TERLALU BANYAK MAKAN PROTEIN DAN SUPLEMEN BISA MEMPERBERAT GINJAL
- OKSIGENASI : KOLABORASI DENGAN DOKTER UNTUK KELANCARAN ALIRAN DARAH, PEMBULUH DARAH BY PASS SUPAYA LANCAR KEMBALI, SANGAT NYERI
- KALAU LUKA DI KAKI, LIHAT KONDISI PASIEN , APAKAH SAAT ITU MENGALAMI INFLAMASI, APAKAH MINUM PENGENCER DARAH?
- LAKUKAN PERAWATAN LUKA SAMBIL MELAKUKAN PENGKAJIAN, TANYAKAN
- APABILA ADA TELUR LALAT DALAM MAKANAN, BUANG JIKA DIBIARKAN AKAN MENAJDI BELATUNG
- LUKA TUTUP SUPAYA TIDAK DIHINGGAPI LALAT DAN JADI BELATUNG
- KONDISI PSIKOLOGIS PASIEN : MASUKKAN AGAMA DALAM MEMBANTU PASIEN MENERIMA KONDISINYA, SEHINGGA TERMOTIVASI UNTUK SEMBUH
- LAKUKAN PERAWATAN LUKA SESUAI COST EFEKTIF
- KELOID PADA LUKA : FASE GRANULASI MENINGGI , KULIT MENANJAK, TINGGI DARI TEPI LUKA GUNTING SUPAYA RATA, HARUS DIPANTAU
- KELOID : HIPERGRANULASI
- BISA DARI AWAL SUDAH MUNCUL BISA SETELAH BEBERAPA WAKTU BARU MUNCUL
- buerger desease: SINDROMA BUERGER
- PLESTER 1 KOTAK = 1CM
- UKURAN LUKA : PANJANG (ARAH KEPALA KE KAKI), LEBAR LUKA (ARAH LEBAR BADAN KE SAMPING KANAN KE KIRI)
- UNDEMAINING : SESUAI JARUM JAM : DARI JAM 12 KE JAM 3
- GRADE/ STADIUM LUKA : 1 KEMERAHAN, LEWAT 6 JAM SAJA BISA DEKUBITUS
- LUKA BAKAR : DENGAN MELEPUH DAN BERAIR/BULLA : GRADE 2
- SLAF : KUNING. PINK : EPITELISASI, MERAH : GRANULASI, HITAM: NEKROTIK
- tidak dianjurkan beri taburan ke luka
- 3 M : MENCUCI LUKA- MEMBUANG BENDA ASING- MEMILIH TOPHICAL THERAPY
- LUKA HARUS MOIST (LEMBAB), ganti baliutan luka 3 hari sekali, jika eksudatnya banyak bisa lebih sering
- Luka terlalu basah tidka membantu penyembuhan
- cost efektif
- SWAB - TEKAN - IRIGASI
- JANGAN GOSOK LUKA
- TIME : Tissue manajemen, Inflamation, Moisture balance, Epitelial edge advancement
- Jaringan mati dibuang, ketemu darah stop
- enzimatik : pakai pepaya, nenas, herbal, lidah buaya,
- autolitic mecanikal,
- CUCI LUKA DENGAN SABUN, AIR MENGALIR, AIR STERIL DENGAN SWAB-TEKAN DAN IRIGASI
- BALUTAN DIGANTI : BALUTAN REMBES, ADA INFEKSI , PASIEN MERASA, NYERI, TERGANTUNG KEMAMPUAN DAYA TAMPUNG BALUTAN,
- Kegiatan perdana keperawatan UMRI setelah akreditasi dan akan menjadi sebuah nilai tambah bagi calon lulusan keperawatan UMRI
- untuk mempersiapkan mahasiswa memenuhi visi dan misi keperawatan UMRI yaitu KEPERAWATAN LUKA
- Kegiatan berbasis keilmuan
- narasumber merupakan WOC ETN Pertama di Riau, perawat RS Eka Hospital
- OWNER ISMA WOUND CARE
- program kompetensi yang akan dimiliki oleh mhs 2022 calon wisuda tahun 2025
- selain BTCLS , Mhs juga mendapatkan sertifikat luka dan masuk dalam SKPI
No comments:
Post a Comment